Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) membuka penerimaan Prajurit Karier (PK) Tahun Anggaran 2026 melalui jalur Bintara dan Tamtama.
Proses pendaftaran dilakukan secara online melalui situs resmi rekrutmen TNI AD, kemudian peserta yang memenuhi ketentuan melanjutkan ke tahap validasi dan berbagai pemeriksaan sesuai aturan penerimaan.
Rangkaian seleksi dapat mencakup pemeriksaan administrasi, kesehatan, jasmani, penelitian personel atau Litpers, psikologi, serta pengujian lain yang ditetapkan panitia.
Setiap gelombang memiliki jadwal tersendiri sehingga calon peserta perlu memperhatikan informasi berdasarkan jalur dan gelombang yang diikuti.
Selain itu, pendaftaran dapat dihentikan sebelum waktu yang diperkirakan apabila kuota peserta telah terpenuhi. Karena itu, jadwal pada situs resmi perlu menjadi rujukan utama sebelum calon peserta melakukan validasi.
Jadwal Rekrutmen Bintara dan Tamtama TNI AD 2026
Informasi resmi TNI AD mencantumkan jadwal yang berbeda untuk Bintara dan Tamtama.
Pada Bintara PK TNI AD Gelombang III, laman resmi rekrutmen saat ini menyatakan pendaftaran online dan validasi atau daftar ulang telah ditutup. Jadwal pelaksanaan seleksi berikutnya disampaikan kepada peserta pada saat proses validasi atau daftar ulang.
Sementara itu, jadwal resmi Tamtama PK TNI AD Gelombang III mencantumkan pendaftaran online mulai 15 Juli 2026. Validasi dimulai 17 Juli 2026 dan dapat ditutup lebih cepat apabila kuota telah terpenuhi. Informasi mengenai tahapan seleksi selanjutnya diberikan ketika peserta melakukan validasi atau daftar ulang.
Bahan informasi rekrutmen yang menjadi dasar artikel juga memuat rangkaian jadwal penerimaan untuk beberapa gelombang. Rinciannya sebagai berikut:
Bintara PK Gelombang I
Pendaftaran Bintara PK Gelombang I telah selesai. Pemeriksaan atau uji tingkat Sub Panpus juga telah selesai.
Pendidikan pertama dijadwalkan pada 28 Februari–24 April 2026, kemudian pendidikan kejuruan berlangsung 27 April–20 Juni 2026.
Tamtama PK Gelombang I
Pendaftaran Tamtama PK Gelombang I telah selesai, begitu pula pemeriksaan atau uji tingkat Sub Panpus.
Pendidikan pertama berlangsung 28 Maret–21 Mei 2026, sedangkan pendidikan kejuruan dijadwalkan 25 Mei–20 Juni 2026.
Bintara PK Gelombang II
Pendaftaran berlangsung 15 Mei–4 Juni 2026. Pemeriksaan atau uji tingkat Sub Panpus dijadwalkan 5 Juni–25 Juli 2026.
Pendidikan pertama berlangsung 30 Juli–23 September 2026, kemudian pendidikan kejuruan dijadwalkan 26 September–20 November 2026.
Tamtama PK Gelombang II
Pendaftaran berlangsung 1–23 Juni 2026. Pemeriksaan atau uji tingkat Sub Panpus dijadwalkan 24 Juni–1 Agustus 2026.
Pendidikan pertama berlangsung 25 Agustus–20 Oktober 2026, kemudian pendidikan kejuruan dijadwalkan 24 Oktober–20 November 2026.
Bintara PK Gelombang III
Dalam bahan informasi yang diberikan, pendaftaran tercantum 15 September–3 Oktober 2026. Pemeriksaan atau uji tingkat Sub Panpus tercantum 6 Oktober–26 November 2026.
Pendidikan pertama dijadwalkan 1 Desember 2026–15 Januari 2027, sedangkan pendidikan kejuruan berlangsung 28 Januari–24 Maret 2027.
Namun, laman resmi rekrutmen TNI AD yang diperbarui saat ini menyatakan pendaftaran Bintara Gelombang III telah ditutup. Karena terdapat perbedaan dengan jadwal pada bahan informasi, calon peserta perlu mengikuti status terbaru yang ditampilkan situs resmi rekrutmen.
Tamtama PK Gelombang III
Bahan informasi yang diberikan mencantumkan pendaftaran 15 September–11 Oktober 2026, pemeriksaan atau uji tingkat Sub Panpus 12 Oktober–10 Desember 2026, pendidikan pertama 16 Desember 2026–8 Februari 2027, dan pendidikan kejuruan 24 Februari–7 April 2027.
Sementara itu, jadwal pada situs resmi rekrutmen TNI AD mencantumkan pendaftaran online Tamtama Gelombang III mulai 15 Juli 2026, dengan validasi mulai 17 Juli 2026. Karena terdapat perbedaan tanggal, calon peserta sebaiknya menggunakan informasi pada laman resmi sebagai acuan terakhir.
Syarat Umum Pendaftaran TNI AD 2026
Peserta harus memenuhi persyaratan dasar sebelum dapat mengikuti rangkaian penerimaan.
Ketentuan umum yang tercantum dalam informasi rekrutmen antara lain:
- Warga Negara Indonesia.
- Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
- Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
- Tidak pernah memiliki catatan pidana yang dibuktikan dengan SKCK.
- Tidak sedang berstatus tersangka atau terdakwa dalam perkara pidana.
- Tidak sedang kehilangan hak untuk menjadi prajurit berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.
- Sehat jasmani dan rohani.
- Tidak berkacamata.
Untuk Bintara PK Gelombang III berdasarkan persyaratan yang dicantumkan dalam bahan informasi, usia peserta sekurang-kurangnya 17 tahun 10 bulan dan paling tinggi 24 tahun ketika pembukaan pendidikan pertama pada 1 September 2026.
Persyaratan usia pada penerimaan Tamtama yang tercantum di laman resmi memiliki tanggal acuan berbeda, yakni pembukaan pendidikan pertama 28 September 2026, dengan batas usia paling rendah 17 tahun 10 bulan dan paling tinggi 24 tahun.
Persyaratan Calon Bintara TNI AD
Jalur Bintara PK ditujukan bagi peserta yang memenuhi ketentuan pendidikan dan persyaratan lain yang ditetapkan TNI AD. Dalam bahan informasi, calon Bintara yang disebutkan merupakan pria yang bukan anggota maupun mantan prajurit TNI/Polri dan bukan PNS TNI.
Jenjang pendidikan yang dapat digunakan meliputi S1, D4, D3, dan D1. Lulusan SMA, MA, atau SMK sederajat juga dapat mengikuti pendaftaran sesuai ketentuan nilai yang berlaku.
Untuk lulusan SMA/MA/SMK yang menggunakan nilai Ujian Nasional, bahan informasi mencantumkan nilai rata-rata sekurang-kurangnya 37.
Sementara berdasarkan tahun kelulusan, ketentuan nilai rapor yang dicantumkan adalah:
- Lulusan 2020 minimal 65.
- Lulusan 2021–2022 minimal 68.
- Lulusan 2023–2025 minimal 70.
Karena bahan referensi penerimaan 2026 juga memuat ketentuan nilai yang berbeda, calon peserta perlu mencocokkan persyaratan dengan pengumuman gelombang yang sedang dibuka.
Selain ketentuan pendidikan dan nilai, calon Bintara juga harus:
- Belum pernah menikah.
- Bersedia tidak menikah selama pendidikan pertama hingga dua tahun setelah pendidikan pertama selesai.
- Memiliki tinggi badan minimal 163 cm dengan berat badan seimbang.
- Bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama (IDP) sekurang-kurangnya 10 tahun.
- Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia.
- Bersedia ditempatkan pada berbagai kecabangan TNI AD.
- Mengikuti seluruh pemeriksaan dan pengujian yang ditetapkan panitia.
Peserta juga harus menyetujui ketentuan mengenai pengembalian biaya yang telah dikeluarkan negara apabila secara sukarela menolak atau mengundurkan diri dari sebagian maupun seluruh proses penerimaan dan pendidikan pertama tanpa alasan yang sesuai ketentuan.
Ketentuan Fisik dan Dokumen Administrasi
Calon peserta tidak diperbolehkan mempunyai tato atau bekas tato serta tindik atau bekas tindik. Pengecualian dapat diberikan untuk kondisi yang berkaitan dengan adat, dengan melampirkan surat keterangan dari ketua adat atau suku.
Peserta juga wajib mempunyai BPJS Kesehatan atau KIS yang masih aktif.
Dokumen yang perlu dipersiapkan meliputi:
- KTP.
- Ijazah terakhir.
- Akta kelahiran.
- SKCK asli untuk keperluan rekrutmen.
- Surat persetujuan orang tua atau wali.
- Dokumen pendidikan dan transkrip nilai sesuai ketentuan.
- Sertifikat atau piagam prestasi apabila tersedia.
SKCK untuk keperluan penerimaan harus diterbitkan sesuai peruntukan rekrutmen oleh Polres, Polresta, Polrestabes, atau Polres Metro. Persyaratan resmi Tamtama juga mencantumkan kewajiban memiliki SKCK asli dan BPJS atau KIS aktif.
Peserta yang memperoleh ijazah dari luar negeri atau lembaga pendidikan di luar naungan Kemendikbud harus memenuhi ketentuan pengesahan serta penyesuaian transkrip nilai sesuai aturan yang berlaku di Indonesia.
Sertifikat Prestasi Bisa Dilampirkan
Peserta yang memiliki prestasi dapat menyertakan sertifikat, piagam, atau surat keterangan sebagai dokumen pendukung.
Prestasi minimal tingkat nasional dengan peringkat juara 1, 2, atau 3 dapat digunakan sebagai bahan rekomendasi dalam pemeriksaan, pengujian, maupun sidang pemilihan. Meski demikian, prestasi tersebut tidak menjadi jaminan bahwa peserta akan dinyatakan lulus. Ketentuan serupa tercantum dalam persyaratan resmi Tamtama Gelombang III.
Cara Mendaftar Bintara dan Tamtama TNI AD 2026
Pendaftaran calon prajurit dilakukan melalui sistem online TNI AD. Peserta memilih jalur yang sesuai, mengisi data, mengunggah dokumen, lalu mengikuti proses validasi di lokasi yang telah ditentukan.
Tahap pendaftarannya secara umum meliputi:
- Buka situs resmi rekrutmen TNI AD.
- Pilih pendaftaran sesuai jalur Bintara atau Tamtama.
- Isi data diri pada formulir online.
- Unggah dokumen yang diminta, termasuk KTP, ijazah terakhir, dan akta kelahiran.
- Cetak formulir pendaftaran, blanko dinas, blanko Rikmin, dan blanko riwayat hidup sesuai petunjuk.
- Datang ke Ajendam atau Ajenrem dengan membawa dokumen pendaftaran.
- Jalani pengukuran tinggi dan berat badan.
- Ikuti pemeriksaan tindik serta tato.
- Peserta yang memenuhi ketentuan awal menjalani validasi melalui sistem rekrutmen.
- Setelah validasi dinyatakan lengkap, peserta mengikuti rangkaian seleksi berikutnya.
Laman resmi TNI AD juga menjelaskan bahwa calon dapat mendatangi Kodim atau Koramil terdekat untuk memperoleh informasi apabila mengalami kendala transportasi, akomodasi, atau pemahaman mengenai proses pendaftaran.
Situs resmi Rekrutmen TNI AD 2026
Tahapan Seleksi Bintara dan Tamtama
Validasi menjadi salah satu tahapan awal setelah pendaftaran online. Peserta yang memenuhi ketentuan kemudian mengikuti pemeriksaan dan pengujian sesuai tingkat seleksi.
Tahapan yang tercantum dalam persyaratan meliputi:
- Pemeriksaan administrasi.
- Pemeriksaan kesehatan.
- Pemeriksaan dan pengujian jasmani.
- Penelitian personel atau Litpers.
- Pemeriksaan psikologi.
- Pengujian lain sesuai ketentuan panitia.
Pada materi penilaian Tamtama, misalnya, pemeriksaan jasmani meliputi lari 12 menit, pull-up, sit-up, push-up, shuttle run, serta renang pada tahap tertentu. Pemeriksaan kesehatan juga mencakup pemeriksaan fisik dan diagnostik sesuai tingkat seleksi.
Peserta yang sudah mengikuti validasi perlu memantau informasi dari panitia karena jadwal pemeriksaan dan tahapan selanjutnya disampaikan sesuai perkembangan seleksi.
Ketentuan Jika Mengikuti Bintara dan Tamtama
Calon peserta tidak diperbolehkan terdaftar secara bersamaan sebagai peserta Bintara dan Tamtama pada penerimaan yang sama.
Dalam ketentuan resmi Tamtama Gelombang III, calon Bintara PK TNI AD reguler pria yang tidak terpilih karena keterbatasan alokasi dapat menyatakan minat mengikuti penerimaan Tamtama. Namun, peserta harus terlebih dahulu dinyatakan tidak terpilih sebelum mengikuti jenis penerimaan lainnya.
Peserta Bintara yang gagal pada tahap tertentu dan berminat mengikuti seleksi Tamtama juga harus mengikuti ketentuan yang ditetapkan panitia, termasuk pendaftaran dan validasi apabila waktu masih tersedia.
Pendaftaran secara bersamaan tidak diperbolehkan. Jika terbukti melanggar ketentuan tersebut, peserta dapat dikeluarkan dari salah satu kepesertaan seleksi.
Rekrutmen TNI AD Tidak Dipungut Biaya
TNI AD menyatakan proses penerimaan prajurit tidak dipungut biaya sejak pendaftaran hingga peserta dilantik menjadi prajurit. Informasi resmi rekrutmen juga memperingatkan calon peserta mengenai pihak yang mengatasnamakan panitia dan meminta transfer uang.
Peserta juga wajib mematuhi ketentuan bebas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Pihak yang menawarkan jasa, menjanjikan kelulusan, atau meminta uang dengan alasan tertentu perlu diwaspadai.
Pengaduan mengenai dugaan KKN atau penyuapan dapat disampaikan melalui WhatsApp Center Panpus TNI AD di 08131050074. Nomor tersebut digunakan untuk pengaduan, bukan sebagai layanan informasi umum mengenai jadwal seleksi.
