Masyarakat dapat mengecek status bantuan sosial secara mandiri melalui layanan resmi Cek Bansos Kemensos dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Layanan tersebut dapat diakses melalui ponsel tanpa harus memasang aplikasi tambahan.
Portal resmi cekbansos.kemensos.go.id saat ini menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai sumber data. Informasi yang ditampilkan antara lain data penerima manfaat dan posisi desil kesejahteraan keluarga.
DTSEN menjadi rujukan bersama pemerintah untuk perencanaan, penetapan sasaran, serta evaluasi berbagai program. Badan Pusat Statistik (BPS) bertugas menyusun dan mengelola DTSEN, sementara kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah ikut mendukung penyediaan dan pemutakhiran data.
Masyarakat juga dapat melakukan pembaruan informasi apabila data yang tercatat belum sesuai dengan kondisi sebenarnya. Selain Cek Bansos, tersedia kanal Cek DTSEN milik BPS di dtsen-form.bps.go.id.
Daftar Isi
- Cara Cek Bansos Kemensos lewat HP
- Apa Itu Desil DTSEN
- Pembagian Desil 1 sampai 10
- Mengapa Posisi Desil Bisa Berubah
- Mengapa Banyak Orang Mengecek Desil
- Penyebab Data Tidak Ditemukan
- Cara Memperbarui Data secara Mandiri
- Pengajuan Pembaruan melalui Desa atau Kelurahan
- Cara Memantau Hasil Pemutakhiran
Cara Cek Bansos Kemensos lewat HP
Pemerintah menyediakan situs Cek Bansos yang dapat dibuka menggunakan peramban di ponsel maupun perangkat lain. Pengguna hanya perlu menyiapkan NIK sesuai KTP dan kode keamanan yang ditampilkan sistem.
Langkah pengecekannya sebagai berikut:
- Buka peramban di ponsel.
- Masuk ke situs resmi cekbansos.kemensos.go.id.
- Masukkan 16 digit NIK sesuai KTP.
- Ketik huruf kode atau CAPTCHA yang muncul pada layar.
- Tekan tombol “Cari Data”.
- Tunggu sistem menampilkan hasil pencarian.
Portal tersebut secara resmi menjelaskan bahwa sumber data yang digunakan adalah DTSEN. Sistem juga memberikan informasi mengenai desil keluarga berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi.
Apa Itu Desil DTSEN?
Desil merupakan pengelompokan keluarga berdasarkan posisi relatif tingkat kesejahteraannya. DTSEN membagi keluarga ke dalam 10 kelompok, dengan setiap desil mewakili sekitar 10 persen keluarga di Indonesia.
Desil 1 berada pada kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah, sedangkan desil 10 berada pada kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi.
Penentuan posisi tersebut tidak hanya melihat satu kondisi seperti pendapatan atau pekerjaan. BPS menjelaskan bahwa berbagai karakteristik sosial ekonomi dipertimbangkan secara bersama-sama, termasuk kondisi tempat tinggal, sumber air, energi untuk memasak, kepemilikan aset, listrik, komposisi keluarga, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, dan disabilitas.
Karena itu, angka desil sebaiknya dipahami sebagai posisi relatif dalam pemeringkatan kesejahteraan, bukan sebagai ukuran tunggal mengenai jumlah pendapatan atau kekayaan sebuah keluarga.
Pembagian Desil 1 sampai 10
Secara umum, posisi desil dalam DTSEN dapat dibaca berdasarkan urutan tingkat kesejahteraan berikut:
- Desil 1: 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah.
- Desil 2: kelompok kedua dalam pemeringkatan kesejahteraan.
- Desil 3: kelompok ketiga.
- Desil 4: kelompok keempat.
- Desil 5: kelompok pertengahan.
- Desil 6–10: kelompok dengan posisi kesejahteraan relatif lebih tinggi.
Portal Cek Bansos menyebut desil 1 sampai 4 atau 40 persen kelompok terbawah dapat diusulkan sebagai sasaran bantuan sosial PKH dan Sembako, sedangkan desil 5 dapat diusulkan sebagai peserta PBI-JK. Namun, posisi desil bukan berarti seseorang otomatis menjadi penerima program tertentu karena penetapan akhir tetap mengikuti ketentuan masing-masing program.
Masyarakat juga dapat memeriksa atau memperbarui informasi melalui kanal resmi Cek DTSEN BPS di dtsen-form.bps.go.id.
Mengapa Posisi Desil Bisa Berubah?
Posisi desil keluarga tidak bersifat tetap. Data DTSEN terus diperbarui dengan menggunakan berbagai sumber, termasuk data administrasi, hasil sensus dan survei, pemutakhiran kementerian atau lembaga, pemerintah daerah, pengecekan lapangan, serta informasi yang disampaikan masyarakat.
Perubahan kondisi sosial ekonomi sebuah keluarga dapat memengaruhi posisinya dalam pemeringkatan. Namun, perubahan pada satu indikator saja tidak otomatis membuat desil berubah karena BPS menggunakan sejumlah karakteristik secara bersamaan.
BPS juga melakukan pemutakhiran secara berkala. Hingga 10 Juli 2026, DTSEN Versi 3 Tahun 2026 mencakup sekitar 290,13 juta record individu dan 95,98 juta record keluarga.
Karena itu, masyarakat yang merasa informasi keluarganya sudah tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya dapat memanfaatkan kanal pembaruan yang disediakan pemerintah.
Mengapa Banyak Orang Mengecek Desil?
Perhatian masyarakat terhadap desil meningkat karena data DTSEN digunakan sebagai salah satu dasar penentuan sasaran berbagai program pemerintah. Posisi dalam pemeringkatan kesejahteraan dapat menjadi salah satu informasi yang diperhatikan ketika pemerintah menentukan kelompok sasaran program sesuai aturan masing-masing.
Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu mengetahui informasi yang tercatat mengenai keluarganya. Pemeriksaan melalui kanal resmi juga dapat membantu mengurangi kesalahan informasi yang beredar mengenai status penerima bantuan.
BPS menegaskan bahwa DTSEN kini menjadi rujukan bersama pemerintah untuk mendukung perencanaan, penetapan sasaran, dan evaluasi berbagai program.
Penyebab Data Tidak Ditemukan
Hasil pencarian yang tidak menampilkan data tidak selalu berarti seseorang pasti tidak berhak menerima bantuan. Ada kemungkinan informasi kependudukan atau data sosial ekonomi belum sesuai atau belum tersedia pada sistem.
Beberapa hal yang perlu diperiksa antara lain:
- NIK yang dimasukkan tidak sesuai dengan KTP.
- Terdapat kesalahan ketika memasukkan kode keamanan.
- Informasi kependudukan belum sesuai dengan data administrasi.
- Data keluarga masih membutuhkan pemutakhiran.
- Informasi sosial ekonomi yang tercatat belum menggambarkan kondisi terbaru.
Berbeda dari informasi lama yang masih menyebut DTKS sebagai sumber utama pencarian, portal Cek Bansos saat ini secara langsung mencantumkan DTSEN sebagai sumber data.
Cara Memperbarui Data secara Mandiri
Masyarakat yang menemukan data dirinya atau keluarganya belum sesuai dapat menyampaikan pembaruan melalui kanal resmi yang tersedia. BPS menyebut pembaruan dapat dilakukan melalui Cek Bansos atau aplikasinya, SIKS-NG melalui operator desa atau kelurahan, serta Cek DTSEN.
Untuk pembaruan melalui kanal digital, masyarakat perlu menyampaikan informasi sesuai keadaan sebenarnya. Data yang dikirim kemudian menjadi bagian dari proses pemutakhiran dan penghitungan kembali.
Penting untuk dipahami bahwa pengajuan pembaruan tidak otomatis mengubah desil. Posisi akhir tetap ditentukan berdasarkan data dan metode pemeringkatan yang berlaku.
Pengajuan Pembaruan melalui Desa atau Kelurahan
Selain menggunakan kanal digital, masyarakat dapat menyampaikan informasi melalui pemerintah desa atau kelurahan sesuai mekanisme yang tersedia di daerah masing-masing.
Dokumen kependudukan seperti KTP dan Kartu Keluarga dapat disiapkan untuk membantu proses pencocokan informasi. Petugas atau operator yang berwenang kemudian dapat memasukkan pembaruan melalui sistem yang digunakan pemerintah.
Pemutakhiran juga dapat melibatkan pengecekan lapangan. BPS menjelaskan bahwa ground check merupakan salah satu sumber yang digunakan dalam proses pembaruan DTSEN.
Cara Memantau Hasil Pemutakhiran
Setelah menyampaikan pembaruan, masyarakat perlu menunggu proses pengolahan data sesuai mekanisme yang berlaku. Informasi yang diajukan tidak langsung mengubah posisi desil pada saat itu juga.
BPS menegaskan bahwa DTSEN terus diperbarui dan posisi desil dihitung kembali berdasarkan informasi yang tersedia. Masyarakat dapat memeriksa perkembangan informasi melalui kanal resmi Cek Bansos atau Cek DTSEN.
Pada Agustus 2026, BPS juga memberikan contoh bahwa pemutakhiran dapat mengubah posisi desil setelah data terbaru diproses. Dalam kasus seorang warga Kulon Progo, data yang sebelumnya berada pada desil 1 diperbarui dan kemudian tercatat pada desil 3 setelah dilakukan pemutakhiran sesuai kondisi terkini.
Dengan demikian, masyarakat sebaiknya tidak hanya melihat angka desil sekali, terutama apabila kondisi keluarga telah mengalami perubahan. Memeriksa informasi melalui kanal pemerintah dan menyampaikan pembaruan apabila terdapat ketidaksesuaian menjadi bagian penting dalam menjaga data tetap sesuai keadaan sebenarnya.
Layanan Cek Bansos Kemensos kini terhubung dengan sistem DTSEN yang terus diperbarui. Bagi masyarakat, penggunaan situs resmi dengan memasukkan NIK menjadi cara untuk melihat informasi yang tersedia, sementara pembaruan data dapat dilakukan melalui kanal yang telah disediakan pemerintah.
















