Peserta BPJS Kesehatan dapat melakukan skrining riwayat kesehatan melalui HP tanpa harus datang langsung ke fasilitas kesehatan hanya untuk mengisi kuesioner.
Layanan tersebut membantu peserta mengetahui tingkat risiko terhadap sejumlah penyakit, di antaranya diabetes, hipertensi, penyakit jantung, dan penyakit ginjal.
Skrining dilakukan dengan menjawab sejumlah pertanyaan mengenai kondisi kesehatan, riwayat penyakit, serta kebiasaan sehari-hari.
Jawaban yang diberikan kemudian diproses oleh sistem untuk memberikan gambaran mengenai risiko kesehatan peserta.
Peserta dapat menggunakan dua pilihan layanan, yakni aplikasi Mobile JKN atau situs resmi Web Skrining BPJS Kesehatan.
Data yang Perlu Disiapkan
Peserta sebaiknya menyiapkan beberapa informasi sebelum memulai proses skrining. Persiapan ini dapat membuat pengisian berjalan lebih lancar.
Data yang diperlukan antara lain:
- NIK atau nomor kartu BPJS Kesehatan.
- Tanggal lahir.
- Berat dan tinggi badan.
- Riwayat penyakit yang pernah dialami.
- Riwayat penyakit yang terdapat dalam keluarga.
- Kebiasaan sehari-hari.
Setiap pertanyaan sebaiknya dijawab berdasarkan keadaan yang sebenarnya. Peserta tidak dianjurkan menebak jawaban atau memilih pilihan tertentu hanya agar hasil yang diperoleh terlihat lebih baik.
Langkah Skrining Riwayat Kesehatan Melalui Mobile JKN
Peserta yang telah memiliki aplikasi Mobile JKN dapat mengakses layanan skrining langsung dari HP.
Berikut tahapan yang dapat dilakukan:
- Jalankan aplikasi Mobile JKN.
- Masuk menggunakan akun yang telah terdaftar.
- Buka menu Skrining Riwayat Kesehatan.
- Tentukan peserta yang akan menjalani skrining.
- Baca informasi yang ditampilkan dan tekan Setuju apabila terdapat permintaan persetujuan.
- Lengkapi data yang diperlukan.
- Jawab seluruh pertanyaan mengenai kondisi kesehatan.
- Periksa kembali setiap jawaban sebelum disimpan.
- Simpan hasil skrining setelah seluruh pertanyaan selesai dijawab.
Setelah proses berakhir, hasil skrining akan muncul di dalam sistem.
Apabila peserta sudah pernah melakukan skrining sebelumnya dan jaraknya belum mencapai satu tahun, Mobile JKN dapat menampilkan hasil skrining terakhir yang telah dilakukan.
Cara Melakukan Skrining BPJS melalui Website
Peserta yang tidak ingin menggunakan aplikasi tetap dapat mengakses layanan tersebut melalui browser di HP.
Layanan resmi Web Skrining BPJS Kesehatan dapat dibuka melalui tautan berikut:
Web Skrining BPJS Kesehatan
Setelah halaman terbuka, peserta dapat mengikuti proses berikut:
- Masukkan NIK atau nomor kartu BPJS Kesehatan.
- Masukkan tanggal lahir sesuai data peserta.
- Ketik kode CAPTCHA yang tersedia.
- Tekan tombol untuk mencari data peserta.
- Lanjutkan proses setelah data peserta ditemukan.
- Baca pernyataan yang ditampilkan dan berikan persetujuan.
- Lengkapi informasi diri yang diminta.
- Jawab seluruh pertanyaan terkait kesehatan.
- Periksa kembali semua jawaban yang telah diberikan.
- Simpan hasil skrining.
Informasi yang diminta dalam layanan tersebut mencakup data identitas dan kondisi kesehatan peserta. Karena itu, setiap data perlu dimasukkan secara tepat sesuai keadaan sebenarnya.
Memahami Hasil Skrining Riwayat Kesehatan
Setelah seluruh kuesioner selesai diisi, sistem akan memberikan hasil berdasarkan jawaban peserta. Hasil tersebut dapat menggambarkan tingkat risiko kesehatan yang berada pada kategori rendah, sedang, atau tinggi.
Risiko Rendah
Kategori ini menunjukkan bahwa berdasarkan jawaban dalam kuesioner, risiko kesehatan yang terdeteksi berada pada tingkat rendah.
Peserta tetap perlu menjaga kebiasaan hidup sehat dan melakukan skrining kembali sesuai jadwal yang berlaku.
Risiko Sedang atau Tinggi
Hasil dengan risiko sedang maupun tinggi tidak secara otomatis berarti peserta telah menderita penyakit tertentu.
Skrining berfungsi memberikan gambaran mengenai risiko kesehatan, bukan menetapkan diagnosis. Apabila hasil menunjukkan perlunya pemeriksaan lebih lanjut, peserta dapat mendatangi FKTP atau Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama tempat peserta terdaftar.
FKTP tersebut dapat berupa puskesmas maupun klinik yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Apakah Hasil Skrining Menunjukkan Seseorang Mengidap Penyakit?
Tidak selalu.
Hasil skrining tidak dapat digunakan sebagai pengganti diagnosis dari dokter. Layanan ini digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya risiko yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut.
Ketika hasil menunjukkan risiko tinggi, peserta tetap perlu menjalani pemeriksaan di fasilitas kesehatan. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mengetahui kondisi kesehatan secara lebih jelas.
Skrining Dapat Dilakukan Berapa Kali?
Peserta BPJS Kesehatan dapat melakukan skrining riwayat kesehatan satu kali dalam satu tahun.
Ketentuan tersebut membuat hasil skrining sebelumnya masih dapat muncul di Mobile JKN apabila peserta belum mencapai jarak satu tahun sejak skrining terakhir.
Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Mengisi Skrining
Beberapa hal berikut dapat membantu peserta menghindari kesalahan ketika mengisi kuesioner:
- Berikan jawaban sesuai kondisi sebenarnya. Jangan mengubah jawaban hanya untuk mendapatkan hasil yang dianggap lebih baik.
- Luangkan waktu saat mengisi. Pastikan setiap pertanyaan dibaca dengan teliti sebelum menentukan jawaban.
- Siapkan informasi kesehatan. Data mengenai berat badan, tinggi badan, dan riwayat penyakit akan membantu ketika pertanyaan tersebut muncul.
- Pastikan menggunakan layanan resmi. Jangan memasukkan NIK maupun informasi BPJS Kesehatan ke situs yang tidak diketahui keamanannya.
- Jangan langsung menyimpulkan kondisi kesehatan dari hasil skrining. Hasil yang muncul merupakan gambaran risiko dan bukan diagnosis penyakit.
Cara Skrining BPJS Kesehatan Lewat HP
Skrining riwayat kesehatan BPJS Kesehatan dapat dilakukan dari HP melalui dua layanan, yaitu Mobile JKN dan Web Skrining BPJS Kesehatan.
Peserta cukup menyiapkan NIK atau nomor kartu BPJS Kesehatan, tanggal lahir, serta sejumlah informasi mengenai kondisi kesehatan.
Seluruh pertanyaan perlu dijawab berdasarkan keadaan sebenarnya agar hasil yang diberikan sistem sesuai dengan data yang dimasukkan.
Apabila hasil skrining menunjukkan adanya risiko yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut, peserta dapat mendatangi FKTP tempat terdaftar.
Hasil dari skrining melalui HP bukan diagnosis medis sehingga pemeriksaan langsung tetap diperlukan untuk mengetahui kondisi kesehatan secara lebih pasti.
