Espresso merupakan minuman kopi yang dihasilkan dari proses ekstraksi menggunakan air panas bertekanan yang dialirkan melewati bubuk kopi.
Proses tersebut menghasilkan sajian dengan volume relatif kecil, tetapi memiliki karakter rasa dan aroma yang lebih terkonsentrasi.
Bagi orang yang sedang mempelajari keterampilan barista, espresso menjadi salah satu dasar penting untuk dipahami.
Banyak minuman berbasis kopi, termasuk latte dan cappuccino, menggunakan espresso sebagai komponen utamanya.
Espresso Bukan Jenis Biji Kopi
Espresso tidak merujuk pada jenis atau varietas biji kopi tertentu. Istilah tersebut mengacu pada metode ekstraksi yang digunakan untuk menghasilkan minuman kopi.
Karena itu, biji Arabika, Robusta, maupun perpaduan keduanya dapat digunakan untuk membuat espresso. Hasil akhir tidak hanya ditentukan oleh jenis biji, tetapi juga dipengaruhi oleh tingkat roasting, ukuran gilingan, dosis kopi, kualitas air, serta pengaturan selama ekstraksi.
Proses Pembuatan Espresso
Pembuatan espresso pada dasarnya mengandalkan aliran air panas yang melewati bubuk kopi dengan bantuan tekanan dalam waktu yang relatif singkat.
Tahapannya dapat digambarkan sebagai berikut:
- Biji kopi digiling dengan ukuran yang sesuai untuk espresso.
- Bubuk kopi dimasukkan ke dalam portafilter.
- Permukaan bubuk diratakan, kemudian dipadatkan.
- Portafilter dikunci pada mesin espresso.
- Air panas dialirkan melewati bubuk kopi.
- Cairan hasil ekstraksi ditampung untuk kemudian dinilai dan dicicipi.
Barista dapat mengatur sejumlah parameter dalam proses tersebut untuk memperoleh karakter rasa yang sesuai dengan kopi yang digunakan.
Perbedaan Espresso dan Kopi Seduh
Espresso mempunyai karakter yang berbeda dari kopi yang dibuat menggunakan metode seduh seperti pour over. Perbedaannya terutama terdapat pada cara ekstraksi dan tingkat konsentrasi minuman.
Pada espresso, kopi digiling relatif halus dan air panas dipaksa melewati bubuk menggunakan tekanan. Hasilnya berupa minuman dengan volume lebih kecil dan cita rasa yang lebih terkonsentrasi.
Sementara itu, pour over menggunakan prinsip ekstraksi yang berbeda dan umumnya menghasilkan minuman dengan volume lebih banyak.
Dengan demikian, espresso bukan sekadar kopi seduh yang dibuat dalam jumlah lebih sedikit. Cara air melewati dan berinteraksi dengan bubuk kopi merupakan bagian penting yang membedakannya.
Mengenal Dosis, Yield, dan Rasio Espresso
Pemahaman mengenai dosis, yield, dan rasio menjadi dasar penting ketika seseorang mulai berlatih membuat espresso.
Dosis menunjukkan berat bubuk kopi yang digunakan. Sebagai contoh, barista dapat menggunakan 18 gram bubuk kopi.
Yield merupakan berat minuman yang dihasilkan setelah proses ekstraksi. Apabila cairan espresso yang terkumpul memiliki berat 36 gram, maka yield yang diperoleh adalah 36 gram.
Sementara itu, rasio digunakan untuk membandingkan berat kopi dengan hasil ekstraksinya. Jika 18 gram bubuk menghasilkan 36 gram espresso, perbandingannya adalah 1:2.
Rasio 1:2 dapat dijadikan titik awal saat berlatih. Namun, angka tersebut bukan ketentuan yang harus digunakan untuk semua espresso. Penyesuaian tetap dapat dilakukan berdasarkan jenis kopi dan karakter rasa yang ingin dicapai.
Apakah Waktu Ekstraksi Espresso Harus 20–30 Detik?
Waktu sekitar 20–30 detik kerap digunakan sebagai titik awal dalam latihan espresso. Meski demikian, hasil seduhan tidak dapat dinilai hanya berdasarkan durasi ekstraksi.
Specialty Coffee Association (SCA) menjelaskan bahwa praktik espresso dapat menggunakan parameter yang beragam dan pengertian mengenai espresso juga mengalami perkembangan. Karena itu, barista tidak cukup hanya mengejar waktu tertentu sebagai patokan tunggal.
Dosis, yield, rasio, tingkat kehalusan gilingan, tekanan, suhu, serta cita rasa yang dihasilkan perlu diperhatikan secara bersamaan ketika mengevaluasi espresso.
Mengapa Espresso Bisa Terasa Asam atau Pahit?
Rasa yang muncul dari espresso dapat membantu barista menentukan penyesuaian yang perlu dilakukan pada proses ekstraksi.
Jika espresso terasa sangat asam dan tipis, salah satu hal yang dapat diperiksa adalah kemungkinan ekstraksi berlangsung terlalu singkat atau aliran air terlalu cepat. Dalam kondisi tertentu, memperhalus ukuran gilingan dapat menjadi salah satu penyesuaian yang dicoba.
Sebaliknya, rasa yang terlalu pahit, kering, atau berat dapat menjadi petunjuk untuk memeriksa kemungkinan ekstraksi berlebihan. Ukuran gilingan, yield, dan waktu ekstraksi dapat menjadi beberapa aspek yang perlu diperhatikan.
Namun, perubahan rasa tidak selalu disebabkan oleh satu faktor. Karakter biji dan tingkat roasting juga memiliki pengaruh. Karena itu, ketika melakukan penyesuaian, sebaiknya satu variabel diubah terlebih dahulu kemudian hasilnya dicicipi.
Langkah Membuat Espresso untuk Latihan
Pemula dapat memulai latihan dengan resep sederhana sebelum mencoba berbagai variasi. Salah satu contoh titik awalnya adalah sebagai berikut:
- Tentukan dosis kopi berdasarkan kapasitas basket yang digunakan.
- Giling biji kopi dengan ukuran yang sesuai untuk espresso.
- Ratakan bubuk di dalam portafilter.
- Padatkan bubuk secara merata.
- Pasang portafilter pada mesin dan mulai ekstraksi.
- Timbang hasil cairan untuk mengetahui yield.
- Catat waktu serta rasio yang digunakan.
- Cicipi espresso sebelum menentukan perubahan berikutnya.
Sebagai contoh, penggunaan 18 gram bubuk dengan target sekitar 36 gram hasil ekstraksi menghasilkan rasio 1:2. Resep tersebut kemudian dapat diubah berdasarkan hasil rasa yang diperoleh.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemula
Pemula sering kali hanya memperhatikan angka waktu ketika membuat espresso. Padahal, durasi 25 detik belum tentu menunjukkan bahwa hasilnya sudah sesuai.
Kesalahan lainnya adalah tidak menimbang dosis dan yield. Tanpa kedua informasi tersebut, perubahan resep akan lebih sulit dilacak.
Mengubah beberapa parameter sekaligus juga dapat membuat proses belajar menjadi kurang jelas karena penyebab perubahan rasa sulit diketahui. Selain itu, ukuran gilingan tidak boleh diabaikan karena sangat memengaruhi aliran air dan proses ekstraksi.
Hal lain yang tidak kalah penting adalah mencicipi hasil seduhan. Angka dapat membantu membaca proses pembuatan espresso, tetapi penilaian rasa tetap menjadi bagian penting dalam menentukan penyesuaian.
Apakah Espresso Wajib Menggunakan Arabika?
Espresso tidak harus dibuat dari biji Arabika. Robusta maupun campuran Arabika dan Robusta juga dapat digunakan.
Arabika dapat memberikan variasi karakter rasa dan aroma, sedangkan Robusta umumnya menghasilkan karakter yang lebih kuat dengan body yang lebih tebal. Pemilihan jenis kopi bergantung pada profil rasa yang ingin dihasilkan.
Kesimpulan
Espresso merupakan metode ekstraksi kopi yang menggunakan air panas bertekanan untuk melewati bubuk kopi. Espresso bukan nama jenis biji, sehingga Arabika, Robusta, maupun campuran keduanya dapat digunakan dalam proses pembuatannya.
Pemula perlu memahami beberapa dasar utama, yaitu dosis, ukuran gilingan, yield, rasio, waktu ekstraksi, dan rasa. Rasio 1:2 serta waktu sekitar 20–30 detik dapat digunakan sebagai titik awal latihan, tetapi keduanya bukan aturan yang berlaku mutlak untuk setiap espresso.
















