Kopi tubruk tetap menjadi pilihan praktis bagi banyak orang yang ingin menikmati kopi di rumah tanpa harus menyiapkan mesin maupun peralatan khusus. Bubuk kopi, air panas, dan cangkir sudah cukup untuk membuatnya.
Meski terlihat mudah, proses penyeduhan tetap menentukan hasil akhirnya. Takaran yang kurang tepat, air dengan suhu yang tidak sesuai, ukuran bubuk, hingga waktu penyeduhan dapat membuat kopi terasa terlalu pahit, kelat, encer, atau aromanya tidak begitu terasa.
Karena itu, beberapa unsur perlu diperhatikan sejak awal. Mulai dari perbandingan kopi dan air, suhu air, tingkat kehalusan bubuk, sampai durasi penyeduhan dapat disesuaikan untuk mendapatkan rasa yang lebih seimbang.
Sebagai acuan sederhana, rasio 1:15 dapat digunakan. Perbandingan tersebut berarti setiap 1 gram kopi membutuhkan sekitar 15 ml air.
Takaran Kopi dan Air
Rasio 1:15 dapat menjadi dasar ketika pertama kali membuat kopi tubruk. Namun, angka tersebut bukan ketentuan yang harus selalu dipertahankan karena rasa akhir tetap dapat disesuaikan dengan selera masing-masing.
- 10 gram kopi dengan 150 ml air
- 15 gram kopi dengan 225 ml air
- 20 gram kopi dengan 300 ml air
Saat hasil seduhan terasa terlalu kuat, penggunaan air dapat sedikit ditambah pada percobaan berikutnya. Sebaliknya, kopi yang terlalu ringan dapat diperbaiki dengan menambah jumlah kopi atau mengurangi air.
Timbangan digital juga dapat membantu menjaga hasil seduhan tetap konsisten. Dengan takaran yang sama, peluang mendapatkan rasa yang serupa setiap kali menyeduh menjadi lebih besar.
Suhu Air untuk Menyeduh Kopi
Temperatur air ikut menentukan hasil ekstraksi kopi. Kisaran sekitar 90–96 derajat Celsius dapat dijadikan pedoman awal. Dalam persyaratan brewing, Specialty Coffee Association (SCA) mencantumkan rentang 92–96 derajat Celsius.
Tidak memiliki termometer bukan berarti kopi sulit dibuat. Air dapat dididihkan terlebih dahulu, kemudian dibiarkan beberapa saat agar suhunya sedikit turun sebelum digunakan untuk menyeduh.
Karena itu, air yang baru saja mendidih sebaiknya tidak langsung dituangkan ke bubuk kopi.
Suhu air bukan satu-satunya faktor yang berkaitan dengan rasa pahit. Perbandingan kopi dan air, ukuran bubuk, durasi penyeduhan, serta seberapa banyak kopi diaduk juga dapat memberikan pengaruh.
Langkah Membuat Kopi Tubruk
1. Siapkan bubuk kopi
Gunakan 15 gram kopi untuk 225 ml air sebagai resep awal. Bagi yang memakai biji kopi, proses penggilingan sebaiknya dilakukan sesaat sebelum penyeduhan agar aroma yang dihasilkan tetap lebih terasa.
2. Panaskan air
Didihkan air, lalu tunggu beberapa saat sebelum digunakan. Dengan termometer, suhu sekitar 92–94 derajat Celsius dapat dipakai sebagai titik awal.
3. Masukkan kopi ke cangkir
Masukkan bubuk kopi ke dalam cangkir yang bersih. Penggunaan timbangan untuk mengukur kopi dan air dapat dilakukan agar setiap penyeduhan memiliki takaran yang lebih teratur.
4. Tuangkan air panas
Tuang air secara merata hingga seluruh bubuk kopi terkena air. Aduk perlahan satu kali bila diperlukan. Tidak perlu mengaduk secara berulang-ulang selama proses penyeduhan.
5. Diamkan sekitar 4 menit
Biarkan kopi selama kurang lebih 4 menit agar air memiliki waktu untuk menarik rasa serta aroma dari bubuk kopi.
Durasi 4 menit dapat digunakan sebagai titik awal yang umum untuk kopi tubruk, tetapi bukan aturan mutlak. Jenis kopi dan preferensi rasa dapat membuat waktu penyeduhan yang cocok menjadi berbeda.
Setelah waktu tersebut tercapai, tunggu sampai sebagian ampas turun sebelum kopi diminum.
Ukuran Bubuk Kopi yang Sebaiknya Digunakan
Tingkat kehalusan bubuk memiliki pengaruh terhadap rasa kopi tubruk. Gilingan medium hingga medium-fine dapat digunakan sebagai pilihan awal.
Bubuk yang terlalu halus membuat proses pengambilan rasa berlangsung lebih cepat. Jika tidak diimbangi pengaturan lain, kopi dapat menjadi lebih pahit dan jumlah ampas di dalam cangkir juga cenderung lebih banyak.
Sebaliknya, bubuk yang terlalu kasar dapat membuat hasil seduhan terasa kurang kuat karena proses pengambilan rasa berlangsung lebih lambat.
Untuk itu, hindari menggunakan bubuk yang sangat halus seperti tingkat gilingan yang biasa digunakan untuk espresso.
Penyebab Kopi Terasa Pahit, Kelat, atau Encer
Kopi yang terasa kurang sesuai tidak selalu disebabkan oleh jenis bijinya. Proses penyeduhan juga bisa menjadi faktor utama.
| Kondisi Kopi | Penyesuaian yang Bisa Dicoba |
|---|---|
| Terlalu pahit | Gunakan gilingan sedikit lebih kasar, kurangi durasi seduh, atau turunkan suhu air. |
| Terlalu encer | Kurangi jumlah air atau tambahkan kopi. |
| Terasa kelat | Periksa durasi seduh, suhu, ukuran bubuk, dan pengadukan. |
| Aroma kurang terasa | Pilih kopi yang lebih segar dan lakukan penggilingan mendekati waktu seduh. |
| Ampas terlalu banyak | Hindari bubuk yang sangat halus dan jangan terlalu sering mengaduk. |
Ketika rasa belum sesuai, sebaiknya jangan mengubah seluruh variabel sekaligus. Misalnya, kopi yang terlalu pahit dapat terlebih dahulu dicoba dengan mengurangi waktu penyeduhan.
Jika hasilnya masih belum sesuai, perubahan berikutnya bisa dilakukan pada tingkat kehalusan bubuk atau suhu air. Dengan cara bertahap, penyebab perubahan rasa akan lebih mudah diketahui.
Cara Menjaga Aroma Kopi Tetap Menarik
Kesegaran kopi menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Biji kopi yang masih segar umumnya lebih mudah memberikan aroma yang terasa saat diseduh.
Bagi yang menggunakan biji kopi, giling sesuai kebutuhan dan lakukan penyeduhan tidak terlalu lama setelah proses penggilingan.
Kopi juga sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup rapat. Tempat yang terlalu lembap, terkena cahaya secara langsung, atau sering terpapar udara sebaiknya dihindari.
Air yang digunakan pun berperan dalam hasil seduhan. Pilih air bersih dengan rasa yang netral agar karakter kopi tidak tertutup oleh rasa lain.
Kebersihan peralatan sederhana seperti cangkir dan sendok juga jangan diabaikan. Sisa kopi dari penyeduhan sebelumnya dapat memengaruhi rasa maupun aroma pada seduhan berikutnya.
Apakah Rasio 1:15 Harus Selalu Digunakan?
Rasio 1:15 bukan aturan wajib. Perbandingan tersebut lebih tepat dipandang sebagai titik awal yang praktis untuk membuat kopi tubruk.
Dalam konteks cupping, terdapat acuan rasio 1:18 dengan suhu sekitar 93 derajat Celsius dan waktu penyeduhan 4 menit. Hal tersebut menunjukkan bahwa rasio dapat berbeda sesuai tujuan penyeduhan dan karakter kopi.
Karena itu, ukuran yang paling penting adalah menemukan perbandingan yang sesuai dengan selera, kemudian mempertahankannya agar hasilnya tetap konsisten.
Resep Dasar Kopi Tubruk
Bagi yang ingin langsung mencoba, resep berikut dapat dijadikan titik awal:
- 15 gram bubuk kopi
- 225 ml air
- Suhu air sekitar 92–94 derajat Celsius
- Gilingan medium hingga medium-fine
- Waktu penyeduhan sekitar 4 menit
Masukkan kopi ke dalam cangkir, kemudian tuangkan air panas hingga bubuk terkena seluruhnya. Aduk perlahan bila diperlukan, lalu diamkan sekitar 4 menit.
Setelah sebagian besar ampas turun, kopi sudah dapat diminum.
Apabila rasa yang muncul terlalu pahit, percobaan berikutnya dapat menggunakan bubuk yang sedikit lebih kasar, waktu seduh yang lebih singkat, atau suhu air yang lebih rendah.
Sebaliknya, kopi yang terlalu encer dapat diperbaiki dengan menambah jumlah kopi atau mengurangi volume air.
Kesimpulan
Kopi tubruk dapat dibuat dengan cara yang sederhana tanpa bantuan mesin kopi atau peralatan khusus. Meski demikian, hasil seduhan akan lebih mudah dikendalikan jika takaran, suhu, ukuran bubuk, dan waktu penyeduhan diperhatikan.
Resep awal yang dapat digunakan adalah 15 gram kopi dengan 225 ml air, suhu sekitar 92–94 derajat Celsius, gilingan medium sampai medium-fine, serta waktu seduh sekitar 4 menit.
Setelah mengetahui hasil dasarnya, penyesuaian bisa dilakukan sedikit demi sedikit berdasarkan rasa yang diinginkan. Dengan pendekatan tersebut, racikan kopi tubruk yang paling sesuai dapat ditemukan tanpa perlu menggunakan alat yang rumit.
















