Pemilik kendaraan yang hendak membeli Pertalite atau Biosolar bersubsidi perlu memastikan kendaraannya telah tercatat dalam program Subsidi Tepat Pertamina. Pendaftaran tersebut diperlukan agar pengguna mendapatkan QR Code atau barcode yang nantinya ditunjukkan ketika melakukan pembelian BBM subsidi di SPBU.
Proses pengajuan dapat dilakukan melalui layanan online dengan melengkapi beberapa dokumen. KTP, STNK, dan foto kendaraan menjadi bagian dari data yang harus disiapkan.
Seluruh informasi yang dikirim kemudian diperiksa untuk memastikan kendaraan memenuhi ketentuan sebagai penerima BBM subsidi.
Persyaratan Mendapatkan Barcode Pertamina
Pemilik kendaraan perlu menyiapkan dokumen secara lengkap sebelum memulai pendaftaran. Kelengkapan tersebut membantu proses pencocokan data kendaraan pada tahap verifikasi.
Dokumen yang diperlukan terdiri dari:
- Kartu Tanda Penduduk (KTP).
- Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).
- Foto kendaraan dari sisi depan dan samping.
- Foto yang menampilkan nomor polisi dengan jelas.
Kejelasan gambar menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam pemeriksaan. Informasi pada dokumen harus dapat dibaca, sementara kendaraan yang difoto perlu terlihat dengan jelas agar dapat disesuaikan dengan data yang tercatat dalam sistem.
Langkah Mendaftar Barcode BBM Subsidi secara Online
Pendaftaran barcode untuk BBM subsidi dilakukan melalui laman resmi Subsidi Tepat Pertamina. Pemohon yang belum memiliki akun perlu membuat akun terlebih dahulu sebelum mengajukan data kendaraan.
Tahap pendaftarannya meliputi:
- Akses laman Subsidi Tepat Pertamina.
- Pilih opsi Daftar Akun Baru apabila belum mempunyai akun.
- Masukkan informasi yang diminta, termasuk NIK, nomor telepon, alamat email, dan kata sandi.
- Aktifkan akun menggunakan tautan atau kode verifikasi yang dikirimkan.
- Masuk ke akun dengan NIK dan kata sandi.
- Lengkapi informasi pribadi dan tentukan jenis BBM subsidi yang digunakan.
- Unggah KTP, STNK, serta foto kendaraan berdasarkan ketentuan yang berlaku.
- Kirim data untuk menjalani pemeriksaan.
- Pantau hasil verifikasi melalui email atau akun yang telah didaftarkan.
Pemohon yang mendapatkan persetujuan dapat kembali masuk ke akun untuk mengambil atau mengunduh QR Code. Kode tersebut selanjutnya digunakan ketika melakukan pembelian BBM subsidi di SPBU.
Sementara itu, pengajuan yang belum disetujui atau ditolak perlu diperiksa kembali. Pemohon dapat melihat keterangan penolakan, memperbaiki data atau dokumen yang bermasalah, lalu mengirim pengajuan kembali sesuai persyaratan.
Pendaftaran barcode BBM subsidi melalui program Subsidi Tepat Pertamina tidak dipungut biaya.
Tiga Hal yang Bisa Membuat Barcode Pertamina Ditolak
Pengajuan barcode tidak selalu langsung diterima karena data yang disampaikan harus memenuhi ketentuan penerima BBM subsidi. Berdasarkan ketentuan yang disampaikan Pertamina, terdapat beberapa kondisi yang dapat menyebabkan permohonan tidak disetujui.
Kendaraan Tidak Masuk Kategori Penerima
Jenis dan peruntukan kendaraan menjadi salah satu dasar dalam proses pemeriksaan. Kendaraan yang didaftarkan harus termasuk dalam kelompok yang diperbolehkan mendapatkan BBM subsidi berdasarkan aturan pemerintah mengenai penyediaan dan pendistribusian BBM bersubsidi.
Untuk Biosolar, kategori penerima yang dapat memperoleh BBM subsidi sesuai ketentuan antara lain:
- Kendaraan pribadi.
- Kendaraan umum dengan pelat kuning.
- Kendaraan angkutan barang tertentu.
- Ambulans.
- Mobil jenazah.
- Truk sampah.
- Mobil pemadam kebakaran.
- Nelayan dan pembudidaya ikan yang memenuhi persyaratan.
- Petani atau kelompok tani dengan luas lahan maksimal dua hektare.
- Usaha mikro atau industri rumahan yang memenuhi persyaratan dan mendapatkan rekomendasi dari instansi terkait.
Selain kategori tersebut, terdapat aturan tersendiri untuk transportasi air, kegiatan perikanan, sektor pertanian, pelayanan umum, pemerintah, serta kelompok usaha tertentu.
Pemilik kendaraan perlu memastikan jenis dan penggunaan kendaraannya sesuai ketentuan sebelum mengirimkan permohonan.
Informasi pada Foto STNK Tidak Terlihat Jelas
Foto STNK yang buram atau tidak menampilkan seluruh informasi dapat menyebabkan proses pemeriksaan terkendala. Pemohon sebaiknya mengambil gambar yang memperlihatkan bagian depan dan belakang STNK secara jelas.
Pantulan cahaya juga perlu dihindari karena dapat menutupi tulisan pada dokumen. Apabila STNK masih berada di dalam plastik pelindung, hasil foto perlu diperiksa kembali untuk memastikan seluruh informasi kendaraan tetap dapat dibaca.
Foto Kendaraan Tidak Memenuhi Ketentuan
Gambar kendaraan menjadi bagian dari data yang diperiksa saat pendaftaran. Pengambilan foto yang tidak sesuai dapat membuat permohonan tidak memenuhi persyaratan.
Foto kendaraan sebaiknya memiliki ketentuan berikut:
- Diambil dari bagian depan dengan posisi menyamping sekitar 45 derajat.
- Nomor polisi terlihat dengan jelas.
- Jumlah roda kendaraan dapat dihitung atau diperkirakan.
- Seluruh bagian kendaraan terlihat dan mudah dikenali.
Pemohon yang mengikuti ketentuan pengambilan foto dapat mengurangi kemungkinan pengajuan terkendala akibat gambar kendaraan yang tidak sesuai.
Alasan Barcode yang Sudah Dimiliki Bisa Hilang
QR Code yang sebelumnya telah diterbitkan juga dapat mengalami kondisi tidak muncul atau tidak bisa digunakan. Pertamina menjelaskan bahwa hal tersebut dapat berkaitan dengan proses cleansing pada sistem, terutama jika ditemukan data yang belum lengkap atau tidak sesuai.
Pemeliharaan sistem dan pemeriksaan data juga dilakukan secara berkala untuk mendukung penyaluran BBM subsidi agar lebih tepat sasaran.
Selain itu, peningkatan jumlah pendaftaran dalam jumlah besar pernah berdampak terhadap kinerja sistem. Apabila QR Code tiba-tiba tidak tersedia, pengguna yang merasa memenuhi persyaratan penerima BBM subsidi dapat melakukan pengecekan kembali melalui layanan Pertamina.
Salah satu saluran yang dapat digunakan untuk memperoleh informasi lebih lanjut adalah Call Center 135.
Langkah Pendaftaran Ulang Barcode BBM Subsidi
Pemilik kendaraan yang perlu mengajukan kembali data dapat menggunakan sistem Subsidi Tepat Pertamina. Secara umum, proses pendaftaran ulang dilakukan melalui tahapan berikut:
- Buka laman subsiditepat.mypertamina.id.
- Pilih Daftar Akun Baru jika belum mempunyai akun.
- Masukkan nama lengkap, NIK, nomor telepon, alamat email, dan kata sandi.
- Lakukan aktivasi melalui email.
- Login menggunakan NIK serta kata sandi.
- Masukkan kode OTP yang dikirim melalui SMS atau email.
- Lengkapi data pribadi dan unggah foto KTP.
- Pilih menu BBM → Unit Subsidi → Tambah Unit.
- Masukkan informasi kendaraan.
- Unggah STNK dan foto kendaraan.
- Buat PIN klaim, kemudian kirim data.
- Tunggu proses pemeriksaan dan verifikasi.
QR Code dapat diunduh setelah data dinyatakan memenuhi persyaratan. Kode tersebut kemudian digunakan saat melakukan transaksi BBM subsidi di SPBU.
Durasi pemeriksaan dapat berbeda bergantung pada kanal serta proses verifikasi data. Oleh karena itu, pemohon perlu memantau perkembangan pengajuan melalui akun maupun email yang digunakan ketika mendaftar.
Jangan Membagikan QR Code kepada Orang Lain
QR Code Subsidi Tepat berkaitan dengan identitas pengguna dan data kendaraan yang telah diverifikasi. Karena itu, kode tersebut sebaiknya tidak diberikan kepada pihak lain ataupun digunakan pada kendaraan yang berbeda.
Sebelum membeli BBM di SPBU, pemilik kendaraan juga perlu memastikan QR Code dapat ditampilkan dengan baik. Data kendaraan yang tercantum dalam sistem juga perlu dipastikan masih sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Pada proses pendaftaran, kelengkapan dokumen, kesesuaian kendaraan, dan kualitas foto merupakan beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pemeriksaan data sebelum pengajuan dikirim dapat membantu mengurangi kemungkinan permohonan ditolak dan mendukung penggunaan Pertalite maupun Biosolar sesuai ketentuan yang berlaku.
