Pendaftaran Bintara Polri 2026
Polri membuka rekrutmen Bintara Tahun Anggaran 2026 melalui sejumlah bidang yang disesuaikan dengan kebutuhan personel. Peserta dapat memilih jalur sesuai latar belakang pendidikan dan keahlian, mulai dari Bintara PTU Berkemampuan SPKT, Intelijen, Polair, hingga berbagai Bintara Kompetensi Khusus atau Bakomsus.
Penerimaan Bintara Polri 2026 berlangsung melalui pendaftaran online yang dilanjutkan dengan verifikasi langsung di Polres atau Polda. Seluruh rangkaian seleksi menggunakan tahapan pemeriksaan administrasi, kesehatan, psikologi, akademik, kemampuan jasmani, hingga sidang penetapan kelulusan.
Berdasarkan laman resmi penerimaan Polri, pendaftaran Bintara 2026 telah ditutup. Pendaftaran dan verifikasi sebelumnya berlangsung pada 9-30 Maret 2026, sedangkan pendidikan pembentukan Bintara dimulai pada 20 Juli 2026.
Berikut ketentuan Bintara Polri 2026 yang perlu diketahui, mulai dari pilihan jalur, syarat usia dan pendidikan, dokumen, tahapan seleksi, hingga mekanisme pendaftarannya.
Pilihan Jalur Bintara Polri 2026
Penerimaan Bintara Polri 2026 menyediakan sejumlah bidang yang dapat dipilih berdasarkan kualifikasi peserta. Jalur yang tercantum dalam pengumuman resmi meliputi:
- Bintara PTU Berkemampuan SPKT
- Bintara PTU Rekpro
- Bintara Berkemampuan Intelijen
- Bintara Polair
- Bintara Kompetensi Khusus Humas
- Bintara Kompetensi Khusus Pertanian
- Bintara Kompetensi Khusus Perkebunan
- Bintara Kompetensi Khusus Peternakan
- Bintara Kompetensi Khusus Perikanan
- Bintara Kompetensi Khusus Gizi
- Bintara Kompetensi Khusus Akuntansi
- Bintara Kompetensi Khusus Teknik Sipil
- Bintara Kompetensi Khusus Penyidik
- Bintara Kompetensi Khusus Tenaga Pendidik
- Bintara Kompetensi Khusus Tenaga Kesehatan
- Bintara Kompetensi Khusus Musik
Tidak semua bidang memiliki persyaratan pendidikan yang sama. Peserta perlu mencocokkan ijazah atau program studi dengan jalur yang dipilih.
Persyaratan Umum Calon Bintara
Calon peserta harus memenuhi persyaratan umum yang ditetapkan Polri. Ketentuannya antara lain:
- Warga Negara Indonesia.
- Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
- Setia kepada NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
- Memiliki kondisi jasmani dan rohani yang sehat.
- Tidak pernah dipidana karena melakukan kejahatan berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.
- Berwibawa, jujur, adil, serta memiliki perilaku yang tidak tercela.
- Memenuhi batas pendidikan dan usia sesuai jalur yang dipilih.
- Tidak sedang berstatus sebagai anggota atau mantan anggota Polri, TNI, maupun PNS.
- Belum pernah mengikuti pendidikan pembentukan Polri, TNI, atau sekolah kedinasan lainnya.
- Tidak bertato dan tidak memiliki tindik, kecuali karena ketentuan agama atau adat.
- Dinyatakan bebas narkoba berdasarkan pemeriksaan kesehatan.
- Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia dan menjalankan tugas pada bidang kepolisian yang diberikan.
Peserta juga diwajibkan membuat sejumlah surat pernyataan, termasuk pernyataan untuk tidak menggunakan pihak yang menjanjikan kelulusan dalam proses penerimaan.
Batas Usia Bintara Polri 2026
Ada perubahan penting mengenai usia calon Bintara Polri 2026. Pada pengumuman awal, batas maksimal untuk lulusan SMA atau sederajat adalah 21 tahun. Ketentuan tersebut kemudian diubah menjadi maksimal 22 tahun 0 hari pada saat pembukaan pendidikan melalui perubahan pengumuman tanggal 10 Maret 2026.
Sementara itu, batas usia minimal bagi lulusan SMA atau sederajat adalah 17 tahun 7 bulan saat pembukaan pendidikan.
Untuk lulusan perguruan tinggi, ketentuannya berbeda. Lulusan D-I sampai D-III memiliki batas usia maksimal 24 tahun, sedangkan lulusan D-IV dan S-1 maksimal 27 tahun pada saat pendidikan dibuka.
Calon peserta perlu memperhatikan tanggal lahir dan jenjang pendidikan karena batas usia ditentukan pada waktu pembukaan pendidikan, bukan semata-mata saat melakukan pendaftaran.
Ketentuan Pendidikan dan Keahlian
Latar belakang pendidikan menjadi salah satu bagian penting dalam seleksi. Untuk Bintara PTU Berkemampuan SPKT, peserta dapat berasal dari SMA atau MA, sejumlah SMK atau MAK, pendidikan pesantren yang setara SMA, hingga lulusan D-I sampai S-1 dengan IPK minimal 2,75 dan program studi terakreditasi.
Jalur Intelijen memiliki persyaratan yang lebih khusus. Beberapa jurusan SMK yang dapat digunakan antara lain Teknik Komputer Jaringan, Multimedia, Teknik Komputer dan Informatika, Telekomunikasi, Rekayasa Perangkat Lunak, Rekayasa Keamanan Siber, serta Bahasa Asing seperti Inggris, Mandarin, Arab, dan Rusia.
Lulusan perguruan tinggi juga dapat mengikuti jalur tersebut dengan program studi tertentu, antara lain Teknik Komputer, Ilmu Komputer, Teknik Informatika, Ilmu Komunikasi, Ilmu Sosial, Ilmu Politik, Psikologi, Hubungan Internasional, Kriminologi, Sosiologi, Ilmu Ekonomi, Kimia, dan Nuklir.
Sementara itu, Bintara Polair khusus diperuntukkan bagi pria. Latar belakang pendidikan yang dipersyaratkan antara lain SMA atau MA, SMK atau MAK jurusan Teknik Perkapalan atau Kemaritiman, serta beberapa program pendidikan tinggi bidang kelautan dan perkapalan.
Untuk jalur Bakomsus, bidang pendidikan juga disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya, Bakomsus Gizi membutuhkan lulusan D-III hingga D-IV atau S-1 bidang Gizi dengan IPK minimal 2,75 dan program studi terakreditasi.
Dokumen yang Harus Disiapkan
Verifikasi administrasi dilakukan secara langsung sehingga peserta harus membawa dokumen asli dan fotokopinya. Dokumen yang tercantum dalam ketentuan penerimaan antara lain:
- KTP asli dan fotokopi.
- Kartu Keluarga asli dan fotokopi.
- Akta kelahiran asli dan fotokopi.
- Ijazah dan transkrip nilai sesuai ketentuan.
- SKCK asli dan fotokopi.
- Pas foto berwarna ukuran 4 x 6 dengan latar belakang kuning sebanyak 10 lembar.
- Surat persetujuan orang tua atau wali.
- Surat permohonan menjadi anggota Polri.
- Surat pernyataan belum pernah menikah.
- Daftar riwayat hidup dari hasil registrasi online.
- Surat perjanjian ikatan dinas pertama anggota Polri.
- Surat pernyataan tidak terikat perjanjian dengan instansi lain.
- Surat pernyataan orang tua atau wali.
- Surat pernyataan peserta dan orang tua atau wali untuk tidak melakukan KKN serta tidak menggunakan sponsorship atau pihak tertentu untuk memengaruhi proses penerimaan.
- Surat pernyataan terkait organisasi atau paham yang bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
- Surat pernyataan untuk menaati norma agama, kesusilaan, sosial, dan hukum.
KK atau akta kelahiran yang telah menggunakan barcode tidak perlu dilegalisasi. Untuk dokumen pendidikan, ketentuan legalisasi juga mengikuti jenis dokumen yang digunakan peserta.
Rangkaian Seleksi Bintara Polri 2026
Seleksi Bintara dilaksanakan secara bertahap. Berdasarkan jadwal resmi khusus Bintara, rangkaiannya adalah:
- Pendaftaran online dan verifikasi: 9-30 Maret 2026.
- Pakta integritas: 31 Maret 2026.
- Pemeriksaan administrasi awal: 5-10 April 2026.
- Pemeriksaan kesehatan tahap I: 12-25 April 2026.
- CAT Psikologi I: 26 April-3 Mei 2026.
- Uji akademik, uji komputer, dan TKK Bakomsus: 12-26 Mei 2026.
- Sidang menuju pemeriksaan kesehatan tahap II: 4 Juni 2026.
- Pemeriksaan kesehatan tahap II: 7-10 Juni 2026.
- Uji Kemampuan Jasmani: 11-15 Juni 2026.
- Psikologi II dan PMK: 16-20 Juni 2026.
- Supervisi Panpus: 24-26 Juni 2026.
- Sidang akhir kelulusan: 3 Juli 2026.
- Pembukaan pendidikan: 20 Juli 2026.
Untuk jalur tertentu, materi tes dapat berbeda. Jalur PTU, Intelijen, dan Polair antara lain mengikuti tes akademik, ujian komputer, tes mental ideologi, kesehatan tahap II, kemampuan jasmani, psikologi II, pendalaman PMK, pemeriksaan administrasi akhir, hingga sidang terbuka. Bakomsus memiliki tambahan Tes Kompetensi Keahlian yang disesuaikan dengan bidang masing-masing.
Cara Mendaftar Bintara Polri
Pendaftaran Bintara 2026 dilakukan melalui situs resmi penerimaan Polri. Mekanismenya dimulai dengan registrasi online, kemudian dilanjutkan verifikasi di Polres atau Polda.
Tahap pendaftarannya meliputi:
- Membuka situs penerimaan anggota Polri.
- Memilih menu seleksi Bintara Polri.
- Mengisi identitas peserta, NIK, data orang tua, dan informasi lain yang diminta.
- Memeriksa kembali seluruh data sebelum mengirim formulir.
- Mendapatkan nomor registrasi, username, dan password.
- Mengunggah berkas yang tersedia pada dashboard peserta.
- Mencetak formulir registrasi.
- Datang sendiri ke Polres atau Polda untuk verifikasi dengan membawa dokumen yang dipersyaratkan.
- Menjalani perekaman wajah serta pengukuran tinggi dan berat badan.
- Menerima nomor ujian apabila seluruh administrasi dinyatakan lengkap.
Verifikasi dilakukan secara langsung dan peserta wajib hadir sendiri sehingga proses tersebut tidak dapat diwakilkan.
Pendaftaran Tidak Dilakukan Melalui Perantara
Peserta perlu berhati-hati terhadap pihak yang mengaku dapat membantu memastikan kelulusan. Dalam persyaratan resmi, calon peserta diminta membuat pernyataan untuk tidak mempercayai pihak yang menawarkan atau menjamin kelulusan dalam proses penerimaan.
Polri juga menyediakan pengawasan internal dan eksternal dalam pelaksanaan seleksi. Peserta atau orang tua dan wali dapat menyampaikan pengaduan apabila menemukan dugaan penyalahgunaan wewenang atau pelanggaran melalui kanal pengaduan yang tersedia.
Peserta juga tidak diperbolehkan mendaftar pada lebih dari satu jalur seleksi. Pilihan jalur yang telah ditentukan harus sesuai dengan persyaratan dan ketentuan penerimaan.
Update Terbaru Status Bintara Polri 2026
Per 30 September 2026, pendaftaran Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 sudah berakhir. Portal resmi penerimaan Polri telah mencantumkan bahwa pendaftaran Bintara 2026 ditutup.
Rangkaian penerimaan tahun 2026 telah melewati tahap pendaftaran dan seleksi. Sesuai pengumuman resmi, pendidikan pembentukan Bintara dimulai pada 20 Juli 2026 dan berlangsung selama lima bulan dalam dua gelombang. Penutupan pendidikan dijadwalkan pada 16 Desember 2026.
Kuota pendidikan yang tercantum dalam pengumuman mencapai 5.141 orang, terdiri atas 4.141 pria dan 1.000 wanita.
Sementara itu, untuk penerimaan Bintara Polri tahun 2027, jadwal pendaftaran baru perlu menunggu pengumuman resmi dari Polri. Jadwal penerimaan 2026 tidak dapat dijadikan patokan untuk pendaftaran tahun berikutnya.
Calon peserta yang ingin mengikuti rekrutmen selanjutnya dapat memantau portal resmi penerimaan Polri untuk mengetahui jadwal, persyaratan, perubahan ketentuan, serta informasi pendaftaran terbaru.
















