Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyalurkan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap 3 tahun 2026 sejak pertengahan Juli 2026.
Pada September 2026, penyaluran memasuki periode terakhir untuk Tahap 3 yang mencakup alokasi bantuan selama tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September 2026.
Masyarakat yang ingin mengetahui apakah namanya tercatat sebagai penerima bansos PKH September 2026 dapat melakukan pengecekan secara online menggunakan 16 digit NIK KTP.
Desil Penerima Bansos PKH Tahap 3 2026
Berdasarkan informasi dari akun Instagram resmi Dinas Sosial Sleman, penerima PKH 2026 difokuskan pada masyarakat yang masuk dalam desil 1 hingga desil 4.
Target penerima manfaat PKH pada 2026 mencapai sekitar 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penerima bantuan berasal dari sejumlah kategori yang telah ditentukan pemerintah.
Kategori penerima PKH meliputi:
- Ibu hamil.
- Anak usia dini atau balita.
- Siswa SD.
- Siswa SMP.
- Siswa SMA.
- Penyandang disabilitas berat.
- Lanjut usia.
- Korban pelanggaran HAM berat.
Besaran bantuan yang diterima setiap KPM berbeda-beda karena disesuaikan dengan kategori penerima yang tercatat dalam sistem Kemensos.
Cara Cek Bansos PKH September 2026 Lewat HP
Masyarakat tidak perlu datang langsung ke kantor pemerintah untuk mengetahui status penerima PKH Tahap 3 2026. Pengecekan dapat dilakukan secara online menggunakan NIK KTP.
Berikut cara cek bansos PKH menggunakan situs resmi Cek Bansos:
- Buka situs resmi Cek Bansos Kemensos melalui browser HP.
- Masukkan 16 digit NIK KTP.
- Masukkan kode huruf atau captcha yang tampil.
- Pastikan seluruh data sudah benar.
- Klik “Cari Data”.
- Tunggu hingga sistem menampilkan hasil pencarian.
Jika NIK tercatat sebagai penerima PKH, informasi bantuan akan muncul pada hasil pencarian sesuai data yang tersedia.
Masyarakat juga dapat melihat informasi mengenai desil kesejahteraan serta bantuan sosial lain yang tercatat pada sistem.
Rincian Nominal Bansos PKH 2026
Besaran bansos PKH 2026 berbeda berdasarkan kategori penerima. Berikut rincian bantuan yang diberikan:
- Ibu hamil: Rp3.000.000 per tahun atau Rp750.000 per tahap.
- Anak usia dini/balita: Rp3.000.000 per tahun atau Rp750.000 per tahap.
- Siswa SD: Rp900.000 per tahun atau Rp225.000 per tahap.
- Siswa SMP: Rp1.500.000 per tahun atau Rp375.000 per tahap.
- Siswa SMA: Rp2.000.000 per tahun atau Rp500.000 per tahap.
- Penyandang disabilitas berat: Rp2.400.000 per tahun atau Rp600.000 per tahap.
- Lanjut usia 60 tahun ke atas: Rp2.400.000 per tahun atau Rp600.000 per tahap.
- Korban pelanggaran HAM berat: Rp10.800.000 per tahun atau Rp2.700.000 per tahap.
Besaran bantuan yang diterima setiap keluarga dapat berbeda karena bergantung pada kategori dan komponen penerima yang tercatat dalam data KPM.
NIK KTP Belum Terdaftar Bansos, Apa Solusinya?
Tidak semua masyarakat yang merasa kurang mampu otomatis terdaftar sebagai penerima bansos.
NIK yang belum terdaftar atau ditolak dapat disebabkan oleh sejumlah faktor, seperti tidak memenuhi kriteria administrasi, hasil penilaian menunjukkan kondisi ekonomi dianggap mampu, sudah menerima bantuan tertentu, atau terdapat kesalahan dalam input data.
Jika masyarakat merasa memenuhi kriteria tetapi belum terdaftar, pengusulan data dapat dilakukan melalui fitur “Usul Sanggah” pada aplikasi Cek Bansos atau menyampaikan pengajuan melalui pemerintah desa atau kelurahan.
Pengajuan tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan pemutakhiran data dan pembahasan dalam mekanisme yang berlaku di tingkat desa.
Kesimpulan
Cek bansos PKH September 2026 dapat dilakukan dengan mudah melalui HP menggunakan NIK KTP. Masyarakat dapat mengecek status PKH Tahap 3 melalui situs resmi Cek Bansos Kemensos maupun aplikasi Cek Bansos.
Penerima PKH 2026 difokuskan pada kelompok masyarakat sesuai kriteria dan data yang digunakan pemerintah, termasuk kelompok desil 1 hingga desil 4. Besaran bantuan berbeda berdasarkan kategori penerima.
















