Pasien gagal ginjal kronis pada kondisi yang sudah berat dapat membutuhkan terapi pengganti fungsi ginjal berupa cuci darah atau hemodialisis.
Prosedur tersebut dilakukan untuk membantu tubuh membuang zat sisa metabolisme sekaligus mengurangi kelebihan cairan ketika fungsi ginjal tidak lagi bekerja secara optimal.
Kebutuhan hemodialisis dapat berlangsung secara rutin dan berulang. Kondisi tersebut membuat persoalan biaya menjadi salah satu perhatian penting bagi pasien maupun keluarga yang mendampingi pengobatan.
Tidak sedikit peserta JKN yang kemudian mempertanyakan apakah biaya cuci darah dapat menggunakan jaminan BPJS Kesehatan.
Pada dasarnya, hemodialisis dapat ditanggung melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) apabila pasien memang membutuhkan tindakan tersebut berdasarkan pertimbangan medis. Kepesertaan juga harus memenuhi persyaratan dan pelayanan harus dijalani berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan.
Salah satu dasar pengaturan pembiayaan pelayanan kesehatan dalam program JKN adalah Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 3 Tahun 2023.
Cuci Darah Apakah Ditanggung BPJS Kesehatan?
Peserta JKN dapat memperoleh jaminan untuk tindakan cuci darah apabila dokter menyatakan hemodialisis diperlukan berdasarkan kondisi kesehatan pasien.
Selain adanya kebutuhan medis, peserta harus memiliki status kepesertaan JKN yang aktif dan mengikuti tahapan pelayanan sesuai aturan yang berlaku.
Dengan demikian, kepemilikan kartu BPJS atau diagnosis penyakit ginjal saja tidak secara otomatis membuat seluruh tindakan cuci darah menjadi tanggungan. Keputusan mengenai kebutuhan hemodialisis tetap didasarkan pada hasil pemeriksaan dan penilaian dokter.
Apabila persyaratan telah terpenuhi, biaya pelayanan yang termasuk dalam cakupan JKN dapat dijamin sesuai ketentuan program.
Pasien Seperti Apa yang Bisa Mendapat Jaminan Cuci Darah?
Terapi untuk membantu proses penyaringan darah diberikan kepada pasien yang memiliki kondisi medis tertentu dan membutuhkan tindakan tersebut berdasarkan penilaian dokter.
Pasien gagal ginjal kronis yang memerlukan terapi pengganti fungsi ginjal merupakan salah satu kelompok yang dapat memperoleh pelayanan tersebut.
Di luar kondisi tersebut, pasien dengan masalah medis lain juga dapat menerima layanan yang dijamin JKN apabila tindakan penyaringan darah memang diperlukan dan memenuhi ketentuan pelayanan.
Oleh sebab itu, diagnosis suatu penyakit tidak menjadi satu-satunya penentu. Dokter akan menilai kondisi masing-masing pasien sebelum menentukan apakah terapi diperlukan.
Syarat Agar Cuci Darah Bisa Ditanggung BPJS
Sebelum menjalani hemodialisis dengan menggunakan jaminan JKN, peserta perlu memastikan beberapa persyaratan berikut:
- Status kepesertaan JKN masih aktif.
- Peserta mandiri telah memenuhi kewajiban pembayaran iuran.
- Ada alasan atau indikasi medis yang mendasari kebutuhan terapi.
- Pasien memperoleh pemeriksaan, rekomendasi, atau pelayanan dokter sesuai kondisi kesehatannya.
- Proses pelayanan dijalankan berdasarkan alur serta sistem rujukan JKN.
- Tindakan dilakukan pada fasilitas kesehatan yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Untuk menghindari kendala ketika terapi akan dilakukan, peserta sebaiknya terlebih dahulu memastikan prosedur yang harus ditempuh kepada fasilitas kesehatan yang menangani.
Apakah Cuci Darah Memerlukan Rujukan?
Peserta JKN harus mengikuti alur pelayanan yang berlaku. Dalam kondisi tertentu, pasien dapat memperoleh pelayanan awal di fasilitas kesehatan tingkat pertama sebelum mendapatkan penanganan lanjutan di fasilitas kesehatan rujukan.
Bagi pasien dengan penyakit kronis yang membutuhkan terapi berulang, tersedia mekanisme pelayanan dan administrasi rujukan sesuai aturan JKN.
Namun, kebutuhan setiap pasien dapat berbeda. Karena itu, pasien dan keluarga sebaiknya mengikuti petunjuk dokter serta fasilitas kesehatan yang menangani agar pelayanan dan jadwal terapi dapat berlangsung sesuai kebutuhan tanpa terganggu persoalan administrasi.
CAPD Apakah Juga Ditanggung BPJS Kesehatan?
Selain hemodialisis dengan mesin, pasien gagal ginjal memiliki pilihan terapi lain yang dikenal sebagai Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis atau CAPD.
Berbeda dari hemodialisis, CAPD memanfaatkan rongga perut dan selaput peritoneum dalam proses penyaringan. Metode tersebut memungkinkan pasien menjalani terapi dengan pola yang lebih fleksibel dibandingkan hemodialisis yang umumnya dilakukan di fasilitas kesehatan.
CAPD juga termasuk jenis pelayanan yang dapat memperoleh jaminan JKN apabila sesuai kebutuhan medis serta memenuhi ketentuan pembiayaan yang berlaku.
Dukungan pembiayaan untuk CAPD dapat mencapai sekitar Rp8 juta per bulan, sesuai ketentuan dan kebutuhan terapi pasien.
Berapa Kali Hemodialisis Ditanggung BPJS?
Tidak terdapat satu jumlah frekuensi cuci darah yang berlaku sama untuk seluruh pasien.
Kebutuhan hemodialisis bergantung pada kondisi kesehatan masing-masing orang. Dokter akan menentukan frekuensi terapi dengan mempertimbangkan kondisi pasien dan hasil pemeriksaan yang dilakukan.
Selama tindakan tersebut memiliki dasar medis dan pelayanan dijalankan sesuai ketentuan JKN, peserta dapat memperoleh jaminan berdasarkan aturan yang berlaku.
Dengan demikian, jumlah sesi cuci darah tidak seharusnya ditentukan hanya berdasarkan perkiraan peserta, tetapi mengikuti keputusan dokter yang menangani.
Apakah Transfusi Darah Ditanggung BPJS?
Kebutuhan transfusi darah yang muncul dalam proses perawatan juga dapat memperoleh jaminan dari Program JKN apabila memang diperlukan secara medis.
Berdasarkan ketentuan pelayanan yang berlaku, jaminan transfusi darah dapat diberikan hingga empat kantong darah dalam satu bulan.
Nilai pertanggungan untuk setiap kantong darah diperkirakan sekitar Rp360.000 sesuai ketentuan layanan.
Meski demikian, transfusi tetap harus memiliki alasan medis dan diberikan melalui fasilitas kesehatan berdasarkan kondisi pasien.
Cara Mendapatkan Cuci Darah Menggunakan BPJS
Peserta JKN yang membutuhkan hemodialisis perlu mengikuti prosedur pelayanan yang berlaku dan tidak langsung mencari layanan secara terpisah dari alur JKN.
Tahap awal yang perlu dilakukan adalah memastikan kepesertaan dalam kondisi aktif. Setelah itu, pasien menjalani pemeriksaan untuk mengetahui kondisi kesehatan dan kebutuhan terapinya.
Jika berdasarkan pemeriksaan dokter pasien membutuhkan cuci darah, dokter akan menentukan tindakan serta pelayanan lanjutan yang sesuai dengan kondisi pasien dan ketentuan JKN.
Fasilitas kesehatan yang digunakan juga harus dipastikan memiliki kerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Informasi mengenai kepesertaan, fasilitas kesehatan, maupun layanan JKN dapat diperoleh melalui kanal resmi BPJS Kesehatan.
Apakah Semua Biaya Pengobatan Gagal Ginjal Ditanggung BPJS?
Tidak seluruh pengeluaran yang berkaitan dengan penyakit ginjal secara otomatis menjadi tanggungan BPJS Kesehatan.
Program JKN memberikan jaminan terhadap pelayanan yang memenuhi persyaratan, memiliki indikasi medis, serta dilakukan melalui prosedur dan fasilitas kesehatan yang sesuai dengan ketentuan.
Karena itu, apabila pasien membutuhkan layanan di luar terapi utama, sebaiknya informasi mengenai pembiayaan ditanyakan terlebih dahulu kepada rumah sakit atau BPJS Kesehatan.
Pertanyaan Seputar Cuci Darah dengan BPJS
- Apakah cuci darah dengan BPJS benar-benar gratis?
Biaya hemodialisis dapat dijamin JKN bagi peserta yang memenuhi persyaratan, memiliki kebutuhan medis, serta mengikuti prosedur pelayanan yang telah ditentukan. Kepemilikan kartu BPJS tidak berarti semua jenis layanan kesehatan otomatis diberikan tanpa biaya. - Apakah penderita gagal ginjal stadium 5 dapat cuci darah menggunakan BPJS?
Pasien gagal ginjal stadium lanjut yang membutuhkan hemodialisis dapat memperoleh jaminan JKN selama dokter menyatakan terapi tersebut diperlukan dan pasien memenuhi ketentuan pelayanan. - Apakah CAPD ditanggung BPJS?
CAPD dapat memperoleh jaminan melalui JKN apabila sesuai dengan kebutuhan medis pasien dan memenuhi ketentuan pembiayaan yang berlaku. - Siapa yang menentukan berapa kali pasien harus cuci darah?
Frekuensi hemodialisis ditentukan berdasarkan kondisi serta kebutuhan medis pasien oleh dokter yang menangani. Jaminan JKN diberikan dengan mengikuti ketentuan pelayanan yang berlaku. - Apakah transfusi darah untuk pasien juga dijamin BPJS?
Transfusi darah dapat ditanggung JKN apabila terdapat kebutuhan medis dan pelayanan tersebut diberikan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Kesimpulan
Cuci darah atau hemodialisis dapat memperoleh jaminan BPJS Kesehatan melalui Program JKN bagi peserta yang memang membutuhkan terapi tersebut berdasarkan indikasi medis.
Peserta perlu memastikan status JKN tetap aktif, memenuhi kewajiban kepesertaan, mengikuti alur pelayanan dan rujukan, serta menjalani terapi pada fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Selain hemodialisis, CAPD juga dapat masuk dalam jaminan JKN sesuai kebutuhan medis dan ketentuan pembiayaan. Transfusi darah pun dapat ditanggung apabila memenuhi persyaratan pelayanan.
