Cara cek desil DTSEN menjadi informasi penting bagi masyarakat yang ingin mengetahui apakah masuk dalam kelompok prioritas penerima bantuan sosial (bansos) pemerintah.
Data desil digunakan sebagai salah satu acuan dalam menentukan kelompok masyarakat yang menjadi sasaran berbagai program bantuan.
Dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), tingkat kesejahteraan masyarakat dibagi menjadi 10 kelompok atau desil.
Karena itu, masyarakat perlu mengetahui masuk desil berapa untuk memahami posisi sosial ekonominya dan peluang mendapatkan program bantuan pemerintah.
Apa Itu Desil DTSEN?
Menurut informasi dari pemerintah daerah, desil DTSEN adalah pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan sosial ekonomi. Terdapat 10 tingkatan desil, mulai dari desil 1 hingga desil 10.
Penentuan desil tidak hanya berdasarkan penghasilan atau gaji seseorang. Pemerintah mempertimbangkan berbagai indikator sosial ekonomi untuk menentukan peringkat kesejahteraan keluarga.
Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan antara lain:
- Kondisi tempat tinggal dan fasilitas dasar rumah.
- Kepemilikan aset.
- Akses terhadap pendidikan.
- Akses terhadap layanan kesehatan.
- Jumlah anggota keluarga dan tanggungan.
- Kondisi sosial ekonomi keluarga lainnya.
Semakin rendah angka desil, secara umum menunjukkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan yang lebih rendah.
Data tersebut kemudian dapat digunakan sebagai salah satu dasar penargetan berbagai program pemerintah.
Cara Cek Desil DTSEN Lewat Google dengan NIK KTP
Masyarakat dapat mencari layanan pengecekan desil DTSEN melalui Google. Namun, pengecekan tetap dilakukan melalui situs resmi pemerintah, bukan melalui layanan Google.
Untuk melakukan pengecekan, siapkan NIK KTP 16 digit dan koneksi internet. Ada dua layanan yang dapat digunakan, yaitu Cek Bansos Kemensos dan DTSEN Form BPS.
Cara Cek Desil DTSEN melalui Cek Bansos Kemensos
Berikut langkah-langkah untuk mengetahui desil DTSEN melalui situs Cek Bansos Kemensos:
- Buka situs resmi Cek Bansos Kemensos di cekbansos.kemensos.go.id.
- Tunggu hingga halaman situs terbuka sepenuhnya.
- Masukkan 16 digit NIK KTP pada kolom yang tersedia.
- Masukkan kode huruf atau captcha sesuai yang ditampilkan.
- Jika kode kurang jelas, lakukan pergantian kode.
- Periksa kembali NIK dan kode captcha yang dimasukkan.
- Klik tombol “CARI DATA”.
- Sistem akan menampilkan hasil pencarian data.
Informasi yang ditampilkan dapat mencakup nama, desil, serta status dan periode penerimaan sejumlah program bansos, sesuai data yang tersedia dalam sistem.
Cara Cek Desil DTSEN melalui DTSEN Form BPS
Selain melalui Cek Bansos Kemensos, masyarakat juga dapat melakukan pengecekan melalui layanan DTSEN Form BPS.
Caranya sebagai berikut:
- Buka situs resmi DTSEN Form BPS di dtsen-form.bps.go.id.
- Setelah halaman terbuka, pilih tombol “Lainnya”.
- Masukkan NIK pada kolom yang tersedia.
- Masukkan kode verifikasi.
- Pastikan seluruh data sudah benar, kemudian klik “Cek Data”.
- Jika NIK tercatat dalam basis data DTSEN, sistem akan menampilkan pemberitahuan bahwa NIK ditemukan.
- Klik “Tutup”.
- Pilih menu “Cek Desil”.
- Masukkan tanggal lahir dan kode yang diminta.
- Klik “Cek Data”.
- Sistem akan menampilkan informasi mengenai desil DTSEN beserta periode datanya.
Dengan cara tersebut, masyarakat dapat mengetahui posisi desil berdasarkan data yang tercatat dalam DTSEN.
Desil Berapa yang Bisa Mendapat Bansos?
Mengetahui desil DTSEN penting karena pengelompokan tersebut digunakan dalam penentuan sasaran sejumlah program pemerintah.
Berdasarkan informasi pada layanan Cek Bansos Kemensos, keluarga yang masuk desil 1 hingga 4 menjadi kelompok prioritas penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako atau BPNT, sesuai kriteria dan ketentuan program.
Sementara itu, masyarakat yang berada pada desil 5 dapat diusulkan sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan (JK) sesuai ketentuan yang berlaku.
Artinya, mengetahui desil DTSEN dapat membantu masyarakat memahami apakah dirinya termasuk kelompok yang menjadi sasaran prioritas program bantuan tertentu.
Desil DTSEN untuk Program Pemerintah Lain
Penggunaan DTSEN tidak hanya berkaitan dengan bansos. Data sosial ekonomi tersebut juga dapat menjadi pertimbangan dalam berbagai kebijakan pemerintah.
Salah satu contohnya adalah rencana pengaturan pembelian BBM Pertalite berdasarkan kelompok desil.
Pemerintah juga berencana menggunakan data sosial ekonomi dalam pengaturan subsidi LPG 3 kilogram agar penyalurannya lebih tepat sasaran.
Namun, ketentuan untuk setiap program dapat berbeda dan dapat berubah sesuai kebijakan pemerintah. Karena itu, masyarakat sebaiknya mengikuti informasi terbaru dari kementerian atau lembaga terkait.
Apakah Desil DTSEN Bisa Berubah?
Desil DTSEN bisa berubah apabila kondisi sosial ekonomi sebuah keluarga mengalami perubahan. Peringkat desil juga dapat berubah karena posisi relatif suatu keluarga dibandingkan dengan keluarga lainnya.
Pemutakhiran data diperlukan agar DTSEN tetap menggambarkan kondisi sosial ekonomi masyarakat secara relevan.
Masyarakat yang merasa kondisi sosial ekonominya tidak sesuai dengan data yang tercatat dapat mengajukan perubahan data melalui mekanisme yang disediakan pemerintah.
Cara Mengubah Desil DTSEN
Terdapat beberapa jalur yang dapat ditempuh masyarakat apabila ingin melakukan perbaikan atau pemutakhiran data DTSEN.
Pertama, masyarakat dapat melakukan pengajuan secara mandiri melalui aplikasi Cek Bansos Kemensos. Kedua, pengajuan dapat dilakukan melalui kantor desa atau kelurahan maupun dinas sosial setempat sesuai mekanisme yang berlaku.
Data yang diajukan kemudian akan melalui proses verifikasi dan pemutakhiran. Jika memenuhi persyaratan, perubahan desil akan tercermin dalam periode pemeringkatan berikutnya.
Proses perubahan desil tidak selalu berlangsung secara langsung sehingga masyarakat perlu menunggu proses pemutakhiran dan pemeringkatan data.
Kesimpulan
Cara cek desil DTSEN lewat Google menggunakan NIK KTP dapat dilakukan dengan mencari layanan resmi pemerintah, kemudian melakukan pengecekan melalui situs Cek Bansos Kemensos atau DTSEN Form BPS.
Desil DTSEN terdiri dari 10 kelompok yang menggambarkan peringkat sosial ekonomi masyarakat.
Desil 1 hingga 4 menjadi kelompok prioritas untuk sejumlah bansos seperti PKH dan BPNT, sementara desil lainnya dapat menjadi sasaran program pemerintah tertentu sesuai kriteria masing-masing.
















