Nasabah BSI yang mendapati kartu debit tidak dapat digunakan tidak selalu berarti rekening sedang bermasalah. Kondisi tersebut bisa terjadi karena beberapa faktor, seperti salah memasukkan PIN, sistem keamanan mendeteksi transaksi yang tidak biasa, masa berlaku kartu telah berakhir, atau kartu hilang dan tertelan mesin ATM.
BSI menyediakan layanan bantuan melalui BSI Call 14040. Nasabah juga dapat memanfaatkan layanan VoIP melalui situs resmi BSI sebagai pilihan komunikasi lainnya.
Penanganan kartu bergantung pada status pemblokirannya. Kartu yang masih berstatus blokir sementara dapat diproses untuk diaktifkan kembali melalui kantor cabang BSI. Sebaliknya, kartu yang sudah masuk status blokir permanen tidak dapat dipulihkan sehingga harus diganti dengan kartu debit baru.
Penyebab Kartu ATM BSI Tidak Bisa Digunakan
Ada beberapa kondisi yang dapat membuat kartu debit BSI berhenti berfungsi. Mengetahui penyebabnya dapat membantu nasabah menentukan langkah yang tepat.
1. PIN Salah Tiga Kali
Masukkan PIN dengan hati-hati saat bertransaksi. Kesalahan PIN secara berturut-turut hingga tiga kali dapat memicu sistem keamanan dan menyebabkan kartu terblokir.
Nasabah sebaiknya tidak terus mencoba kombinasi PIN secara acak ketika sudah tidak yakin dengan nomor yang digunakan. Percobaan berikutnya justru dapat membuat kartu semakin sulit digunakan.
2. Transaksi Dinilai Tidak Biasa
Sistem keamanan perbankan dapat memberikan perlindungan tambahan ketika menemukan pola transaksi yang berbeda dari kebiasaan nasabah atau aktivitas yang dianggap memiliki risiko.
Pemblokiran dalam kondisi tersebut dilakukan untuk mengurangi kemungkinan penyalahgunaan kartu maupun rekening.
3. Masa Berlaku Kartu Berakhir
Kartu debit memiliki tanggal kedaluwarsa yang tercantum pada kartu. Ketika masa berlaku sudah berakhir, kartu tidak dapat digunakan untuk transaksi dan nasabah perlu melakukan penggantian sesuai ketentuan BSI.
Informasi resmi BSI mencantumkan bahwa penggantian kartu karena masa berlaku berakhir tidak dikenakan biaya untuk produk kartu tertentu.
4. Kartu Hilang atau Tertelan Mesin ATM
Kartu yang hilang atau tertelan mesin ATM perlu segera dilaporkan kepada BSI. Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko kartu digunakan oleh pihak yang tidak berwenang.
Nasabah juga harus menjaga kerahasiaan data keamanan. PIN, OTP, CVV/CVC, nomor kartu, password, dan informasi penting lainnya tidak boleh diberikan kepada pihak lain.
Cara Mengatasi Kartu ATM BSI yang Terblokir
Nasabah dapat mengetahui kondisi kartu dengan menghubungi BSI Call melalui nomor 14040 atau memanfaatkan layanan VoIP yang tersedia di situs resmi BSI.
Sebelum menghubungi petugas, siapkan data yang diperlukan untuk proses verifikasi. Setelah terhubung, jelaskan kendala yang dialami dan ikuti arahan petugas.
- Siapkan identitas dan data rekening yang diperlukan.
- Hubungi BSI Call 14040 atau gunakan layanan VoIP melalui situs resmi BSI.
- Sampaikan bahwa kartu debit atau ATM tidak dapat digunakan.
- Ikuti proses verifikasi sesuai pertanyaan petugas.
- Tanyakan status kartu kepada petugas BSI.
- Ikuti langkah penanganan sesuai hasil pemeriksaan.
- Datangi kantor cabang BSI apabila kartu berstatus blokir sementara dan membutuhkan aktivasi di cabang.
BSI juga menyediakan BYOND by BSI sebagai layanan digital untuk membantu nasabah mengelola sejumlah kebutuhan perbankan, termasuk pengelolaan kartu dan tarik tunai tanpa kartu.
Mengurus Kartu Terblokir di Kantor Cabang BSI
Kartu yang berstatus blokir sementara masih dapat diproses untuk aktivasi kembali melalui kantor cabang BSI. Setelah berhasil diaktifkan, kartu dapat digunakan kembali untuk transaksi di ATM, CRM, dan EDC.
Nasabah sebaiknya menyiapkan dokumen yang berkaitan dengan rekening, antara lain:
- KTP asli
- Buku tabungan apabila masih digunakan atau diminta petugas
- Kartu debit BSI apabila masih dimiliki
Setibanya di kantor cabang, ambil antrean untuk layanan customer service. Jelaskan kendala kartu kepada petugas, lalu ikuti proses pemeriksaan, verifikasi, dan instruksi sampai penanganan selesai.
Apabila kartu mengalami kerusakan atau sudah melewati masa berlaku, petugas dapat mengarahkan nasabah untuk melakukan penggantian kartu.
Berapa Biaya Penggantian Kartu ATM BSI?
Biaya penggantian kartu BSI dapat berbeda berdasarkan jenis produk tabungan dan alasan penggantian. Karena itu, nasabah sebaiknya memeriksa tarif yang berlaku sebelum mengajukan kartu baru.
Pada produk BSI Tabungan Easy Wadiah, misalnya, biaya penggantian BSI Debit karena hilang atau rusak tercantum sebesar Rp25.000. Sementara biaya penggantian BSI Debit GPN/Visa karena jatuh tempo tercantum Rp0.
Informasi produk BSI Debit juga mencantumkan biaya Rp25.000 untuk kartu yang rusak dan/atau tertelan mesin ATM, sedangkan penggantian karena masa berlaku berakhir tercantum tidak dikenakan biaya.
Ketentuan tersebut dapat berbeda sesuai produk dan kondisi kartu. Nasabah sebaiknya melakukan konfirmasi kepada BSI untuk mendapatkan informasi tarif yang sesuai dengan kartu yang dimiliki.
Perbedaan Blokir Sementara dan Blokir Permanen
Status pemblokiran menentukan langkah yang perlu dilakukan nasabah karena kedua kondisi tersebut memiliki penanganan berbeda.
Blokir Sementara
Kartu dengan status blokir sementara masih dapat diaktifkan kembali melalui kantor cabang BSI. Setelah proses aktivasi berhasil, kartu dapat digunakan kembali pada ATM, CRM, dan EDC.
Blokir Permanen
Kartu yang sudah berstatus blokir permanen tidak dapat diaktifkan kembali. Nasabah perlu mengganti kartu tersebut dengan kartu debit baru.
Cara Mencegah Kartu BSI Terblokir
Beberapa kebiasaan berikut dapat membantu mengurangi risiko kartu terblokir maupun disalahgunakan:
- Pastikan PIN yang dimasukkan sudah benar sebelum melakukan transaksi.
- Jangan mencoba PIN berkali-kali ketika tidak yakin.
- Simpan PIN secara aman dan terpisah dari kartu.
- Segera laporkan kartu yang hilang atau tertelan mesin ATM.
- Periksa masa berlaku kartu secara berkala.
- Jangan membagikan PIN, OTP, CVV/CVC, nomor kartu, password, atau data keamanan lainnya kepada pihak lain.
Nasabah juga perlu berhati-hati terhadap pihak yang mengaku sebagai petugas BSI. Informasi mengenai rekening dan kartu sebaiknya hanya diberikan melalui saluran resmi bank.
Tetap Bisa Bertransaksi Saat Kartu ATM Bermasalah
Kartu debit yang tidak dapat digunakan tidak otomatis menghentikan seluruh akses ke rekening. Nasabah yang masih memiliki akses ke layanan digital dapat menggunakan fasilitas elektronik yang tersedia sesuai jenis rekening dan layanan yang dimiliki.
BYOND by BSI menyediakan berbagai fasilitas digital, antara lain transfer, pembayaran, pembelian, QRIS, tarik tunai tanpa kartu, informasi rekening, serta pengelolaan kartu.
BSI juga menyediakan BSI Net sebagai salah satu kanal digital banking. Ketersediaan fitur dapat bergantung pada produk rekening dan layanan yang digunakan nasabah.
Kesimpulan
Kartu ATM BSI yang tidak dapat digunakan dapat disebabkan oleh beberapa hal, mulai dari salah memasukkan PIN, aktivitas transaksi yang dianggap tidak biasa, masa berlaku kartu berakhir, hingga kartu hilang atau tertelan mesin ATM.
Nasabah dapat menghubungi BSI Call 14040 untuk mengetahui kondisi kartu dan mendapatkan arahan penanganan. Layanan VoIP melalui situs resmi BSI juga dapat digunakan sebagai alternatif komunikasi.
Kartu yang berstatus blokir sementara masih dapat diaktifkan melalui kantor cabang BSI. Sementara kartu yang sudah berstatus blokir permanen harus diganti dengan kartu debit baru.
Biaya penggantian kartu mengikuti jenis produk dan kondisi kartu. Pada BSI Tabungan Easy Wadiah, penggantian BSI Debit karena hilang atau rusak tercantum sebesar Rp25.000, sedangkan penggantian BSI Debit GPN/Visa karena jatuh tempo tercantum Rp0.
