Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) kembali menjadi salah satu pilihan utama bagi lulusan SMA atau sederajat yang ingin melanjutkan pendidikan di bidang pemerintahan. Pada seleksi tahun 2026, IPDN memperoleh alokasi 1.410 formasi dari total 4.770 formasi sekolah kedinasan yang disediakan pemerintah.
Proses penerimaan calon praja IPDN 2026 kini telah melewati tahap pendaftaran dan verifikasi administrasi. Pendaftaran online berlangsung pada 18-30 Agustus 2026, sementara hasil pascasanggah telah diumumkan. Peserta yang lolos kemudian memasuki tahapan pembayaran PNBP untuk Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).
IPDN Mendapat 1.410 Formasi pada 2026
Badan Kepegawaian Negara (BKN) menetapkan penerimaan sekolah kedinasan 2026 melalui Surat Kepala BKN Nomor 5249/B-KS.04.01/SD/K/2026 tertanggal 12 Agustus 2026. Secara keseluruhan, pemerintah menyediakan 4.770 formasi yang tersebar pada sembilan kementerian dan lembaga penyelenggara sekolah kedinasan.
Rincian formasi sekolah kedinasan tersebut meliputi:
- IPDN Kementerian Dalam Negeri: 1.410 formasi.
- PKN STAN Kementerian Keuangan: 1.000 formasi.
- Sekolah Kedinasan Kementerian Perhubungan: 891 formasi.
- Politeknik Statistika STIS BPS: 564 formasi.
- Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan: 375 formasi.
- Poltekpin Kementerian Hukum: 250 formasi.
- STMKG BMKG: 130 formasi.
- STIN BIN: 100 formasi.
- Politeknik Siber dan Sandi Negara: 50 formasi.
Dengan 1.410 kursi, IPDN menjadi salah satu sekolah kedinasan dengan alokasi formasi terbesar dalam penerimaan tahun 2026.
Peminat IPDN 2026 Capai 19.142 Pelamar
Persaingan untuk mendapatkan kursi di IPDN tergolong tinggi. Data sementara BKN hingga 28 Agustus 2026 mencatat sebanyak 19.142 orang telah mendaftar IPDN. Dari jumlah tersebut, 13.694 peserta sudah melakukan submit dokumen.
Jumlah pelamar tersebut menempatkan IPDN di posisi kedua sekolah kedinasan dengan pendaftar terbanyak setelah PKN STAN yang mencatat 22.614 pelamar.
Secara keseluruhan, penerimaan sekolah kedinasan 2026 mencatat 99.145 pelamar, sedangkan 66.303 peserta telah melakukan submit dokumen.
Tingginya jumlah pendaftar membuat calon praja perlu mempersiapkan setiap tahapan dengan baik. Persiapan tidak hanya berkaitan dengan kelengkapan administrasi, tetapi juga kemampuan menghadapi SKD dan seleksi lanjutan.
Jadwal Seleksi IPDN 2026 Terbaru
Seleksi sekolah kedinasan 2026 dilaksanakan melalui portal SSCASN. Untuk IPDN, pendaftaran daring telah berlangsung pada 18-30 Agustus 2026. Setelah proses tersebut selesai, peserta memasuki tahapan verifikasi administrasi hingga seleksi lanjutan.
Berikut jadwal penerimaan calon praja IPDN 2026:
- Pengumuman seleksi: 15-24 Agustus 2026.
- Pendaftaran seleksi: 18-30 Agustus 2026.
- Verifikasi dokumen administrasi: 18 Agustus-1 September 2026.
- Pengumuman hasil administrasi: 2-3 September 2026.
- Masa sanggah: 4-5 September 2026.
- Jawaban sanggah: 4-6 September 2026.
- Pengumuman pascasanggah: 7-8 September 2026.
- Pembayaran PNBP SKD: 11-15 September 2026.
- Pengumuman jadwal, lokasi, waktu dan sesi SKD: 18-21 September 2026.
- Pelaksanaan SKD: 22 September-7 Oktober 2026.
- Pengolahan nilai SKD: 27 September-10 Oktober 2026.
- Pengumuman hasil SKD: 1-13 Oktober 2026.
- Seleksi lanjutan: 11-28 Oktober 2026.
- Pengumuman kelulusan akhir: 21 Oktober-1 November 2026.
Per 13 September 2026, tahapan pendaftaran, seleksi administrasi, masa sanggah, dan pengumuman pascasanggah telah selesai. Peserta yang dinyatakan lolos perlu memperhatikan pembayaran PNBP SKD yang berlangsung sampai 15 September 2026.
Selanjutnya, informasi mengenai jadwal, lokasi, waktu, dan sesi SKD akan diumumkan pada 18-21 September 2026. Pelaksanaan SKD sendiri dijadwalkan mulai 22 September hingga 7 Oktober 2026.
Apakah Pendidikan di IPDN Gratis?
Institut Pemerintahan Dalam Negeri merupakan sekolah kedinasan yang berada di bawah Kementerian Dalam Negeri. Praja yang diterima tidak dikenakan biaya pendidikan semesteran seperti mahasiswa pada perguruan tinggi umum.
Selama mengikuti pendidikan, praja juga mendapatkan sejumlah fasilitas sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk asrama, makan, dan uang saku.
Pendidikan IPDN berlangsung sekitar empat tahun atau delapan semester. Setelah menyelesaikan pendidikan, lulusan dapat mengikuti proses pengangkatan sebagai CPNS sesuai aturan yang berlaku. Pengangkatan menjadi PNS dilakukan setelah peserta memenuhi tahapan yang dipersyaratkan, termasuk mengikuti Pelatihan Dasar atau Latsar CPNS.
Biaya pendidikan yang ditanggung pemerintah dan peluang melanjutkan karier sebagai aparatur sipil negara menjadi salah satu faktor yang membuat IPDN diminati banyak lulusan SMA atau sederajat.
Ketentuan yang Harus Dipatuhi Calon Praja
Calon praja yang berhasil melewati seluruh proses seleksi harus memahami bahwa penerimaan IPDN disertai sejumlah komitmen. Ketentuan tersebut berlaku selama masa pendidikan maupun setelah peserta menyelesaikan pendidikan dan menjalani proses pengangkatan sebagai aparatur sipil negara.
Beberapa komitmen yang harus dipenuhi antara lain:
- Tidak mengundurkan diri setelah dinyatakan lulus seleksi akhir.
- Bersedia tidak menikah selama masa pendidikan.
- Bersedia diangkat menjadi CPNS atau PNS sesuai ketentuan.
- Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia.
- Bersedia menjalani pendidikan di kampus IPDN yang telah ditentukan.
- Mematuhi seluruh peraturan dan tata tertib praja.
- Bersedia diberhentikan apabila terbukti melakukan pelanggaran disiplin.
- Mengembalikan biaya seleksi ke kas negara apabila mengundurkan diri setelah dinyatakan lulus.
- Dinyatakan gugur apabila terbukti memalsukan identitas atau dokumen persyaratan.
Ketentuan tersebut perlu dipahami sejak awal agar peserta mengetahui tanggung jawab yang harus dijalankan apabila berhasil diterima sebagai praja IPDN.
Tahapan Seleksi Calon Praja IPDN
Seleksi calon praja IPDN dilakukan melalui beberapa tahap. Setelah pendaftaran dan pemeriksaan administrasi, peserta yang memenuhi persyaratan mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar menggunakan sistem Computer Assisted Test atau CAT BKN.
Peserta yang berhasil melewati SKD akan mengikuti seleksi lanjutan. Tahapan tersebut meliputi verifikasi faktual, tes bahasa Inggris, tes kesehatan, tes psikologi, tes integritas dan kejujuran, tes kesamaptaan, serta antropometri.
Seluruh rangkaian tersebut menjadi bagian dari penentuan kelulusan akhir. Karena itu, peserta perlu menjaga kesiapan sampai seluruh tahapan selesai.
Peserta Diminta Waspada Penipuan Seleksi IPDN
Panitia Seleksi Penerimaan Calon Praja (SPCP) IPDN mengingatkan peserta agar memperoleh informasi hanya dari kanal resmi IPDN dan pemerintah.
Panitia tidak pernah meminta imbalan ataupun menjanjikan kelulusan kepada peserta. Peserta harus berhati-hati jika ada pihak yang mengaku dapat membantu meloloskan seleksi dengan meminta sejumlah uang.
Selain itu, data yang dimasukkan ketika mendaftar harus sesuai dengan dokumen asli. Peserta juga perlu menjaga email, nomor ponsel, kata sandi, dan informasi akun agar tetap dapat digunakan selama proses penerimaan berlangsung.
Persaingan IPDN 2026 Cukup Ketat
IPDN menyediakan 1.410 formasi pada penerimaan calon praja 2026, sementara jumlah pelamar berdasarkan data hingga 28 Agustus 2026 mencapai 19.142 orang. Kondisi tersebut menunjukkan persaingan untuk memperoleh kursi pendidikan kedinasan ini cukup tinggi.
Setelah melewati tahap administrasi dan pascasanggah, peserta yang lolos kini perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi SKD. Pembayaran PNBP SKD berlangsung pada 11-15 September 2026, sedangkan ujian CAT BKN dijadwalkan mulai 22 September 2026.
Calon praja juga perlu memperhatikan seluruh informasi resmi agar tidak melewatkan jadwal serta terhindar dari pihak yang menawarkan bantuan kelulusan dengan imbalan tertentu.
















