Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dapat memeriksa status bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) melalui ponsel tanpa harus datang langsung ke kantor pemerintah. Pengecekan dapat dilakukan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) melalui aplikasi Cek Bansos maupun laman resmi Kementerian Sosial.
Pada September 2026, penyaluran PKH dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) telah memasuki Tahap 3 dengan periode bantuan Juli, Agustus, dan September. Proses pencairan dilakukan secara bertahap sehingga waktu penerimaan setiap KPM tidak selalu sama. Pemerintah juga terus memperbarui data penerima berdasarkan kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Karena itu, KPM yang terdaftar sebagai penerima PKH dapat melakukan pengecekan secara berkala untuk mengetahui status bantuan, jenis program yang diterima, serta informasi penyalurannya.
Cara Cek Bansos PKH Lewat Aplikasi Cek Bansos
Pengecekan melalui HP dapat dilakukan menggunakan aplikasi resmi Cek Bansos Kemensos. Berikut langkah-langkahnya:
- Unduh aplikasi Cek Bansos Kemensos melalui Play Store atau App Store.
- Buka aplikasi setelah proses pemasangan selesai.
- Pilih menu Cek Bansos.
- Masukkan NIK sesuai data pada KTP.
- Isi kode verifikasi yang ditampilkan.
- Pilih Cari Data.
Setelah proses selesai, sistem akan menampilkan informasi penerima yang tersedia dalam database, termasuk identitas penerima, jenis bantuan, status bantuan, dan periode penyaluran.
Cara Cek PKH Melalui Situs Resmi Kemensos
Selain aplikasi, masyarakat dapat menggunakan situs Cek Bansos untuk melihat status penerima. Langkahnya sebagai berikut:
- Buka laman cekbansos.kemensos.go.id.
- Masukkan NIK sesuai KTP.
- Masukkan kode Captcha yang muncul.
- Klik Cari Data.
Hasil pencarian dapat memuat nama penerima, kelompok desil, status bantuan, serta jenis bansos yang tercatat. Pengecekan menggunakan NIK juga menjadi salah satu cara untuk memastikan apakah data penerima masih tercatat dalam sistem.
PKH Sudah Terdaftar tetapi Belum Cair
KPM yang namanya masih tercatat sebagai penerima tetapi belum memperoleh PKH tidak perlu langsung menyimpulkan bahwa bantuan tidak akan disalurkan. Penyaluran dilakukan secara bertahap dan data penerima dapat mengalami perubahan setelah proses pemutakhiran.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah:
- Periksa kembali status bansos melalui aplikasi Cek Bansos atau laman resmi Kemensos.
- Hubungi pendamping sosial yang bertugas di wilayah tempat tinggal.
- Datang ke kantor desa atau kelurahan untuk menanyakan kondisi data penerima.
- Pastikan NIK dan data kependudukan sesuai dengan KTP.
- Periksa apakah ada perubahan kondisi keluarga yang belum tercatat atau diperbarui.
Pemerintah menggunakan data yang telah dimutakhirkan dalam proses penyaluran. Pada Tahap 3 2026, sebagian KPM dari periode sebelumnya mengalami perubahan status karena kondisi ekonomi atau faktor lain, seperti perubahan desil, tidak lagi memenuhi kriteria, telah graduasi, meninggal dunia, tidak ditemukan, atau mengundurkan diri.
Perkembangan Penyaluran PKH Tahap 3 September 2026
Penyaluran bansos Tahap 3 untuk periode Juli-September 2026 masih menjadi perhatian pada September. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul sebelumnya menyampaikan bahwa penyaluran PKH telah menjangkau lebih dari 7 juta KPM, sedangkan BPNT telah diterima lebih dari 12 juta KPM.
Untuk keseluruhan penerima PKH dan bantuan sembako pada tahap tersebut, jumlahnya telah melampaui 18 juta KPM. Data penerima menggunakan hasil pemutakhiran yang dilakukan pemerintah.
Kemensos juga menahan sementara penyaluran bantuan bagi lebih dari 1.400 KPM yang terindikasi memiliki transaksi judi online untuk dilakukan penelusuran lebih lanjut. Pada 7 September 2026, Saifullah Yusuf menyebut realisasi penyaluran bansos triwulan ketiga telah berada di atas 80 persen dari kuota nasional sekitar 18,3 juta KPM.
















