Pemerintah menyalurkan bantuan pangan beras kepada jutaan keluarga penerima manfaat (KPM) pada September 2026. Bantuan tersebut merupakan bagian dari alokasi untuk tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September 2026.
Penetapan keluarga penerima dilakukan dengan mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Data tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menentukan keluarga yang memenuhi ketentuan untuk memperoleh bantuan pangan.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menetapkan 33.244.408 keluarga sebagai penerima bantuan pangan beras tahap kedua tahun 2026.
Setiap KPM memperoleh beras sebanyak 10 kilogram untuk satu bulan. Jika alokasi Juli, Agustus, dan September diberikan dalam satu kali penyaluran, jumlah yang diterima menjadi 30 kilogram beras untuk setiap keluarga.
Kriteria Penerima Bantuan Beras 30 Kg
Keluarga yang masuk dalam kelompok kesejahteraan terbawah menjadi sasaran bantuan pangan beras berdasarkan DTSEN versi 3 tahun 2026. Penetapan penerima dilakukan berdasarkan data yang digunakan pemerintah untuk menentukan kelompok sasaran bantuan.
Secara umum, program tersebut ditujukan kepada keluarga yang berada pada desil 1 hingga desil 4. Kelompok ini mencakup sekitar 40 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan terbawah.
Desil merupakan pembagian keluarga berdasarkan kondisi sosial dan ekonomi. Pada sistem Cek Bansos Kemensos, desil 1 menggambarkan kelompok 10 persen dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Sementara itu, desil 10 menunjukkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.
Artinya, keluarga yang tercatat dalam desil 1, 2, 3, atau 4 dapat menjadi sasaran bantuan pangan beras sesuai penetapan pemerintah.
Jumlah Beras yang Diterima Setiap KPM
Penerima bantuan mendapatkan 10 kilogram beras untuk setiap bulan alokasi. Apabila bantuan selama tiga bulan diberikan sekaligus, pembagiannya menjadi:
- Juli 2026: 10 kilogram.
- Agustus 2026: 10 kilogram.
- September 2026: 10 kilogram.
- Total: 30 kilogram.
Beras yang disalurkan berasal dari Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Dalam pelaksanaannya, Badan Pangan Nasional menugaskan Perum Bulog untuk mendistribusikan beras kepada keluarga yang telah ditetapkan sebagai penerima.
Untuk memenuhi kebutuhan bantuan selama tiga bulan tersebut, pemerintah menyiapkan sekitar 997,2 ribu ton beras.
Cara Mengecek Penerima Bansos Beras September 2026
Masyarakat dapat memastikan status penerima bantuan melalui situs resmi Cek Bansos Kemensos. Pengecekan dilakukan dengan memasukkan NIK yang tertera pada KTP.
Berikut langkah yang dapat dilakukan:
- Buka situs resmi Cek Bansos Kemensos.
- Masukkan NIK sebanyak 16 digit sesuai KTP.
- Isi kode verifikasi atau captcha.
- Pilih tombol untuk melakukan pencarian data.
- Tunggu hingga informasi hasil pencarian muncul.
Sistem akan menampilkan informasi mengenai status bantuan yang tercatat. Data penerima menggunakan DTSEN sebagai salah satu dasar dalam menentukan keluarga yang menjadi sasaran bantuan sosial.
Data Tidak Sesuai? Masyarakat Bisa Mengajukan Perubahan
Kondisi sosial dan ekonomi keluarga dapat berubah sehingga informasi dalam DTSEN juga dapat diperbarui. Masyarakat yang merasa data kesejahteraannya sudah tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya dapat mengajukan perubahan.
Permohonan tersebut dapat disampaikan melalui pemerintah desa atau kelurahan maupun dinas sosial berdasarkan mekanisme yang berlaku.
Pengajuan juga dapat dilakukan melalui Aplikasi Cek Bansos dengan menyampaikan informasi yang sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Data yang diajukan kemudian dapat diproses dan dihitung kembali secara berkala oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Penyaluran Bantuan Beras Disiapkan hingga Desember 2026
Pemerintah juga menyiapkan kelanjutan program bantuan pangan beras untuk periode Oktober, November, dan Desember 2026. Skema yang dipersiapkan tetap berupa bantuan 10 kilogram beras per keluarga setiap bulan.
Sasaran program diperkirakan tetap mencakup sekitar 33,2 juta keluarga yang berada pada desil 1 sampai desil 4.
Sementara untuk alokasi Juli hingga September 2026, pemerintah terus mempercepat proses distribusi agar bantuan dapat diterima oleh keluarga yang telah tercantum dalam daftar penerima.
Ketepatan sasaran menjadi salah satu perhatian dalam proses penyaluran bantuan. Masyarakat yang merasa memenuhi kriteria dapat memeriksa statusnya secara berkala melalui kanal resmi pemerintah.
Pengecekan secara berkala juga penting karena data kesejahteraan dalam DTSEN dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi sosial dan ekonomi keluarga.
