Pemula yang ingin belajar menjadi barista perlu memahami jenis kopi yang digunakan sebelum mendalami teknik penyeduhan.
Arabika dan Robusta menjadi dua jenis yang paling umum dijumpai. Keduanya berasal dari spesies tanaman yang berbeda dan mempunyai karakter rasa, kadar kafein, serta sifat pertumbuhan yang tidak sama.
Arabika merupakan kopi dari spesies Coffea arabica, sementara Robusta adalah sebutan yang umum digunakan untuk Coffea canephora. Perbedaan tersebut menjadi dasar untuk memahami mengapa karakter kedua kopi dapat terasa berbeda ketika diseduh.
Mengenal Kopi Arabika
Arabika memiliki profil rasa yang cukup luas. Kopi dari spesies Coffea arabica umumnya mempunyai keasaman yang lebih menonjol dengan karakter yang dapat mengarah pada rasa manis, buah, cokelat, hingga buah beri.
Tanaman Arabika lebih banyak berkembang di wilayah dengan kondisi yang relatif sejuk dan berada pada ketinggian lebih tinggi dibandingkan banyak daerah tempat Robusta dibudidayakan. Di sisi lain, tanaman ini lebih rentan terhadap penyakit tertentu serta berbagai tekanan lingkungan.
Karakter rasa Arabika tidak hanya ditentukan oleh spesiesnya. Varietas tanaman, kondisi tempat tumbuh, proses setelah panen, tingkat sangrai, hingga metode penyeduhan turut membentuk cita rasa akhir di dalam cangkir.
Mengenal Kopi Robusta
Robusta berasal dari Coffea canephora. Dibandingkan Arabika, kopi ini umumnya dikenal mempunyai rasa yang lebih kuat dan pahit, keasaman yang lebih rendah, serta body yang terasa lebih tebal di mulut.
Kandungan kafein Robusta juga cenderung lebih tinggi daripada Arabika. Dari sisi tanaman, Robusta dikenal lebih toleran terhadap sejumlah kondisi lingkungan dan tekanan penyakit.
Karakter tersebut membuat Robusta banyak dimanfaatkan sebagai bagian dari campuran kopi, termasuk pada espresso. Rasa yang kuat dan body yang tebal dapat memberikan karakter tersendiri pada hasil ekstraksi.
Perbedaan Arabika dan Robusta
Arabika dan Robusta memiliki sejumlah perbedaan yang dapat dikenali dari spesies tanaman, rasa, tingkat keasaman, body, hingga kandungan kafeinnya.
Arabika
- Berasal dari spesies Coffea arabica.
- Cenderung memiliki rasa yang lebih manis dan beragam.
- Tingkat keasaman umumnya lebih terasa.
- Body bervariasi dan cenderung lebih ringan.
- Kandungan kafein cenderung lebih rendah.
Robusta
- Berasal dari spesies Coffea canephora.
- Rasa umumnya lebih kuat dan pahit.
- Tingkat keasaman cenderung lebih rendah.
- Memiliki body yang cenderung lebih tebal.
- Kandungan kafein cenderung lebih tinggi.
Perbedaan tersebut merupakan karakter umum dan tidak menjadi patokan mutlak untuk setiap kopi. Kopi dari spesies yang sama tetap dapat menghasilkan rasa yang berbeda karena dipengaruhi varietas, lingkungan tempat tumbuh, proses pascapanen, tingkat roasting, serta metode penyeduhan.
Memahami Perbedaan Spesies, Varietas, dan Origin
Pemahaman mengenai istilah pada kemasan kopi juga penting bagi orang yang baru mempelajari kopi. Spesies, varietas, dan origin mempunyai arti yang berbeda.
Spesies merujuk pada kelompok tanaman, misalnya Coffea arabica dan Coffea canephora.
Varietas menunjukkan kelompok tanaman yang mempunyai karakter genetik tertentu.
Sementara itu, origin mengacu pada tempat kopi dihasilkan, baik berupa negara, wilayah, maupun perkebunan tertentu.
Dengan demikian, nama suatu daerah tidak menunjukkan spesies kopi. Kopi dari satu wilayah juga tidak selalu mempunyai rasa yang sama. Perbedaan varietas, lingkungan, proses pengolahan, dan roasting dapat menghasilkan karakter yang berbeda meskipun berasal dari origin yang sama.
Apakah Arabika Selalu Lebih Baik?
Kualitas kopi tidak dapat ditentukan hanya dengan melihat spesiesnya. Arabika memang sering dikaitkan dengan rasa yang lebih beragam dan keasaman yang lebih terasa. Robusta, di sisi lain, umumnya mempunyai rasa yang lebih kuat, pahit, serta body yang lebih tebal.
Namun, kualitas kopi juga dipengaruhi oleh cara tanaman dibudidayakan, proses setelah panen, roasting, penyimpanan, dan penyeduhan.
Robusta yang diproses secara baik dapat menghasilkan kopi dengan karakter yang bersih dan beragam. Karena itu, pemula tidak perlu menganggap Arabika selalu memiliki kualitas lebih tinggi atau Robusta identik dengan kopi berkualitas rendah.
Alasan Barista Perlu Memahami Jenis Kopi
Pengetahuan mengenai spesies kopi membantu barista mengenali bahan yang sedang digunakan. Meski demikian, jenis kopi bukan satu-satunya faktor yang menentukan resep penyeduhan.
Barista juga perlu memperhatikan tingkat roasting, ukuran gilingan, dosis kopi, perbandingan kopi dan air, suhu, waktu ekstraksi, serta karakter rasa yang ingin ditonjolkan.
Dua kopi yang sama-sama berasal dari Arabika belum tentu menghasilkan resep seduh yang sama. Prinsip serupa berlaku pada Robusta karena karakter setiap kopi dapat dipengaruhi banyak faktor.
Latihan Sederhana Membedakan Arabika dan Robusta
Pemula dapat mulai mengenali perbedaan keduanya melalui latihan mencicipi. Cara sederhananya adalah menyeduh Arabika dan Robusta menggunakan metode yang sama, kemudian membandingkan hasilnya.
Beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain:
- Cium aroma kopi sebelum mencicipinya.
- Perhatikan tingkat keasaman yang terasa.
- Kenali rasa manis yang muncul.
- Bandingkan tingkat kepahitan kedua kopi.
- Rasakan body atau ketebalan sensasi kopi di dalam mulut.
- Perhatikan rasa yang masih tertinggal setelah kopi diminum.
- Catat hasil pengamatan agar karakter kedua kopi lebih mudah diingat.
Latihan seperti ini membantu pemula membangun kemampuan mengenali rasa melalui pengalaman langsung. Seiring waktu, pencatatan hasil seduhan juga dapat digunakan untuk memahami hubungan antara jenis kopi dan teknik ekstraksi.
Kesimpulan
Arabika dan Robusta menjadi dua jenis kopi yang penting dipahami ketika seseorang mulai mempelajari dunia barista. Arabika berasal dari Coffea arabica, sedangkan Robusta merupakan sebutan umum untuk Coffea canephora.
Arabika secara umum memiliki keasaman yang lebih terasa dan profil rasa yang beragam. Robusta cenderung menghadirkan rasa lebih kuat dan pahit, body lebih tebal, serta kandungan kafein yang lebih tinggi.
Perbedaan tersebut tidak berarti kualitas kopi hanya ditentukan oleh spesies. Varietas, origin, kondisi lingkungan, proses pascapanen, roasting, penyimpanan, dan metode seduh turut memengaruhi karakter akhir kopi.
















