Pemula dapat mengenal kopi secara bertahap tanpa harus menguasai istilah yang sulit sejak awal. Pengetahuan dasar bisa dimulai dengan memahami dari mana kopi berasal, mengenali jenis bijinya, mempelajari pengolahan, roasting, grinding, hingga proses penyeduhan.
Rangkaian tersebut membantu menjelaskan mengapa kopi dapat memiliki aroma, rasa, dan karakter yang berbeda meskipun sama-sama berasal dari tanaman kopi.
Mengenal Kopi dari Buahnya
Kopi tumbuh sebagai buah yang dikenal dengan istilah coffee cherry. Bagian dalam buah tersebut menyimpan biji kopi yang akan diproses setelah panen.
Biji yang sudah dipisahkan kemudian melalui proses pengeringan hingga menjadi green bean. Tahap berikutnya adalah roasting sebelum biji dapat digiling dan digunakan untuk membuat seduhan.
Dengan demikian, kopi yang berada di dalam cangkir merupakan hasil dari serangkaian proses yang dimulai sejak buah dipanen.
Memahami Arabika dan Robusta
Arabika (Coffea arabica) serta Robusta, sebutan yang umum digunakan untuk Coffea canephora, merupakan dua jenis kopi yang paling sering dijumpai.
Arabika umumnya mempunyai variasi aroma dan karakter rasa yang lebih luas. Robusta cenderung menawarkan rasa yang lebih kuat, body lebih tebal, dan tingkat kepahitan yang lebih terasa.
Namun, perbedaan jenis biji saja belum cukup untuk menjelaskan karakter sebuah kopi. Varietas, lokasi tumbuh, pengolahan setelah panen, roasting, penyimpanan, dan metode penyeduhan turut menentukan hasil akhirnya.
Mengenal Pengolahan Biji Kopi
Buah kopi yang telah dipanen perlu diproses agar bijinya dapat dipisahkan dari bagian buah. Tiga metode yang umum ditemui adalah washed, natural, dan honey.
Pada metode washed, bagian buah dibersihkan dari biji sebelum memasuki tahap pengeringan. Metode natural dilakukan dengan mengeringkan buah bersama bijinya terlebih dahulu sebelum proses pemisahan.
Sementara itu, metode honey mempertahankan sebagian lapisan lendir buah ketika biji dikeringkan.
Ketiga metode tersebut dapat memberikan pengaruh terhadap karakter kopi, tetapi hasil rasa tidak hanya ditentukan oleh proses pengolahan.
Memahami Proses Roasting
Roasting merupakan tahapan ketika green bean diberi panas untuk mengembangkan warna, aroma, dan karakter rasa yang berbeda dari kondisi biji sebelum disangrai.
Secara umum, tingkat roasting dibagi menjadi tiga kelompok:
- Light roast biasanya lebih menonjolkan karakter yang berasal dari biji.
- Medium roast cenderung menghasilkan perpaduan antara karakter asli biji dan hasil proses sangrai.
- Dark roast memberikan karakter sangrai yang lebih kuat serta rasa yang cenderung lebih pekat.
Pembagian tersebut hanya menjadi gambaran umum. Profil roasting yang diterapkan setiap roaster dapat berbeda sehingga hasil dari tingkat sangrai yang sama tidak selalu identik.
Apa Fungsi Grinding?
Grinding adalah tahap ketika biji kopi yang telah disangrai diubah menjadi bubuk sebelum digunakan untuk menyeduh.
Tingkat kehalusan bubuk berpengaruh terhadap hubungan antara air dan kopi selama proses ekstraksi. Oleh sebab itu, ukuran gilingan perlu disesuaikan dengan metode yang dipilih.
Secara sederhana, ukuran grinding dapat dibagi menjadi kasar, sedang, dan halus.
Pemula belum perlu berfokus pada angka ukuran gilingan. Hal yang lebih penting adalah memahami bahwa metode penyeduhan yang berbeda membutuhkan tingkat kehalusan yang berbeda pula.
Faktor yang Menentukan Hasil Seduhan
Beberapa unsur perlu diperhatikan ketika membuat kopi, yaitu:
- Takaran kopi,
- Jumlah air,
- Ukuran gilingan,
- Temperatur air,
- Durasi penyeduhan.
Kelima unsur tersebut saling berhubungan. Perubahan pada salah satu faktor dapat memberikan hasil rasa yang berbeda pada kopi yang sama.
Karena itu, proses belajar menyeduh kopi juga dapat dilakukan dengan mengubah satu faktor secara bertahap untuk melihat pengaruhnya terhadap hasil akhir.
Mengapa Karakter Kopi Bisa Berbeda?
Karakter kopi terbentuk melalui banyak faktor. Varietas dan lokasi tumbuh menjadi bagian awal, kemudian diikuti pengolahan, roasting, penyimpanan, grinding, kualitas air, serta metode penyeduhan.
Kondisi tersebut membuat dua kopi yang sama-sama berasal dari Arabika belum tentu menghasilkan cita rasa yang serupa.
Dalam mencicipi kopi, pemula juga akan menemukan sejumlah istilah seperti fruity, floral, nutty, dan chocolatey. Istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan kesan aroma atau rasa yang ditemukan ketika kopi dinikmati.
Memilih Metode Seduh
Metode penyeduhan kopi cukup beragam. Beberapa yang sering digunakan antara lain espresso, V60, French press, AeroPress, dan moka pot.
Pemula tidak perlu mempelajari seluruh metode tersebut dalam waktu bersamaan. Satu metode dapat dipilih terlebih dahulu agar proses latihan lebih terarah.
Mulailah dengan memahami takaran kopi dan air, ukuran gilingan, suhu air, serta waktu yang dibutuhkan. Setelah terbiasa, metode lain dapat dipelajari untuk membandingkan karakter hasil seduhan.
Tahapan Belajar Kopi dari Dasar
Pemula dapat mengikuti urutan pembelajaran secara bertahap agar setiap materi lebih mudah dipahami:
- Mengenal buah serta biji kopi.
- Mempelajari Arabika dan Robusta.
- Memahami berbagai proses pengolahan.
- Mengenal tingkat roasting.
- Mempelajari ukuran grinding.
- Memahami faktor dasar penyeduhan.
- Menentukan satu metode seduh untuk dipelajari.
- Membandingkan hasil seduhan sambil mencatat perubahan rasa.
Catatan sederhana dapat membantu melihat hubungan antara perubahan takaran, ukuran gilingan, suhu, atau waktu dengan karakter kopi yang dihasilkan.
Hal Dasar yang Perlu Dikuasai
Pemula tidak harus menghafal seluruh istilah dalam dunia kopi. Pemahaman dapat dibangun dengan terlebih dahulu menguasai hubungan antara biji, pengolahan, roasting, grinding, dan penyeduhan.
Setelah dasar tersebut dipahami, pembelajaran dapat dilanjutkan ke materi yang lebih spesifik seperti manual brew, espresso, cupping, maupun teknik barista.
