Polri telah menyelesaikan masa pendaftaran calon Bintara Tahun Anggaran 2026. Berdasarkan informasi terbaru pada portal resmi Penerimaan Polri, pendaftaran Bintara 2026 sudah ditutup setelah sebelumnya dibuka pada 9 hingga 30 Maret 2026. Sementara itu, pendidikan pembentukan Bintara telah dimulai pada 20 Juli 2026 dan dijadwalkan selesai pada 16 Desember 2026.
Penerimaan Bintara tahun ini dibuka untuk sejumlah bidang dengan kualifikasi pendidikan yang berbeda. Peserta dapat memilih jalur Bintara PTU Berkemampuan SPKT, Rekpro, Intelijen, Polair, maupun Bintara Kompetensi Khusus atau Bakomsus sesuai latar belakang pendidikan dan keahlian yang dipersyaratkan.
Polri menetapkan kuota pendidikan sebanyak 5.141 orang, terdiri atas 4.141 pria dan 1.000 wanita. Pendidikan berlangsung selama lima bulan dan dibagi dalam dua gelombang.
Pilihan Jalur Bintara Polri 2026
Penerimaan Bintara Polri 2026 tidak hanya menyediakan satu jalur. Jenis seleksi dibedakan berdasarkan kebutuhan bidang dan kompetensi calon peserta.
Jalur yang tercantum dalam pengumuman penerimaan meliputi:
- Bintara PTU Berkemampuan SPKT
- Bintara PTU Rekpro
- Bintara Berkemampuan Intelijen
- Bintara Polair
- Bintara Kompetensi Khusus Humas
- Bintara Kompetensi Khusus Pertanian
- Bintara Kompetensi Khusus Perkebunan
- Bintara Kompetensi Khusus Peternakan
- Bintara Kompetensi Khusus Perikanan
- Bintara Kompetensi Khusus Gizi
- Bintara Kompetensi Khusus Akuntansi
- Bintara Kompetensi Khusus Teknik Sipil
- Bintara Kompetensi Khusus Penyidik
- Bintara Kompetensi Khusus Tenaga Pendidik
- Bintara Kompetensi Khusus Tenaga Kesehatan
- Bintara Kompetensi Khusus Musik
Persyaratan akademik setiap jalur tidak sepenuhnya sama. Karena itu, calon peserta perlu melihat bidang yang sesuai dengan ijazah, jurusan, program studi, serta ketentuan IPK apabila menggunakan ijazah perguruan tinggi.
Syarat Umum Calon Bintara Polri
Persyaratan dasar mengacu pada ketentuan penerimaan Polri dan mencakup sejumlah kriteria yang harus dipenuhi calon peserta.
- Warga Negara Indonesia.
- Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
- Setia kepada NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
- Memiliki kondisi jasmani dan rohani yang sehat.
- Tidak pernah dipidana karena melakukan kejahatan berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.
- Berwibawa, jujur, adil, serta memiliki perilaku yang tidak tercela.
- Memenuhi ketentuan pendidikan dan usia sesuai jalur yang dipilih.
- Bukan anggota atau mantan anggota Polri, TNI, maupun PNS.
- Belum pernah mengikuti pendidikan pembentukan Polri, TNI, atau sekolah kedinasan lainnya.
- Tidak bertato dan tidak memiliki tindik, kecuali karena ketentuan agama atau adat.
- Dinyatakan bebas narkoba berdasarkan pemeriksaan kesehatan.
- Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI dan menjalankan tugas pada bidang kepolisian yang diberikan.
Peserta juga harus membuat sejumlah surat pernyataan. Salah satunya menyatakan bahwa peserta dan orang tua atau wali tidak akan menggunakan pihak tertentu yang menawarkan atau menjanjikan kelulusan selama proses penerimaan.
Batas Usia Bintara Polri 2026
Batas usia menjadi salah satu ketentuan yang mengalami perubahan pada penerimaan Bintara Polri 2026. Dalam pengumuman awal, usia maksimal lulusan SMA atau sederajat ditetapkan 21 tahun 0 hari pada saat pembukaan pendidikan.
Ketentuan tersebut kemudian diubah melalui pengumuman perubahan tertanggal 10 Maret 2026. Batas maksimal bagi lulusan SMA atau sederajat menjadi 22 tahun 0 hari pada saat pendidikan dibuka. Usia minimalnya tetap 17 tahun 7 bulan.
Untuk lulusan perguruan tinggi, batas usia yang ditetapkan adalah:
- Lulusan D-I sampai D-III: maksimal 24 tahun 0 hari.
- Lulusan D-IV atau S-1: maksimal 27 tahun 0 hari.
Ketentuan usia tersebut dihitung pada saat pembukaan pendidikan. Dengan demikian, calon peserta harus memperhatikan tanggal lahir dan jenjang pendidikan yang digunakan ketika mendaftar.
Ketentuan Pendidikan dan Jurusan
Persyaratan pendidikan berbeda berdasarkan jalur Bintara yang dipilih. Untuk Bintara PTU Berkemampuan SPKT, misalnya, peserta dapat berasal dari SMA atau MA, SMK atau MAK sesuai ketentuan, Satuan Pendidikan Muadalah, Pendidikan Diniyah Formal, maupun lulusan perguruan tinggi tertentu.
Lulusan D-I hingga S-1 yang menggunakan jalur pendidikan tinggi harus memiliki IPK minimal 2,75 dengan program studi terakreditasi.
Jalur Intelijen mempunyai daftar jurusan yang lebih khusus. Beberapa di antaranya adalah Teknik Komputer Jaringan, Multimedia, Teknik Komputer dan Informatika, Telekomunikasi, Rekayasa Perangkat Lunak, Rekayasa Keamanan Siber, serta Bahasa Asing yang mencakup Inggris, Mandarin, Arab, dan Rusia.
Untuk lulusan perguruan tinggi, bidang yang dapat digunakan pada jalur Intelijen antara lain Teknik Komputer, Ilmu Komputer, Teknik Informatika, Ilmu Komunikasi, Ilmu Sosial, Ilmu Politik, Psikologi, Hubungan Internasional, Kriminologi, Sosiologi, Ilmu Ekonomi, Kimia, dan Nuklir.
Sementara itu, Bintara Polair diperuntukkan khusus bagi pria. Latar belakang pendidikan yang diterima mencakup SMA atau MA, SMK atau MAK jurusan Teknik Perkapalan dan Kemaritiman, serta sejumlah program pendidikan tinggi di bidang kelautan dan perkapalan.
Untuk Bakomsus, jurusan disesuaikan dengan bidang yang dibutuhkan. Bakomsus Gizi, misalnya, ditujukan bagi lulusan bidang Gizi dengan jenjang pendidikan yang memenuhi ketentuan dan IPK minimal 2,75 untuk peserta lulusan perguruan tinggi.
Dokumen yang Diperlukan
Peserta yang mengikuti verifikasi harus datang secara langsung sambil membawa dokumen asli beserta salinannya sesuai ketentuan. Beberapa dokumen yang dipersiapkan antara lain:
- KTP asli dan fotokopi.
- Kartu Keluarga asli dan fotokopi.
- Akta kelahiran asli dan fotokopi.
- Ijazah dan transkrip nilai sesuai jalur pendidikan.
- SKCK asli dan fotokopi.
- Pas foto berwarna ukuran 4 x 6 dengan latar belakang kuning sebanyak 10 lembar.
- Surat persetujuan orang tua atau wali.
- Surat permohonan menjadi anggota Polri.
- Surat pernyataan belum pernah menikah.
- Daftar riwayat hidup dari hasil registrasi online.
- Surat perjanjian ikatan dinas pertama anggota Polri.
- Surat pernyataan tidak terikat perjanjian dengan instansi lain.
- Surat pernyataan dari peserta serta orang tua atau wali sesuai ketentuan penerimaan.
- Surat pernyataan mengenai kepatuhan terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
- Surat pernyataan untuk menaati norma agama, kesusilaan, sosial, dan hukum.
Untuk KK dan akta kelahiran yang sudah menggunakan barcode, legalisasi tidak diperlukan. Ketentuan legalisasi ijazah dan dokumen pendidikan mengikuti jenis dokumen yang digunakan peserta.
Tahapan Seleksi Bintara Polri 2026
Seleksi Bintara Polri dilaksanakan melalui beberapa tahap. Berdasarkan jadwal resmi yang tercantum pada portal Penerimaan Polri, rangkaian seleksi 2026 meliputi:
- Pendaftaran online dan verifikasi: 9-30 Maret 2026.
- Pakta integritas: 31 Maret 2026.
- Pemeriksaan administrasi awal: 5-10 April 2026.
- Pemeriksaan kesehatan tahap I: 12-25 April 2026.
- CAT Psikologi I: 26 April-3 Mei 2026.
- Uji akademik, uji komputer, dan TKK Bakomsus: 12-26 Mei 2026.
- Sidang menuju pemeriksaan kesehatan tahap II: 4 Juni 2026.
- Pemeriksaan kesehatan tahap II: 7-10 Juni 2026.
- Uji kemampuan jasmani: 11-15 Juni 2026.
- Psikologi II dan PMK: 16-20 Juni 2026.
- Supervisi Panpus: 24-26 Juni 2026.
- Sidang akhir kelulusan: 3 Juli 2026.
- Pembukaan pendidikan: 20 Juli 2026.
Jadwal tersebut merupakan tahapan khusus penerimaan Bintara. Materi seleksi dapat berbeda sesuai jalur. Peserta Bakomsus juga mengikuti Tes Kompetensi Keahlian yang berkaitan dengan bidang yang dipilih.
Alur Pendaftaran Bintara Polri
Pendaftaran dilakukan melalui portal resmi Penerimaan Polri dan dilanjutkan dengan verifikasi secara langsung di Polres atau Polda sesuai ketentuan.
Secara umum, proses registrasinya terdiri atas beberapa langkah berikut:
- Mengakses portal resmi Penerimaan Polri.
- Memilih jenis seleksi Bintara Polri.
- Mengisi data identitas, NIK, informasi orang tua, serta data lain yang diminta.
- Memastikan seluruh data yang dimasukkan sudah benar sebelum formulir dikirim.
- Menerima nomor registrasi, username, dan password.
- Mengunggah dokumen yang diminta melalui dashboard peserta.
- Mencetak formulir registrasi online.
- Datang sendiri ke Polres atau Polda untuk menjalani verifikasi.
- Membawa dokumen asli dan fotokopi sesuai persyaratan.
- Menjalani perekaman wajah serta pengukuran tinggi dan berat badan.
- Menerima nomor ujian setelah proses administrasi dinyatakan lengkap.
Verifikasi tidak dapat diwakilkan. Peserta harus hadir sendiri ketika melakukan pemeriksaan administrasi secara langsung.
Peserta Tidak Boleh Menggunakan Perantara Kelulusan
Polri menetapkan pernyataan khusus agar peserta tidak mempercayai pihak yang menawarkan bantuan untuk menjamin kelulusan. Peserta dan orang tua atau wali diminta menandatangani pernyataan terkait hal tersebut.
Selain itu, peserta tidak diperbolehkan mengikuti lebih dari satu jalur seleksi. Portal resmi Penerimaan Polri juga memberikan pemberitahuan bahwa seseorang yang sudah memilih salah satu jalur tidak dapat mendaftar pada jalur seleksi lainnya.
Pengawasan terhadap proses penerimaan juga disiapkan melalui mekanisme internal dan eksternal. Apabila menemukan dugaan pelanggaran dalam proses seleksi, peserta maupun orang tua atau wali dapat menggunakan kanal pengaduan yang disediakan Polri.
Update Terbaru Bintara Polri 2026
Per 1 Oktober 2026, pendaftaran Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 masih tercatat sebagai pendaftaran yang sudah ditutup pada portal resmi Penerimaan Polri. Artinya, masyarakat tidak dapat lagi melakukan registrasi baru untuk penerimaan Bintara 2026 melalui portal tersebut.
Proses penerimaan tahun 2026 kini telah masuk masa pendidikan. Pengumuman resmi menetapkan pembukaan pendidikan pada 20 Juli 2026 dan penutupan pada 16 Desember 2026. Masa pendidikan berlangsung selama lima bulan dan dibagi menjadi dua gelombang.
Kuota pendidikan yang ditetapkan untuk Bintara Polri 2026 sebanyak 5.141 orang, dengan rincian 4.141 pria dan 1.000 wanita. Tempat pendidikan disesuaikan dengan jalur yang diikuti, antara lain SPN Polda, Pusdik Intel Soreang, dan Sepolwan.
Sementara itu, portal resmi Penerimaan Polri yang diperbarui hingga saat ini belum mencantumkan jadwal pendaftaran Bintara Polri Tahun Anggaran 2027. Karena itu, calon peserta yang ingin mengikuti rekrutmen berikutnya perlu menunggu pengumuman resmi dan tidak menjadikan jadwal penerimaan 2026 sebagai patokan untuk tahun 2027.
Informasi mengenai jadwal, jalur seleksi, perubahan persyaratan, serta pembukaan pendaftaran berikutnya dapat dipantau melalui portal resmi Penerimaan Polri.
















