Mahasiswa perlu menentukan masalah penelitian ekonomi dengan tepat karena persoalan yang dipilih akan memengaruhi arah skripsi, metode penelitian, hingga jenis data yang harus dikumpulkan.
Topik yang terlalu luas dapat membuat penelitian sulit dibatasi, sementara persoalan yang terlalu sempit berisiko menghasilkan data dan pembahasan yang terbatas.
Perkembangan ekonomi pada 2026 menghadirkan berbagai hal yang dapat dikaji, mulai dari ekonomi digital, perilaku konsumen, kebijakan pemerintah, sektor keuangan, hingga pertumbuhan UMKM. Meski begitu, sebuah topik baru dapat dijadikan masalah penelitian apabila tersedia persoalan yang jelas serta data yang mendukung.
Menemukan Masalah Penelitian Ekonomi
Mengamati Fenomena Ekonomi
Kondisi ekonomi yang terjadi di lingkungan sekitar dapat menjadi titik awal untuk menemukan persoalan penelitian.
Perubahan harga kebutuhan pokok, meningkatnya penggunaan e-commerce, kebiasaan menggunakan pembayaran digital, perkembangan UMKM, hingga kendala pelaku usaha memperoleh pembiayaan merupakan beberapa contoh fenomena yang dapat diamati.
Fenomena tersebut selanjutnya dapat dihubungkan dengan teori ekonomi untuk menemukan persoalan yang lebih terarah dan dapat diteliti.
Menelaah Penelitian Sebelumnya
Jurnal ilmiah, skripsi, serta berbagai publikasi akademik dapat digunakan untuk melihat perkembangan penelitian dalam bidang ekonomi.
Mahasiswa dapat memperhatikan variabel, metode, objek, lokasi, dan hasil dari penelitian terdahulu. Jika ditemukan hasil yang berbeda atau terdapat bagian tertentu yang belum banyak dibahas, kondisi tersebut dapat menjadi dasar untuk penelitian berikutnya.
Langkah ini juga membantu menghindari penelitian yang hanya mengulang kajian lama tanpa memiliki sudut pandang yang berbeda.
Mengikuti Perubahan Ekonomi
Perubahan dalam dunia ekonomi dapat melahirkan persoalan baru yang relevan untuk dikaji.
Pada 2026, beberapa bidang yang dapat menjadi perhatian antara lain ekonomi digital, fintech, UMKM, ekonomi syariah, ekonomi hijau, keberlanjutan, sektor keuangan, serta kebijakan ekonomi.
Informasi dari berita ekonomi, laporan pemerintah, dan publikasi lembaga resmi dapat membantu mahasiswa memahami perkembangan yang sedang berlangsung sebelum menentukan persoalan penelitian.
Menguji Kesesuaian Teori dan Kenyataan
Perbedaan antara teori dan kondisi nyata juga dapat menjadi sumber masalah penelitian.
Sebagai contoh, teori dapat menjelaskan bahwa tingkat literasi keuangan yang baik berpotensi mendorong kebiasaan menabung. Jika kondisi yang ditemukan di lapangan justru menunjukkan hasil berbeda, perbedaan tersebut dapat dikaji melalui penelitian.
Pendekatan ini memberikan dasar yang lebih jelas mengenai alasan sebuah persoalan perlu diteliti.
Mengkaji Pengaruh Kebijakan Ekonomi
Kebijakan pemerintah dapat memengaruhi masyarakat dan pelaku usaha dengan cara yang berbeda. Hal tersebut membuka peluang untuk dijadikan objek penelitian ekonomi.
Program bantuan sosial, subsidi, kebijakan perpajakan, aturan perbankan, serta kebijakan pembiayaan UMKM dapat dianalisis untuk mengetahui dampaknya terhadap kondisi ekonomi.
Agar penelitian tidak terlalu luas, objeknya dapat dibatasi berdasarkan kelompok masyarakat, jenis usaha, wilayah, atau periode tertentu.
Memastikan Data Tersedia
Ketersediaan data menjadi salah satu hal yang perlu diperiksa sebelum masalah penelitian ditetapkan.
Mahasiswa dapat mencari data dari Badan Pusat Statistik (BPS), laporan perusahaan, publikasi pemerintah, hasil survei, maupun sumber lain yang dapat dipertanggungjawabkan.
Topik yang terlihat menarik akan sulit dikembangkan apabila data yang diperlukan tidak tersedia atau sulit diperoleh.
Mempersempit Ruang Lingkup Masalah
Persoalan ekonomi yang ditemukan pada tahap awal biasanya masih terlalu umum. Pembatasan diperlukan agar penelitian memiliki arah yang lebih jelas.
Beberapa unsur yang dapat digunakan untuk mempersempit masalah adalah objek, lokasi, periode, variabel, dan kelompok yang diteliti.
Sebagai contoh, “penggunaan pembayaran digital” masih memiliki cakupan yang luas. Topik tersebut dapat dibuat lebih spesifik dengan mengkaji pengaruh penggunaan pembayaran digital terhadap perilaku konsumsi mahasiswa di wilayah tertentu dalam periode tertentu.
Pembatasan tersebut membantu mahasiswa menentukan fokus penelitian sekaligus mengetahui data yang harus dikumpulkan.
Contoh Masalah Ekonomi untuk Penelitian Skripsi
Berbagai fenomena dapat dikembangkan menjadi persoalan penelitian, misalnya:
- Pengaruh pembayaran digital terhadap perilaku konsumsi mahasiswa.
- Pengaruh literasi keuangan terhadap keputusan menabung.
- Pengaruh penggunaan e-commerce terhadap pendapatan UMKM.
- Pengaruh akses pembiayaan terhadap perkembangan usaha mikro.
- Pengaruh inflasi terhadap daya beli masyarakat.
- Pengaruh digitalisasi terhadap kinerja UMKM.
- Dampak kebijakan pemerintah terhadap pendapatan pelaku usaha.
Daftar tersebut dapat menjadi titik awal pencarian masalah, bukan judul yang harus digunakan secara langsung. Penyesuaian tetap diperlukan berdasarkan objek, lokasi, variabel, periode, teori yang digunakan, serta ketersediaan data.
Syarat Masalah Penelitian yang Layak
Sebelum menetapkan sebuah persoalan sebagai bahan skripsi, mahasiswa dapat memeriksa beberapa aspek berikut:
- Fenomena atau persoalan yang diteliti terlihat jelas.
- Terdapat fakta atau data yang mendukung masalah.
- Persoalan masih berkaitan dengan bidang ekonomi.
- Data yang dibutuhkan dapat diperoleh.
- Metode penelitian dapat digunakan untuk menganalisisnya.
- Ruang lingkupnya dapat dibuat terbatas.
- Hasil penelitian memiliki manfaat yang jelas.
Hal yang Sebaiknya Tidak Dilakukan
Mahasiswa sebaiknya tidak menjadikan popularitas sebuah topik sebagai satu-satunya alasan dalam menentukan masalah penelitian.
Topik yang sedang ramai belum tentu memiliki data yang mudah diperoleh. Persoalan yang tidak memiliki objek jelas atau memiliki cakupan terlalu luas juga dapat menyulitkan proses penyusunan skripsi.
Mengambil penelitian terdahulu kemudian hanya mengganti lokasi penelitian juga perlu dihindari apabila tidak ada alasan yang kuat untuk melakukan kajian tersebut.
Masalah penelitian sebaiknya berangkat dari fenomena yang dapat dijelaskan, memiliki dukungan data, mempunyai alasan yang jelas untuk dikaji, serta sesuai dengan kemampuan peneliti.
Kesimpulan
Masalah penelitian ekonomi untuk skripsi dapat ditemukan dengan mengamati fenomena di sekitar, mempelajari penelitian terdahulu, mengikuti perkembangan ekonomi, melihat perbedaan antara teori dan kondisi nyata, serta memastikan tersedianya data.
Setelah persoalan ditemukan, ruang lingkupnya perlu dipersempit berdasarkan objek, lokasi, periode, dan variabel yang akan diteliti.
Masalah penelitian yang tepat bukan hanya persoalan yang menarik untuk dibahas. Persoalan tersebut juga harus memiliki dasar yang jelas, dapat didukung data, dan memungkinkan dianalisis menggunakan metode penelitian yang sesuai.
















