Masyarakat dapat memeriksa posisi desil keluarga dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) melalui layanan resmi Cek Bansos pada September 2026.
Informasi tersebut dapat menjadi acuan untuk mengetahui kelompok kesejahteraan keluarga sekaligus memahami posisi data dalam penentuan sasaran sejumlah program bantuan sosial.
Pada September 2026, laman resmi Cek Bansos menggunakan DTSEN sebagai sumber data. Sistem ini mengelompokkan keluarga berdasarkan kondisi sosial dan ekonomi ke dalam 10 tingkat kesejahteraan.
Dalam pembagian tersebut, desil 1 mencakup 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Sementara itu, desil 10 berada pada kelompok keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.
Keluarga yang masuk desil 1 sampai 4 atau 40 persen terbawah dapat diusulkan menjadi sasaran penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako. Adapun keluarga yang berada pada desil 5 dapat diusulkan sebagai peserta PBI-JK.
Namun, posisi desil tidak secara langsung menetapkan seseorang sebagai penerima bantuan. Setiap program tetap memiliki ketentuan tersendiri dan penetapan penerima dilakukan berdasarkan proses pemutakhiran data yang berlaku.
Mengenal Desil Bansos
Desil merupakan pengelompokan keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraan sosial dan ekonomi. Penentuannya menggunakan sejumlah informasi yang menggambarkan kondisi keluarga, mulai dari pekerjaan dan pendidikan hingga keadaan tempat tinggal.
Kondisi rumah, daya listrik, serta kepemilikan aset juga menjadi bagian dari informasi yang digunakan dalam pengelompokan tersebut.
DTSEN membagi keluarga ke dalam 10 kelompok. Masing-masing desil menggambarkan sekitar 10 persen keluarga sesuai tingkat kesejahteraannya.
Berikut pembagian desil tersebut:
- Desil 1: 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
- Desil 2: kelompok masyarakat miskin.
- Desil 3: kelompok hampir miskin.
- Desil 4: kelompok rentan miskin.
- Desil 5: kelompok dengan kondisi ekonomi relatif stabil.
- Desil 6: kelompok ekonomi menengah.
- Desil 7: kelompok ekonomi menengah atas.
- Desil 8: kelompok mapan.
- Desil 9: kelompok kaya.
- Desil 10: kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.
Posisi keluarga dalam desil dapat berubah dari waktu ke waktu. Perubahan kondisi sosial ekonomi maupun pembaruan informasi keluarga dapat memengaruhi hasil pengelompokan.
Karena itu, penghitungan desil dilakukan kembali secara berkala dengan mengacu pada data yang telah diperbarui.
Cara Cek Desil Bansos September 2026 Lewat Website
Masyarakat dapat mengecek posisi desil secara mandiri melalui laman resmi Cek Bansos. Prosesnya membutuhkan NIK yang terdiri dari 16 digit dan kode verifikasi yang tersedia pada halaman pencarian.
Tahapan pengecekannya sebagai berikut:
- Akses laman resmi Cek Bansos Kemensos menggunakan browser.
- Masukkan NIK 16 digit sesuai data yang tertera pada KTP.
- Isi kode verifikasi yang muncul di halaman.
- Pilih tombol “CARI DATA”.
- Tunggu hingga sistem selesai memproses pencarian dan menampilkan data.
Apabila informasi berhasil ditemukan, hasil pencarian dapat memuat status penerima manfaat, keterangan desil, serta informasi bantuan sosial yang tercatat dalam sistem.
Cek Desil September 2026 Melalui Aplikasi Cek Bansos
Aplikasi Cek Bansos yang disediakan Kementerian Sosial juga dapat digunakan untuk memeriksa informasi terkait data bansos.
Pengguna dapat memasang aplikasi pada ponsel, kemudian membuka fitur pengecekan data dan mengikuti instruksi yang ditampilkan. Identitas yang dimasukkan harus sesuai dengan data kependudukan yang telah terdaftar.
Pengguna perlu memperhatikan bahwa tampilan serta menu aplikasi dapat mengalami perubahan seiring pembaruan layanan. Oleh sebab itu, gunakan aplikasi dengan versi terbaru dan hindari aplikasi yang tidak resmi, terutama ketika memasukkan informasi pribadi.
Kriteria Desil untuk Sasaran Bansos 2026
Desil menjadi salah satu dasar dalam menentukan sasaran program bantuan sosial. Pada 2026, kelompok desil yang dapat diusulkan untuk sejumlah program adalah sebagai berikut:
PKH: keluarga yang berada pada desil 1 sampai 4 dapat diusulkan sebagai penerima.
Program Sembako atau BPNT: keluarga dalam desil 1 sampai 4 dapat diusulkan sebagai penerima.
PBI-JK: keluarga yang berada pada desil 5 dapat diusulkan sebagai peserta.
Pengelompokan desil menggunakan sejumlah variabel sosial ekonomi sehingga tidak ditentukan hanya dari satu jenis informasi. Ketika kondisi keluarga berubah atau data mengalami pembaruan, posisi desil juga dapat berubah.
Jika Data Desil Tidak Sesuai Kondisi
Masyarakat yang menemukan posisi desil yang dinilai belum menggambarkan kondisi keluarga sebenarnya dapat mengajukan pembaruan data. Pengajuan dapat dilakukan melalui desa atau kelurahan maupun dinas sosial sesuai mekanisme yang berlaku.
Selain itu, pembaruan informasi dapat diajukan melalui Aplikasi Cek Bansos dengan memberikan data berdasarkan kondisi keluarga yang sebenarnya.
Data yang telah diperbarui dapat menjadi bahan dalam proses pemutakhiran DTSEN. Informasi tersebut kemudian dapat digunakan dalam penghitungan desil pada pembaruan berikutnya.
Kesimpulan
Cek desil bansos September 2026 dapat dilakukan menggunakan NIK KTP melalui layanan resmi Cek Bansos. Pada September 2026, DTSEN digunakan sebagai sumber data dalam layanan tersebut untuk mengelompokkan keluarga berdasarkan tingkat kesejahteraan.
Keluarga yang berada pada desil 1 sampai 4 atau 40 persen terbawah dapat diusulkan sebagai sasaran PKH dan Program Sembako. Sementara itu, desil 5 dapat diusulkan sebagai peserta PBI-JK.
Meski demikian, posisi desil bukan berarti seseorang otomatis mendapatkan bantuan. Penetapan penerima tetap mengikuti ketentuan masing-masing program dan proses pemutakhiran data yang berlaku.
















