Keluarga desil 5 tidak diprioritaskan untuk PKH dan Sembako, tetapi masih bisa diusulkan sebagai peserta PBI-JK. Simak cara cek desil dan mengajukan sanggah data.
Keluarga desil 5 sering bertanya apakah mereka masih berhak atas bantuan sosial. Kelompok ini berada di lapisan menengah bawah, tepat di batas antara keluarga yang diprioritaskan dan yang tidak. Penyaluran bansos saat ini mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), sehingga kejelasan aturan menjadi penting agar tidak salah paham.
Posisi Desil 5 dalam DTSEN
DTSEN membagi seluruh keluarga di Indonesia ke dalam sepuluh desil. Tiap desil berisi 10% keluarga, dengan desil 1 untuk kelompok kesejahteraan paling bawah dan desil 10 untuk yang paling atas. Desil 5 menempati urutan 41% sampai 50%. Keluarga di kelompok ini umumnya tergolong pas-pasan, dengan penghasilan yang cukup tetapi tipis untuk kebutuhan sehari-hari.
Penentuan desil tidak bergantung pada besaran gaji. BPS menegaskan lewat unggahan Instagram pada 13 Agustus 2026 bahwa tidak ada tabel resmi yang mengelompokkan desil berdasarkan penghasilan bulanan. Penilaian memakai variabel sosial ekonomi, seperti pekerjaan dan pendidikan anggota keluarga, kondisi rumah, daya listrik, serta kepemilikan aset.
Bansos yang Bisa Diterima Desil 5
Berdasarkan keterangan terbaru di laman Cek Bansos Kemensos, desil 1 sampai 4, atau 40% terbawah, menjadi prioritas penerima PKH dan Sembako, sedangkan desil 5 masih bisa menjadi peserta PBI-JK. Dengan kata lain, keluarga desil 5 tidak diutamakan untuk bantuan tunai maupun bantuan pangan.
PBI-JK berbeda dari dua program tersebut. Bantuannya bukan uang tunai, melainkan pelunasan iuran BPJS Kesehatan setiap bulan. Untuk Program Indonesia Pintar, Peraturan Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Nomor 17 Tahun 2026 menetapkan murid dari desil 1 sampai 4 DTSEN sebagai sasarannya.
Sejumlah pemberitaan menyebut desil 5 masih berpeluang menerima Sembako atau program lain melalui asesmen atau jika kuota tersisa. Namun, rujukan resmi Kemensos hanya menyebut PBI-JK untuk desil 5, jadi peluang di luar itu sebaiknya tidak dijadikan pegangan. Selain itu, desil bukan nomor antrean dan tidak menjamin seseorang pasti menerima bantuan.
Langkah Mengecek Desil
Status desil bisa dicek lewat dua kanal resmi, yaitu portal BPS dan situs Cek Bansos Kemensos. Melalui portal BPS:
- Buka https://dtsen-form.bps.go.id di ponsel atau peramban.
- Pilih menu Lainnya pada halaman utama.
- Masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan kode keamanan dengan teliti.
- Tekan Cek Data sampai muncul pemberitahuan verifikasi.
- Pilih Cek Desil, lalu isi tanggal lahir sesuai identitas.
- Tekan enter untuk menampilkan hasil pengelompokan.
Jika memilih jalur kedua, situs cekbansos.kemensos.go.id menyediakan pencarian berdasarkan NIK yang bersumber dari DTSEN. Nomor yang dimasukkan harus sama dengan yang tertera di KTP.
Cara Mengajukan Sanggah
Keluarga yang menilai desilnya tidak mencerminkan keadaan sebenarnya dapat meminta pembaruan data. Pengajuan bisa lewat desa atau kelurahan, dinas sosial, maupun aplikasi Cek Bansos, dengan menyampaikan data sesuai kondisi nyata. Bagi yang ingin mengurus sendiri melalui aplikasi:
- Unduh dan buka aplikasi Cek Bansos Kemensos.
- Masuk ke menu Profil di halaman awal.
- Pilih Request Pembaruan Data.
- Jawab semua pertanyaan sesuai kondisi ekonomi yang sebenarnya.
- Tunggu pendamping sosial datang untuk verifikasi lapangan.
Desil bersifat dinamis, dan setelah data diperbarui, BPS akan menghitung ulang secara periodik. Sebelumnya disebutkan perhitungan ulang berlangsung tiga bulan sekali. Agar bantuan tepat sasaran, warga disarankan memeriksa status desil secara rutin dan segera mengajukan pembaruan bila kondisi ekonomi keluarga berubah, misalnya karena kehilangan pekerjaan atau perubahan jumlah tanggungan.
