Masyarakat dapat memeriksa kategori desil bansos 2026 secara online untuk mengetahui posisi kesejahteraan yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Informasi tersebut dapat menjadi salah satu petunjuk untuk melihat peluang seseorang memperoleh bantuan sosial pada penyaluran tahap 3 yang mencakup periode Juli, Agustus, dan September 2026.
Program bantuan sosial Kementerian Sosial yang memasuki tahap ketiga pada 2026 antara lain Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Pemerintah menggunakan data sosial ekonomi yang telah diperbarui sebagai salah satu dasar dalam proses penentuan penerima.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa penyaluran bansos untuk triwulan III 2026 mulai berlangsung sejak 20 Juli 2026. Data yang digunakan pada tahap tersebut merupakan hasil pemutakhiran dari Badan Pusat Statistik (BPS).
Mengenal Sistem Desil dalam Penyaluran Bansos
Desil menggambarkan pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi. Sistem tersebut membagi masyarakat ke dalam 10 kelompok, mulai dari kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah hingga kelompok dengan kondisi ekonomi yang lebih tinggi.
Pemerintah menjadikan posisi desil sebagai salah satu pertimbangan untuk menentukan kelompok yang diprioritaskan dalam sejumlah program bantuan sosial.
PKH dan BPNT atau Program Sembako diprioritaskan bagi masyarakat yang berada pada Desil 1 hingga 4. Sementara itu, PBI JKN dan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) mencakup masyarakat pada Desil 1 hingga 5.
Dengan demikian, masyarakat yang berada pada Desil 1 sampai 4 mempunyai peluang lebih besar untuk menjadi sasaran berbagai program bansos. Desil 5 masih memungkinkan memperoleh bantuan tertentu berdasarkan kebijakan program yang berlaku.
Adapun kelompok Desil 6 hingga 10 pada umumnya tidak menjadi sasaran utama bansos reguler karena berada pada tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi.
Cara Melihat Desil Bansos 2026 Lewat Website
Masyarakat dapat menggunakan situs resmi Cek Bansos Kemensos untuk melihat informasi desil menggunakan NIK KTP. Prosesnya dapat dilakukan melalui HP atau perangkat lain yang memiliki akses internet.
Berikut tahapannya:
- Buka situs Cek Bansos Kemensos melalui browser.
- Masukkan nomor NIK sesuai KTP.
- Isi kode huruf yang ditampilkan pada bagian verifikasi.
- Pilih tombol “Cari Data”.
- Tunggu hingga sistem menampilkan hasil pencarian.
Informasi yang muncul dapat mencakup nama penerima, kategori desil, serta status bantuan seperti PKH, BPNT, dan PBI JKN.
Jika kolom bantuan menunjukkan keterangan “Ya”, NIK tersebut tercatat sebagai penerima bantuan untuk periode yang sedang berjalan.
Cek Kategori Desil Menggunakan Aplikasi Cek Bansos
Aplikasi Cek Bansos juga dapat digunakan untuk mengetahui informasi mengenai kategori desil dan status bantuan. Aplikasi tersebut tersedia untuk perangkat Android maupun iOS melalui Play Store dan App Store.
Pengguna dapat mengikuti langkah berikut:
- Unduh aplikasi Cek Bansos Kemensos.
- Jalankan aplikasi setelah terpasang.
- Masuk ke menu “Cek Bansos”.
- Masukkan NIK KTP.
- Tekan “Cari Data”.
- Periksa hasil informasi yang ditampilkan.
Data hasil pencarian akan menunjukkan informasi desil dan status penerimaan bantuan yang tercatat dalam sistem.
Mengecek Desil Secara Langsung
Masyarakat yang tidak menggunakan layanan digital tetap dapat meminta informasi desil melalui jalur offline. Salah satu caranya dengan mendatangi kantor desa atau kelurahan sesuai domisili.
Petugas dapat membantu memeriksa informasi keluarga berdasarkan data yang terhubung dengan DTSEN.
Selain pemerintah desa atau kelurahan, pendamping sosial juga dapat menjadi tempat untuk meminta bantuan pengecekan.
Pendamping sosial memiliki peran dalam proses verifikasi, pembaruan data, serta memastikan penyaluran bantuan ditujukan kepada masyarakat yang memenuhi ketentuan.
Pengajuan Perubahan Data Desil DTSEN
Masyarakat yang menilai kategori desilnya tidak sesuai dengan keadaan ekonomi sebenarnya dapat mengajukan pembaruan data. Permohonan tersebut dapat disampaikan melalui pemerintah desa, kelurahan, Dinas Sosial, atau aplikasi Cek Bansos.
Untuk pengajuan melalui desa, kelurahan, atau Dinas Sosial, masyarakat dapat melakukan beberapa tahapan berikut:
- Mendatangi kantor desa, kelurahan, atau Dinas Sosial sesuai wilayah.
- Menyampaikan permintaan pembaruan kategori desil.
- Menjalani proses pendataan dan survei kondisi rumah tangga oleh petugas.
- Menunggu hasil pembahasan melalui musyawarah desa atau kelurahan.
- Data hasil pembaruan diteruskan kepada BPS untuk proses penetapan desil terbaru.
Proses tersebut diperlukan agar informasi kondisi sosial ekonomi yang tercatat dapat disesuaikan dengan keadaan sebenarnya.
Mengubah Data Desil Lewat Aplikasi Cek Bansos
Pengguna aplikasi Cek Bansos juga dapat menyampaikan usulan perubahan data secara daring. Caranya sebagai berikut:
- Buka aplikasi Cek Bansos.
- Login menggunakan akun yang telah terdaftar.
- Masuk ke menu “Usulan”.
- Lengkapi data dan pertanyaan berdasarkan kondisi sebenarnya.
- Kirim pengajuan perubahan data.
- Tunggu verifikasi yang dilakukan pendamping sosial.
Status pengajuan selanjutnya dapat dilihat melalui menu Daftar Usulan di dalam aplikasi.
Pembagian Desil 1 hingga 10
Desil 1 merupakan kelompok 10 persen dengan tingkat kesejahteraan terendah atau sangat miskin. Kelompok ini menjadi salah satu sasaran utama PKH, BPNT, dan JKN.
Desil 2 mencakup 10 hingga 20 persen kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah dan berpotensi memperoleh PKH, BPNT, serta JKN.
Desil 3 berada pada kelompok 20 hingga 30 persen terendah atau hampir miskin. Bantuan yang menjadi prioritasnya mencakup PKH, BPNT, dan JKN.
Desil 4 terdiri atas kelompok 30 hingga 40 persen terendah atau rentan miskin. Kelompok ini juga menjadi prioritas PKH, BPNT, dan JKN.
Desil 5 berada dalam kelompok 40 hingga 60 persen terendah. Bantuan yang diprioritaskan untuk kelompok ini adalah BPNT dan JKN.
Sementara itu, Desil 6 termasuk kelompok masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah dan umumnya bukan sasaran bansos reguler.
Desil 7, Desil 8, dan Desil 9 termasuk kelompok 30 persen dengan tingkat kesejahteraan tertinggi sehingga pada umumnya tidak menjadi penerima prioritas.
Sedangkan Desil 10 menggambarkan kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi dan bukan menjadi sasaran utama bantuan sosial.
Desil Rendah Tidak Menjamin Bantuan Otomatis Cair
Masyarakat yang masuk Desil 1 hingga 5 tidak secara otomatis ditetapkan sebagai penerima bantuan sosial. Pemerintah tetap melihat sejumlah ketentuan lain sebelum menetapkan penerima akhir.
Faktor yang dipertimbangkan mencakup kriteria masing-masing program, jumlah kuota yang tersedia, serta ketentuan penerima yang ditetapkan pemerintah.
Karena itu, pengecekan desil sebaiknya digunakan untuk mengetahui posisi data kesejahteraan, bukan sebagai jaminan bahwa seseorang pasti memperoleh PKH, BPNT, atau program bantuan lainnya.
Masyarakat dapat memeriksa informasi secara berkala melalui layanan resmi agar mengetahui perubahan data maupun status bantuan pada penyaluran tahap 3 tahun 2026.
















