Sholat Dhuha menjadi salah satu ibadah sunnah yang dapat dikerjakan umat Islam pada pagi hari, setelah matahari terbit sampai menjelang waktu zawal. Ibadah ini sedikitnya dilakukan sebanyak dua rakaat dan dapat ditambah hingga 12 rakaat berdasarkan rujukan fikih.
Selain memperhatikan waktunya, pelaksanaan sholat Dhuha juga perlu disertai niat serta mengikuti rangkaian gerakan sholat dengan benar. Dua rakaat dikerjakan dengan satu salam, sedangkan empat rakaat dilakukan dalam dua kali sholat, masing-masing dua rakaat dan diakhiri salam.
Waktu Sholat Dhuha
Waktu Dhuha berada pada bagian pagi ketika matahari mulai meninggi. Dalam pembahasan fikih, waktunya dimulai setelah matahari terbit setinggi satu tombak, yang diperkirakan sekitar tujuh hasta atau 2,5 meter.
Batas akhirnya adalah sebelum matahari tergelincir ke arah barat atau sebelum masuk waktu zawal. Dengan rentang tersebut, umat Islam memiliki waktu yang cukup untuk melaksanakan sholat Dhuha.
Waktu yang dianggap lebih utama adalah ketika panas matahari mulai terasa. Dalam perkiraan fikih, kondisi tersebut berlangsung sekitar pukul 09.00.
Hal ini berkaitan dengan hadis riwayat Muslim mengenai sholat kaum awwabin yang dikerjakan ketika anak-anak unta mulai merasakan panasnya permukaan tanah akibat terik matahari.
Berapa Rakaat Sholat Dhuha?
Jumlah paling sedikit dalam sholat Dhuha adalah dua rakaat. Sementara itu, jumlah paling banyak yang disebutkan dalam rujukan fikih adalah 12 rakaat.
Pelaksanaan sholat dilakukan setiap dua rakaat dengan salam. Jadi, seseorang yang hendak mengerjakan empat rakaat tidak melakukannya sekaligus dalam satu salam, melainkan dua rakaat kemudian salam dan dilanjutkan dua rakaat berikutnya.
Setelah membaca Al-Fatihah, beberapa surat yang dianjurkan untuk dibaca antara lain Asy-Syams, Ad-Dhuha, Al-Kafirun, dan Al-Ikhlas. Pemilihan surat dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
Niat Sholat Dhuha 2 Rakaat
Niat pada dasarnya dilakukan dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Bagi umat Islam yang ingin melafalkannya untuk membantu memantapkan niat, bacaannya sebagai berikut:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالى
Ushallî sunnatad dhahâ rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Saya niat sholat sunnah Dhuha dua rakaat karena Allah ta’ala.”
Tata Cara Sholat Dhuha 2 Rakaat
Pelaksanaan dua rakaat sholat Dhuha mengikuti rangkaian sholat sunnah pada umumnya.
Rakaat Pertama
- Membaca niat sholat Dhuha.
- Mengangkat tangan dan melakukan takbiratul ihram.
- Membaca doa iftitah.
- Membaca Surat Al-Fatihah.
- Membaca surat atau ayat Al-Qur’an.
- Melakukan rukuk.
- Bangkit dan melakukan i’tidal.
- Melakukan sujud pertama.
- Duduk di antara dua sujud.
- Melakukan sujud kedua.
Rakaat Kedua
Setelah sujud kedua pada rakaat pertama, berdiri untuk melanjutkan rakaat kedua.
- Membaca Surat Al-Fatihah.
- Membaca surat atau ayat Al-Qur’an.
- Melakukan rukuk.
- Bangkit untuk i’tidal.
- Melakukan sujud pertama.
- Duduk di antara dua sujud.
- Melakukan sujud kedua.
- Duduk untuk membaca tahiyat akhir.
- Mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri.
Setelah salam dilakukan, rangkaian sholat Dhuha dua rakaat telah selesai.
Niat Sholat Dhuha 4 Rakaat
Bagi yang hendak menunaikan empat rakaat, bacaan niat yang dapat digunakan adalah:
أُصَلِّى سُنَّةَ الضُّحَى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلّهِ تَعَالَى
Usholli sunnatadh Dhuhaa arba’aa roka’aatin mustaqbilal qiblati adaa’an lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Aku niat sholat sunnah Dhuha empat rakaat menghadap kiblat saat ini karena Allah ta’ala.”
Meskipun niat tersebut menyebut empat rakaat, pelaksanaannya tetap dilakukan dalam dua rakaat salam. Setelah salam pertama, sholat dilanjutkan dengan dua rakaat berikutnya.
Tata Cara Sholat Dhuha 4 Rakaat
Rangkaian empat rakaat dimulai dengan pelaksanaan dua rakaat pertama seperti sholat Dhuha biasa.
Pada rakaat pertama, lakukan niat, takbiratul ihram, doa iftitah, membaca Al-Fatihah dan surat pendek, kemudian rukuk, i’tidal, sujud pertama, duduk di antara dua sujud, lalu sujud kedua.
Masuk rakaat kedua, baca Al-Fatihah dan surat pendek, kemudian rukuk, i’tidal, dua kali sujud, tahiyat akhir, dan salam.
Setelah salam, berdiri kembali untuk mengerjakan dua rakaat berikutnya. Rangkaian tersebut dilakukan dengan urutan yang sama, mulai dari niat dan takbiratul ihram, membaca Al-Fatihah serta surat pendek, rukuk, i’tidal, sujud, hingga salam setelah rakaat kedua.
Dengan demikian, empat rakaat sholat Dhuha terdiri atas dua kali pelaksanaan sholat, masing-masing dua rakaat dan satu salam.
Doa Setelah Sholat Dhuha
Sesudah menyelesaikan sholat, umat Islam dapat melanjutkannya dengan berdoa. Salah satu doa yang dikenal dalam pembahasan sholat Dhuha adalah:
اَللّٰهُمَّ إِنَّ الضَّحَآءَ ضَحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَــالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللّٰهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِيْ فِي السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ، وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ، وَإِنْ كَانَ مُعْسَرًا فَيَسِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ، بِحَقِّ ضَحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِيْ مَآ أَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
Allâhumma innad dlahâ’a dlahâ’uka, wal bahâ’a bahâ’uka, wal jamâla jamâluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ishmata ishmatuka. Allâhuma in kâna rizqî fis samâ’i fa anzilhu, wa inkâna fil ardhi fa akhrijhu, wa inkâna mu’siran fa yassirhu, wa in kâna harâman fa thahhirhu, wa inkâna ba’îdan fa qarribhu, bi haqqi dlahâ’ika wa bahâ’ika wa jamâlika wa quwwatika wa qudratika, âtinî mâ atayta ‘ibâdakas shâlihîn.
Artinya: “Wahai Tuhanku, sungguh Dhuha ini adalah Dhuha-Mu, keagungan ini adalah keagungan-Mu, keindahan ini adalah keindahan-Mu, kekuatan ini adalah kekuatan-Mu, dan penjagaan ini adalah penjagaan-Mu. Wahai Tuhanku, jika rezekiku berada di atas langit, maka turunkanlah; jika berada di dalam bumi, maka keluarkanlah; jika dipersulit, mudahkanlah; jika tercampur dengan yang haram, sucikanlah; jika jauh, dekatkanlah. Dengan hak Dhuha, keelokan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu, datangkanlah kepadaku apa yang Engkau datangkan kepada para hamba-Mu yang saleh.”
Doa Lain Setelah Sholat Dhuha
Doa Kedua
اَللّٰهُمَّ بِكَ أُصَاوِلُ وَبِكَ أُحَاوِلُ وَبِكُ أُقَاتِلُ
Allâhumma bika ushâwilu, wa bika uhâwilu, wa bika uqâtilu.
Artinya: “Dengan-Mu, aku menerjang. Dengan-Mu, aku berupaya. Dengan-Mu, aku berjuang.”
Doa Ketiga
Bacaan berikut dapat dibaca sebanyak 40 atau 100 kali:
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ
Rabbighfir lî, warhamnî, wa tub ‘alayya, innaka antat tawwâbur rahîm.
Artinya: “Tuhanku, ampunilah aku. Kasihanilah aku. Terimalah tobatku. Sungguh, Engkau Maha Penerima Tobat dan Maha Penyayang.”
Keutamaan Sholat Dhuha
Sholat Dhuha mempunyai sejumlah keutamaan yang disebutkan dalam berbagai riwayat. Salah satunya berkaitan dengan sedekah bagi anggota tubuh.
Dalam hadis riwayat Muslim dari Abu Dzar, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa setiap tulang manusia memiliki kewajiban sedekah. Tasbih, tahmid, tahlil, takbir, mengajak kepada kebaikan, dan mencegah kemungkaran juga termasuk bentuk sedekah. Dua rakaat sholat Dhuha disebut dapat mencukupi kewajiban tersebut.
Sholat Dhuha juga disebut sebagai sholat kaum awwabin, yaitu orang-orang yang kembali kepada Allah dengan bertobat. Keterangan tersebut terdapat dalam riwayat dari Abu Hurairah yang diriwayatkan al-Hakim.
Ada pula riwayat yang mengaitkan jumlah rakaat dengan keutamaan tertentu. Dua rakaat disebut sebagai sholat yang menjauhkan seseorang dari golongan yang lalai. Empat rakaat termasuk golongan yang berbuat baik, enam rakaat termasuk golongan yang taat, sedangkan delapan rakaat termasuk golongan yang beruntung. Riwayat tersebut juga menyebutkan keutamaan hingga 12 rakaat.
Karena itu, sholat Dhuha dapat menjadi pilihan ibadah sunnah untuk mengisi waktu pagi. Pelaksanaannya tidak harus dalam jumlah rakaat yang banyak. Dua rakaat sudah memenuhi jumlah minimal yang dapat dikerjakan.
Kesimpulan
Sholat Dhuha dikerjakan setelah matahari terbit hingga sebelum masuk waktu zawal. Jumlah minimalnya adalah dua rakaat, sementara jumlah maksimal yang disebutkan dalam rujukan fikih mencapai 12 rakaat. Setiap dua rakaat ditutup dengan salam.
Jika ingin menunaikan empat rakaat, pelaksanaannya dilakukan dua rakaat kemudian salam, lalu dilanjutkan dua rakaat berikutnya. Setelah sholat selesai, umat Islam dapat membaca doa dan memohon kepada Allah sesuai keperluannya.
Pelaksanaan sholat Dhuha pada dasarnya merupakan ibadah sunnah yang dikerjakan dengan niat karena Allah SWT dan mengikuti rangkaian sholat sunnah sebagaimana mestinya.
