Pencari kerja perlu menyiapkan surat lamaran kerja sebelum mengirimkan pengajuan kepada perusahaan yang membuka lowongan. Surat tersebut umumnya menjadi bagian dari berkas lamaran bersama CV (Curriculum Vitae) dan dokumen lain yang diminta perusahaan.
Surat lamaran kerja tetap memiliki peran dalam proses perekrutan. Pelamar bukan hanya perlu memastikan semua dokumen tersedia, tetapi juga harus memperhatikan cara menyusun surat agar terlihat rapi, nyaman dibaca, serta berkaitan dengan posisi yang ingin diisi.
Melalui surat lamaran, pelamar dapat menunjukkan ketertarikan terhadap pekerjaan sekaligus memperkenalkan kemampuan yang dimiliki. Informasi yang disampaikan tidak perlu terlalu panjang, tetapi harus cukup untuk menjelaskan alasan melamar dan kemampuan yang dapat mendukung pekerjaan tersebut.
Langkah Membuat Surat Lamaran Kerja
Penyusunan surat lamaran kerja dapat dilakukan dengan memperhatikan sejumlah hal berikut:
1. Cantumkan informasi diri dengan jujur
Identitas, kemampuan, dan pengalaman yang ditulis harus sesuai dengan keadaan sebenarnya. Pilih penyampaian yang sopan dan tetap menunjukkan sikap profesional.
2. Jelaskan asal informasi lowongan
Pelamar dapat mencantumkan sumber yang digunakan untuk mengetahui lowongan, seperti situs pencarian kerja, media sosial perusahaan, atau sumber informasi lainnya.
3. Sampaikan alasan tertarik melamar
Jelaskan secara ringkas alasan memilih pekerjaan tersebut. Alasan yang disampaikan sebaiknya memiliki hubungan dengan posisi yang sedang dibutuhkan perusahaan.
4. Jelaskan kemampuan yang dapat diberikan
Kemampuan dan pengalaman yang dimiliki dapat digunakan untuk menunjukkan potensi kontribusi kepada perusahaan. Pilih informasi yang memang mendukung pekerjaan yang dilamar.
5. Gunakan susunan kalimat yang mudah dipahami
Surat sebaiknya tidak dipenuhi kalimat yang panjang dan berbelit-belit. Penyampaian yang jelas membantu perekrut menemukan informasi utama dengan lebih cepat.
6. Jangan membuat surat terlalu panjang
Satu halaman sudah dapat digunakan untuk memuat informasi penting mengenai ketertarikan, kemampuan, dan alasan mengajukan lamaran. Tidak semua informasi pribadi perlu dimasukkan ke dalam surat.
7. Gunakan bahasa yang sopan dan efektif
Pilih bahasa formal yang tetap terasa alami. Periksa kembali tulisan sebelum dikirim untuk menghindari kesalahan penulisan yang dapat memengaruhi kesan profesional.
8. Utamakan kelebihan yang berkaitan dengan posisi
Kemampuan, pengalaman, maupun pencapaian yang dicantumkan sebaiknya memiliki hubungan dengan pekerjaan yang dituju. Dengan begitu, isi surat dapat lebih sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
9. Siapkan seluruh dokumen pendukung
CV dan berkas lain yang menjadi persyaratan lowongan perlu disertakan sesuai ketentuan. Pastikan semua dokumen sudah tersedia sebelum lamaran dikirimkan.
Struktur Surat Lamaran Kerja
Selain memperhatikan isi, pelamar juga perlu memahami bagian-bagian yang biasanya terdapat dalam surat lamaran. Susunannya secara umum meliputi:
Alamat pengirim
Alamat pihak yang mengajukan lamaran ditempatkan di bagian kanan atas surat.
Tanggal surat
Tanggal penulisan surat dapat diletakkan dua atau tiga baris setelah alamat pengirim.
Alamat tujuan
Bagian ini memuat nama perusahaan dan alamat lengkap perusahaan yang dituju. Nama gedung dapat dicantumkan apabila diperlukan.
Salam pembuka
Surat lamaran dalam bahasa Indonesia dapat diawali dengan salam “Dengan hormat”. Untuk surat berbahasa Inggris, salam yang dapat digunakan adalah “Dear Sir/Madam”.
Isi surat
Bagian inti surat dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu paragraf pembuka, penjelasan utama, dan paragraf penutup.
Pada bagian tersebut, pelamar dapat menyebutkan posisi yang dituju, sumber informasi lowongan, alasan tertarik terhadap pekerjaan, serta kemampuan yang relevan dengan posisi tersebut.
Salam penutup
Salam penutup diletakkan setelah isi surat dengan memberikan beberapa spasi. Bagian tersebut menjadi penanda akhir surat sebelum nama pelamar dicantumkan.
Surat Lamaran Kerja dan CV, Apa Bedanya?
Surat lamaran kerja dan CV sama-sama menjadi bagian dari pengajuan pekerjaan, tetapi informasi yang disampaikan keduanya tidak sama.
Surat lamaran digunakan untuk menjelaskan ketertarikan terhadap posisi tertentu serta menyampaikan kemampuan yang dapat ditawarkan kepada perusahaan. Sementara itu, CV memberikan informasi mengenai latar belakang pelamar, seperti data pribadi, riwayat pendidikan, pengalaman kerja, dan informasi lain yang berkaitan.
Perbedaan tersebut membuat surat lamaran lebih berfokus pada alasan dan minat terhadap pekerjaan, sedangkan CV memberikan gambaran tentang latar belakang serta pengalaman yang dimiliki pelamar.
Hal yang Perlu Diperiksa Sebelum Lamaran Dikirim
Pelamar sebaiknya melakukan pemeriksaan terakhir terhadap surat dan seluruh dokumen sebelum mengirimkan lamaran. Nama perusahaan dan posisi yang dituju harus dipastikan sudah benar agar tidak tertukar dengan informasi dari lowongan lain.
Nama, alamat, tanggal, serta daftar dokumen yang dilampirkan juga perlu diperiksa kembali. Apabila perusahaan menetapkan format tertentu atau meminta berkas khusus, persyaratan tersebut perlu diikuti agar pengajuan dapat diproses sesuai ketentuan.
Surat yang dibuat singkat tetap harus memberikan informasi yang jelas. Pelamar tidak perlu mencantumkan seluruh riwayat dirinya dalam surat karena sebagian besar informasi tersebut sudah tersedia dalam CV.
Kesimpulan
Surat lamaran kerja merupakan salah satu bagian penting ketika seseorang mengajukan diri untuk memperoleh pekerjaan. Dokumen ini dapat digunakan untuk menunjukkan minat terhadap posisi yang tersedia sekaligus memperkenalkan kemampuan kepada perusahaan.
Penyusunan surat sebaiknya dilakukan secara teratur dengan bahasa yang sopan, jelas, dan tidak berlebihan. Informasi yang dicantumkan juga perlu disesuaikan dengan posisi yang dituju, terutama kemampuan dan pengalaman yang memiliki hubungan dengan pekerjaan tersebut.
Selain surat lamaran, CV serta dokumen pendukung lainnya harus dipersiapkan sesuai persyaratan lowongan. Pemeriksaan terhadap kebenaran informasi dan kelengkapan berkas akan membantu pelamar mengirimkan pengajuan pekerjaan dengan lebih tertata.
