Masyarakat dapat memeriksa penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) September 2026 menggunakan HP melalui layanan resmi Kementerian Sosial (Kemensos).
Pengecekan tersebut tidak hanya menampilkan informasi mengenai bantuan, tetapi juga dapat memberikan keterangan tentang desil kesejahteraan yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
BPNT yang juga dikenal sebagai bantuan Sembako disalurkan secara bertahap. Untuk September 2026, penyalurannya berada pada tahap III untuk periode Juli-September 2026.
Masyarakat perlu melakukan pengecekan secara berkala karena data penerima dapat mengalami perubahan setelah dilakukan pemutakhiran, verifikasi, dan validasi.
Cara Cek BPNT September 2026 Lewat Situs Resmi
Masyarakat tidak perlu datang langsung ke kantor Dinas Sosial untuk mengetahui status BPNT. Pemeriksaan dapat dilakukan melalui situs resmi Cek Bansos Kemensos menggunakan browser di HP.
Langkah-langkahnya sebagai berikut:
- Buka browser melalui HP.
- Akses situs resmi Cek Bansos Kemensos.
- Masukkan NIK yang tercantum pada KTP.
- Isi kode verifikasi atau captcha yang tersedia.
- Pilih tombol “Cari Data”.
- Tunggu hingga sistem selesai menampilkan hasil pencarian.
Informasi yang muncul dapat mencakup nama atau identitas penerima, kelompok desil, periode bantuan, serta jenis bantuan sosial yang tercatat pada sistem.
Cek BPNT melalui Aplikasi Cek Bansos
Selain melalui website, masyarakat dapat menggunakan aplikasi Cek Bansos resmi Kemensos yang tersedia untuk perangkat Android maupun iOS.
Proses pengecekannya dapat dilakukan dengan tahapan berikut:
- Unduh aplikasi Cek Bansos resmi Kemensos melalui Play Store atau App Store.
- Jalankan aplikasi setelah proses instalasi selesai.
- Pilih menu “Cek Bansos”.
- Masukkan NIK sesuai KTP.
- Tekan “Cari Data”.
- Lihat informasi penerima yang ditampilkan pada layar.
Apabila NIK tercatat dalam sistem, hasil pencarian dapat menunjukkan desil kesejahteraan serta informasi mengenai bantuan yang diterima.
Besaran BPNT September 2026
BPNT memiliki nilai bantuan Rp200.000 setiap bulan. Untuk periode Juli-September 2026, jumlah yang diterima dapat mencapai Rp600.000 apabila bantuan selama tiga bulan disalurkan sekaligus sesuai mekanisme penyaluran.
BPNT termasuk dalam program Sembako. Nominal ataupun jenis bantuan yang diterima setiap keluarga tidak selalu sama karena penyaluran mengikuti kriteria program dan data sosial ekonomi yang digunakan pemerintah.
Kelompok yang Menjadi Prioritas BPNT
Pemerintah menggunakan data sosial ekonomi yang telah diperbarui sebagai salah satu dasar dalam penyaluran bantuan. Melalui DTSEN, keluarga dikelompokkan ke dalam 10 desil berdasarkan tingkat kesejahteraannya.
Desil 1 hingga 4 menjadi kelompok prioritas untuk sejumlah program bansos reguler. Namun, posisi seseorang dalam kelompok tersebut tidak otomatis membuatnya menjadi penerima BPNT.
Pemerintah tetap menentukan penerima berdasarkan persyaratan program, hasil pemutakhiran data, serta tahapan verifikasi dan validasi.
Penyebab Status BPNT Dapat Berubah
Status penerima bantuan tidak bersifat tetap karena data sosial ekonomi masyarakat terus diperbarui. Perubahan dapat terjadi karena kondisi kesejahteraan keluarga berubah, kriteria program tidak lagi terpenuhi, atau terdapat hasil pemadanan dan pemeriksaan data terbaru.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul sebelumnya menyampaikan bahwa perubahan desil juga dipengaruhi oleh masuknya 12 juta data baru dari BKKBN yang saat itu belum seluruhnya menjalani verifikasi dan validasi.
“Baru masuk 12 juta data baru dari BKKBN yang belum dilakukan verifikasi dan validasi. Sehingga loncat-loncat,” kata Gus Ipul dalam siaran pers, Jumat (4/9/2026).
Gus Ipul menjelaskan bahwa data tersebut kemudian distabilkan dan dirapikan sebelum melalui proses verifikasi serta validasi. Ia memperkirakan kualitas data akan semakin akurat dalam waktu satu hingga dua minggu.
Perubahan desil juga tidak langsung menunjukkan bahwa bantuan seseorang telah dicabut. Penentuan penerima tetap mengikuti mekanisme penyaluran yang berlaku pada periode bersangkutan.
Jumlah Penerima BPNT Terus Mengalami Pemutakhiran
Pemerintah melakukan pembaruan terhadap data penerima bansos secara berkala. Berdasarkan data per 6 Agustus 2026, sebanyak 15.215.415 KPM dari triwulan II melanjutkan penerimaan bansos Sembako ke triwulan III.
Pada periode yang sama, terdapat 3.043.419 KPM yang mengalami pengalihan status bantuan. Setelah perubahan tersebut, total data penerima bansos Sembako pada triwulan III tercatat sebanyak 18.258.834 KPM.
Perubahan status penerima dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, termasuk perubahan desil, tidak lagi memenuhi persyaratan, graduasi,
meninggal dunia, tidak ditemukan, mengundurkan diri, serta alasan lainnya.
Status BPNT dan Desil Bisa Dilihat Bersamaan
Masyarakat yang menggunakan layanan Cek Bansos dapat memperoleh informasi lebih dari sekadar jenis bantuan. Sistem juga dapat menampilkan kelompok desil kesejahteraan yang tercatat pada data penerima.
Desil digunakan untuk mengelompokkan keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraan dalam DTSEN. Terdapat 10 kelompok desil, mulai dari desil 1 yang menunjukkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah hingga desil 10 yang berada pada tingkat kesejahteraan lebih tinggi.
Informasi tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melihat apakah kondisi sosial ekonomi keluarganya yang tercatat dalam sistem masih sesuai dengan keadaan sebenarnya.
Langkah Jika Data Sosial Ekonomi Tidak Sesuai
Masyarakat yang menemukan ketidaksesuaian pada informasi desil atau kondisi sosial ekonominya dapat mengajukan pembaruan data melalui mekanisme yang disediakan Kemensos.
Pengguna aplikasi Cek Bansos dapat menggunakan fitur “Usulkan Pembaruan”. Pada fitur tersebut, informasi mengenai keadaan sosial ekonomi keluarga perlu diisi berdasarkan kondisi yang sebenarnya.
Pengajuan perubahan data tidak langsung menjadikan seseorang sebagai penerima bantuan. Data yang diajukan tetap harus melewati proses verifikasi dan validasi sebelum digunakan dalam penetapan bantuan.
Selain melalui aplikasi, masyarakat dapat menyampaikan kondisi tersebut kepada pemerintah desa atau kelurahan maupun pihak terkait yang menangani pendataan sosial.
Tidak Semua Keluarga Otomatis Menerima BPNT September 2026
Masyarakat perlu membedakan antara tercatat dalam DTSEN dengan status sebagai penerima bantuan sosial. Keduanya tidak selalu menunjukkan hal yang sama.
Keluarga yang berada pada desil prioritas belum tentu secara otomatis mendapatkan BPNT. Begitu pula perubahan desil tidak selalu berarti bantuan langsung dihentikan.
Karena itu, pengecekan BPNT September 2026 melalui situs atau aplikasi resmi Cek Bansos dapat digunakan untuk mengetahui status penerima, jenis bantuan, periode penyaluran, serta desil kesejahteraan yang tercatat dalam sistem.
















