CPNS 2026 di SSCASN: Jadwal, Formasi, Syarat, dan Cara Daftar
Masyarakat yang menunggu pembukaan CPNS 2026 masih harus bersabar karena pemerintah belum mengumumkan jadwal resmi seleksi CPNS umum untuk kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah. Portal SSCASN memang digunakan dalam proses rekrutmen ASN tahun ini, tetapi tahapan yang berlangsung berkaitan dengan Seleksi Sekolah Kedinasan 2026.
Badan Kepegawaian Negara (BKN) menetapkan pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 berlangsung pada 18–30 Agustus 2026. Setelah periode tersebut berakhir, proses seleksi berlanjut ke tahapan administrasi dan seleksi kompetensi dasar.
Karena itu, aktifnya portal SSCASN tidak dapat langsung diartikan sebagai tanda bahwa pendaftaran CPNS umum 2026 telah dibuka. Masyarakat perlu melihat jenis seleksi yang tercantum di portal agar tidak salah memahami informasi.
CPNS 2026 Sudah Dibuka atau Belum?
Pendaftaran CPNS umum 2026 belum diumumkan secara resmi hingga 14 September 2026. Informasi yang tersedia melalui SSCASN saat ini berkaitan dengan Seleksi Sekolah Kedinasan 2026.
BKN sebelumnya menetapkan pengumuman seleksi Sekolah Kedinasan pada 15–24 Agustus 2026. Pendaftaran berlangsung pada 18–30 Agustus 2026, sedangkan pemeriksaan administrasi dilakukan pada 18 Agustus–1 September 2026.
Tahapan administrasi tersebut kini telah dilewati. Hasil seleksi administrasi dijadwalkan diumumkan pada 2–3 September 2026, masa sanggah pada 4–5 September, jawaban sanggah pada 4–6 September, dan hasil pasca-sanggah pada 7–8 September 2026.
Sementara itu, masyarakat yang menantikan rekrutmen CPNS umum tetap perlu menunggu keputusan pemerintah. Belum ada pengumuman resmi yang menetapkan tanggal pendaftaran CPNS umum 2026.
Ada 4.770 Formasi Sekolah Kedinasan 2026
Pemerintah menyediakan 4.770 formasi melalui jalur Sekolah Kedinasan 2026. Jumlah tersebut terbagi pada sembilan kementerian dan lembaga penyelenggara.
Pembagiannya sebagai berikut:
- Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kementerian Dalam Negeri: 1.410 formasi.
- Sekolah Kedinasan Kementerian Perhubungan: 891 formasi.
- Politeknik Keuangan Negara STAN Kementerian Keuangan: 1.000 formasi.
- Politeknik Siber dan Sandi Negara BSSN: 50 formasi.
- Politeknik Statistika STIS BPS: 564 formasi.
- Politeknik Pengayoman Indonesia Kementerian Hukum: 250 formasi.
- Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan: 375 formasi.
- Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika BMKG: 130 formasi.
- Sekolah Tinggi Intelijen Negara BIN: 100 formasi.
Total kebutuhan tersebut mencapai 4.770 formasi dan meningkat dibandingkan jumlah formasi Sekolah Kedinasan 2025 yang sebanyak 3.257 formasi.
Jadwal Sekolah Kedinasan 2026 Terbaru
Calon peserta perlu membedakan jadwal Sekolah Kedinasan dengan jadwal CPNS umum. Untuk Sekolah Kedinasan, BKN telah menetapkan rangkaian tahapan secara resmi.
Berikut jadwalnya:
- 15–24 Agustus 2026: pengumuman seleksi.
- 18–30 Agustus 2026: pendaftaran.
- 18 Agustus–1 September 2026: seleksi administrasi.
- 2–3 September 2026: pengumuman hasil seleksi administrasi.
- 4–5 September 2026: pengajuan sanggah.
- 4–6 September 2026: jawaban sanggah.
- 7–8 September 2026: pengumuman hasil pasca-sanggah.
- 22 September–7 Oktober 2026: Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) menggunakan CAT BKN.
- 1–13 Oktober 2026: pengumuman hasil SKD secara bertahap.
- 11–28 Oktober 2026: seleksi lanjutan.
- 21 Oktober–1 November 2026: pengumuman kelulusan akhir dari kementerian/lembaga.
BKN juga menjelaskan bahwa sebagian proses setelah SKD dapat berbeda sesuai ketentuan masing-masing sekolah kedinasan.
Dengan demikian, per 14 September 2026, tahapan yang paling dekat adalah pelaksanaan SKD CAT BKN mulai 22 September hingga 7 Oktober 2026.
Dokumen yang Perlu Disiapkan
Meskipun jadwal CPNS umum belum ditetapkan, calon pelamar dapat mulai menyiapkan dokumen yang biasanya dibutuhkan dalam proses pendaftaran ASN.
Dokumen tersebut antara lain:
- Kartu Tanda Penduduk (KTP).
- Kartu Keluarga (KK).
- Ijazah.
- Transkrip nilai.
- Pasfoto sesuai ketentuan.
- Swafoto.
- Surat lamaran jika dipersyaratkan.
- Surat pernyataan apabila diwajibkan.
- Sertifikat atau dokumen pendukung sesuai jabatan yang dipilih.
Ketentuan dokumen tidak selalu sama pada setiap seleksi. Karena itu, pelamar harus mengikuti persyaratan yang tercantum dalam pengumuman resmi instansi.
Cara Membuat Akun SSCASN
Pembuatan akun SSCASN dilakukan melalui sistem resmi BKN. Pada halaman pendaftaran akun, calon peserta diminta mengisi data identitas seperti NIK, nomor KK, nama lengkap sesuai KTP, jenis kelamin, serta tempat dan tanggal lahir.
1. Cek Identitas
Masukkan NIK dan nomor KK sesuai dokumen kependudukan. Nama serta data pribadi juga harus ditulis sesuai KTP.
2. Lengkapi Data
Setelah identitas berhasil diverifikasi, isi informasi yang diminta oleh sistem. Pelamar juga perlu menggunakan nomor telepon dan alamat email yang masih aktif.
3. Lakukan Swafoto
Ikuti petunjuk sistem untuk mengambil swafoto sesuai ketentuan yang ditampilkan pada halaman pendaftaran.
4. Konfirmasi Data
Periksa kembali informasi yang sudah dimasukkan sebelum melanjutkan. Kesalahan data dapat menyulitkan proses berikutnya.
5. Simpan Informasi Akun
Setelah registrasi berhasil, simpan informasi akun dan dokumen bukti pendaftaran agar dapat digunakan saat login dan mengikuti tahapan selanjutnya.
BKN juga mengingatkan bahwa penggunaan NIK atau data pribadi milik orang lain untuk membuat akun SSCASN merupakan tindakan yang dapat dikenai hukuman.
Tahapan Setelah Membuat Akun
Pelamar yang mengikuti seleksi melalui SSCASN harus masuk menggunakan akun yang telah dibuat. Setelah login, biodata perlu dilengkapi sesuai dokumen resmi.
Selanjutnya, pelamar dapat memilih jenis seleksi, instansi, formasi, serta jabatan yang tersedia. Pilihan tersebut harus disesuaikan dengan pendidikan dan persyaratan yang tercantum dalam pengumuman.
Dokumen kemudian diunggah sesuai format dan ukuran yang ditentukan. Sebelum melakukan finalisasi, seluruh data perlu diperiksa kembali, termasuk NIK, nama, ijazah, pendidikan, nilai, instansi, formasi, dan dokumen pendukung.
Apabila seluruh informasi sudah sesuai, pelamar dapat menyelesaikan proses pendaftaran melalui menu finalisasi. Bukti pendaftaran sebaiknya disimpan karena dapat diperlukan pada tahap berikutnya.
Syarat Umum CPNS yang Bisa Dipersiapkan
Persyaratan CPNS umum 2026 belum dapat dipastikan sebelum pemerintah menerbitkan pengumuman resmi. Sebagai gambaran, seleksi sebelumnya mengacu pada Peraturan Menteri PANRB Nomor 6 Tahun 2024.
Beberapa ketentuan yang pernah digunakan antara lain:
- Warga Negara Indonesia.
- Berusia paling rendah 18 tahun dan paling tinggi 35 tahun, dengan ketentuan pengecualian untuk jabatan tertentu.
- Tidak pernah dipidana penjara selama dua tahun atau lebih.
- Tidak pernah diberhentikan secara tidak hormat dari pekerjaan.
- Tidak sedang berstatus sebagai CPNS, PNS, anggota TNI, atau anggota Polri.
- Mempunyai kualifikasi pendidikan sesuai persyaratan formasi.
- Bersedia ditempatkan sesuai ketentuan instansi.
- Sehat jasmani dan rohani.
Ketentuan tersebut bukan pengumuman persyaratan CPNS 2026. Pelamar harus menunggu aturan terbaru apabila seleksi CPNS umum benar-benar dibuka.
Bagaimana Gambaran Formasi CPNS 2026?
Kebutuhan ASN pada 2026 sebelumnya dikaitkan dengan jumlah pegawai yang memasuki masa pensiun. Sejumlah bidang seperti pendidikan, kesehatan, teknologi informasi, keuangan dan perpajakan, administrasi pemerintahan, serta hukum diperkirakan tetap membutuhkan tenaga baru.
Angka sekitar 160.000 formasi juga pernah dikaitkan dengan kebutuhan ASN pada 2026 dan jumlah pegawai yang memasuki masa pensiun. Namun, angka tersebut tidak boleh dianggap sebagai jumlah formasi CPNS umum yang sudah ditetapkan.
Sampai pemerintah menerbitkan keputusan dan rincian formasi, informasi mengenai jumlah serta jabatan CPNS umum 2026 masih belum bersifat resmi.
Tips Mengikuti Pendaftaran SSCASN
Calon pelamar dapat memanfaatkan waktu sebelum pembukaan CPNS umum untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah:
- Pastikan koneksi internet stabil saat melakukan pendaftaran.
- Gunakan browser yang telah diperbarui.
- Siapkan dokumen dalam bentuk digital.
- Periksa format dan ukuran setiap file.
- Pastikan data kependudukan sesuai dengan dokumen resmi.
- Jangan terburu-buru melakukan finalisasi.
- Simpan Kartu Informasi Akun dan bukti pendaftaran.
- Jaga kerahasiaan kata sandi serta data akun.
- Jangan memberikan NIK atau data pribadi kepada pihak yang tidak berkepentingan.
- Periksa informasi hanya melalui kanal resmi pemerintah.
BKN sebelumnya juga mengingatkan masyarakat mengenai beredarnya informasi palsu yang mengklaim pembukaan CPNS 2026. Masyarakat diminta memeriksa informasi melalui kanal resmi BKN dan portal SSCASN serta tidak mengakses tautan mencurigakan.
Kesimpulan
Pendaftaran CPNS umum 2026 untuk kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah belum memiliki jadwal resmi hingga 14 September 2026. Portal SSCASN yang digunakan pada Agustus 2026 berkaitan dengan Seleksi Sekolah Kedinasan, bukan pembukaan CPNS umum.
Seleksi Sekolah Kedinasan 2026 menyediakan 4.770 formasi pada sembilan kementerian dan lembaga. Pendaftarannya sudah berlangsung pada 18–30 Agustus 2026, sementara tahapan berikutnya adalah SKD CAT BKN yang dijadwalkan pada 22 September–7 Oktober 2026.
Bagi masyarakat yang masih menunggu CPNS umum, informasi mengenai jadwal, jumlah formasi, instansi, jabatan, dan persyaratan sebaiknya tidak didasarkan pada poster atau tautan yang beredar di media sosial. Pengumuman resmi perlu menjadi acuan utama agar calon pelamar tidak menjadi korban informasi palsu maupun penyalahgunaan data pribadi.
















