Jumat, 2 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
Kabarbaik.id
  • Bansos
  • E-wallet
  • Pendidikan
  • BPJS Kesehatan
  • Bansos
  • E-wallet
  • Pendidikan
  • BPJS Kesehatan
No Result
View All Result
Kabarbaik.id
No Result
View All Result
Home BPJS Ketenagakerjaan

Aturan Baru BPJS Ketenagakerjaan 2026: Batas Upah dan Besaran Iuran

Ahmad Rivaldi by Ahmad Rivaldi
1 Oktober 2026
in BPJS Ketenagakerjaan
0
Aturan Baru BPJS Ketenagakerjaan 2026: Batas Upah dan Besaran Iuran

Aturan Baru BPJS Ketenagakerjaan 2026: Batas Upah dan Besaran Iuran

Aturan baru BPJS Ketenagakerjaan 2026 membawa perubahan pada batas maksimal upah yang menjadi dasar perhitungan iuran Jaminan Pensiun (JP). Perubahan ini berpengaruh terhadap besaran iuran yang dibayarkan pekerja dan pemberi kerja setiap bulan.

Ketentuan tersebut mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Pensiun. Dalam aturan tersebut, batas paling tinggi upah yang digunakan sebagai dasar perhitungan iuran JP dapat disesuaikan setiap tahun berdasarkan faktor pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

READ ALSO

Cara Ambil Antrean Online BPJS Ketenagakerjaan untuk Klaim, Simak Langkahnya

Cara Mencairkan Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Resign, Bisa Klaim 10% dan 30%

Pada 2026, batas maksimal upah untuk perhitungan iuran Jaminan Pensiun menjadi Rp11.086.300 per bulan, dari sebelumnya Rp10.547.400. Ketentuan tersebut mulai berlaku pada 1 Maret 2026.



Apa yang Berubah dalam Aturan BPJS Ketenagakerjaan 2026?

Perubahan utama dalam aturan BPJS Ketenagakerjaan 2026 terletak pada plafon upah untuk program Jaminan Pensiun (JP).

Pekerja yang memiliki penghasilan lebih dari Rp11.086.300 per bulan tidak dikenakan perhitungan iuran JP berdasarkan seluruh penghasilannya. Dasar perhitungan iuran JP dibatasi maksimal Rp11.086.300 per bulan.

Sementara itu, program BPJS Ketenagakerjaan lainnya memiliki ketentuan tersendiri. Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKM) memiliki mekanisme perhitungan iuran sesuai ketentuan masing-masing.

Untuk Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), batas maksimal upah yang menjadi dasar perhitungan adalah Rp5 juta per bulan.



Besaran Iuran BPJS Ketenagakerjaan 2026

Besaran iuran BPJS Ketenagakerjaan berasal dari kontribusi pekerja dan pemberi kerja. Berikut rincian iuran bagi peserta penerima upah:

  • JHT: total 5,7 persen dari upah, terdiri dari 2 persen ditanggung pekerja dan 3,7 persen ditanggung perusahaan.
  • JP: total 3 persen dari upah, terdiri dari 1 persen ditanggung pekerja dan 2 persen ditanggung perusahaan, dengan batas maksimal upah Rp11.086.300 per bulan.
  • JKK: iuran sebesar 0,10 persen hingga 1,60 persen, tergantung tingkat risiko lingkungan kerja dan sepenuhnya ditanggung perusahaan.
  • JKM: iuran sebesar 0,3 persen dari upah dan sepenuhnya ditanggung perusahaan.

Dengan demikian, potongan langsung dari gaji pekerja untuk JHT dan JP sebesar 3 persen, sedangkan iuran JKK dan JKM menjadi tanggungan pemberi kerja.



Contoh Perhitungan Iuran BPJS Ketenagakerjaan

Sebagai contoh, pekerja dengan gaji Rp8 juta per bulan masih berada di bawah batas maksimal upah JP. Oleh karena itu, perhitungan iuran JP menggunakan upah sebesar Rp8 juta.

Perhitungannya:

  • JHT pekerja: 2% × Rp8.000.000 = Rp160.000.
  • JP pekerja: 1% × Rp8.000.000 = Rp80.000.
  • Total potongan JHT dan JP: Rp240.000 per bulan.

Sementara itu, pekerja dengan gaji Rp15 juta per bulan memiliki penghasilan di atas batas maksimal upah JP. Perhitungan iuran JP hanya menggunakan batas maksimal Rp11.086.300.

Perhitungannya:

  • JHT pekerja: 2% × Rp15.000.000 = Rp300.000.
  • JP pekerja: 1% × Rp11.086.300 = Rp110.863.
  • Total potongan JHT dan JP: Rp410.863 per bulan.

Perhitungan tersebut menunjukkan bahwa iuran JP tidak dihitung dari seluruh gaji apabila penghasilan pekerja telah melebihi batas maksimal upah yang ditetapkan.



Dampak Aturan Baru BPJS Ketenagakerjaan bagi Pekerja

Kenaikan batas maksimal upah JP dari Rp10.547.400 menjadi Rp11.086.300 terutama berdampak pada pekerja yang memiliki penghasilan di atas batas maksimal sebelumnya.

Dengan meningkatnya plafon upah, dasar perhitungan iuran JP bagi pekerja dengan gaji di atas batas tersebut ikut meningkat. Akibatnya, nominal iuran JP yang menjadi potongan dari gaji pekerja juga dapat berubah.

Pemberi kerja juga perlu menyesuaikan kontribusi JP yang menjadi tanggung jawab perusahaan serta memperbarui sistem penggajian agar perhitungan iuran sesuai dengan ketentuan yang berlaku mulai Maret 2026.



Kesimpulan

Aturan baru BPJS Ketenagakerjaan 2026 terutama membawa perubahan pada batas maksimal upah yang digunakan untuk menghitung iuran Jaminan Pensiun. Mulai 1 Maret 2026, batas maksimal upah JP menjadi Rp11.086.300 per bulan.

Kenaikan plafon ini dapat memengaruhi besaran iuran JP bagi pekerja dengan penghasilan di atas batas maksimal sebelumnya. Namun, perubahan tersebut tidak berarti seluruh iuran BPJS Ketenagakerjaan mengalami kenaikan karena setiap program memiliki ketentuan dan mekanisme perhitungan masing-masing.

Tags: Apa yang Berubah dalam Aturan BPJS Ketenagakerjaan 2026?Aturan Baru BPJS Ketenagakerjaan 2026: Batas Upah dan Besaran IuranBesaran Iuran BPJS Ketenagakerjaan 2026Contoh Perhitungan Iuran BPJS KetenagakerjaanDampak Aturan Baru BPJS Ketenagakerjaan bagi Pekerja

Related Posts

Cara Ambil Antrean Online BPJS Ketenagakerjaan untuk Klaim, Simak Langkahnya
BPJS Ketenagakerjaan

Cara Ambil Antrean Online BPJS Ketenagakerjaan untuk Klaim, Simak Langkahnya

2 Oktober 2026
Cara Mencairkan Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Resign, Bisa Klaim 10% dan 30%
BPJS Ketenagakerjaan

Cara Mencairkan Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Resign, Bisa Klaim 10% dan 30%

2 Oktober 2026
Cara Klaim Jaminan Kehilangan Pekerjaan 2026 Lewat SIAPkerja, Ini Panduannya
BPJS Ketenagakerjaan

Cara Klaim Jaminan Kehilangan Pekerjaan 2026 Lewat SIAPkerja, Ini Panduannya

1 Oktober 2026
JHT BPJS Ketenagakerjaan Bisa Cair Tanpa Paklaring? Ini Syarat dan Caranya
BPJS Ketenagakerjaan

JHT BPJS Ketenagakerjaan Bisa Cair Tanpa Paklaring? Ini Syarat dan Caranya

29 September 2026
Cek Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan 2026 Online, Begini Cara Klaim Lewat HP
BPJS Ketenagakerjaan

Cek Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan 2026 Online, Begini Cara Klaim Lewat HP

29 September 2026
Cara Mengurus Kartu BPJS Ketenagakerjaan Rusak atau Hilang, Simak Langkahnya
BPJS Ketenagakerjaan

Cara Mengurus Kartu BPJS Ketenagakerjaan Rusak atau Hilang, Simak Langkahnya

29 September 2026
Next Post
Cuci Darah Pakai BPJS Kesehatan 2026, Apakah Gratis? Ini Ketentuannya

Cuci Darah Pakai BPJS Kesehatan 2026, Apakah Gratis? Ini Ketentuannya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Cek BPNT 2026, Berikut Cara Melihat Status Penerima, Desil dan Nominal Bantuan

Cek BPNT 2026, Berikut Cara Melihat Status Penerima, Desil dan Nominal Bantuan

23 September 2026
Hasil Wawancara PPG Calon Guru 2026 Sudah Diumumkan, Cek Status Kelulusan

Hasil Wawancara PPG Calon Guru 2026 Sudah Diumumkan, Cek Status Kelulusan

23 September 2026
Simulasi TKA 2026 SMA dan SMK Dimulai, Berikut Ini Jadwal, Materi, serta Cara Mengikutinya

Simulasi TKA 2026 SMA dan SMK Dimulai, Berikut Ini Jadwal, Materi, serta Cara Mengikutinya

23 September 2026
Cara Klaim DANA Kaget Hari Ini lewat HP, Cek Nominal dan Keamanannya

Cara Klaim DANA Kaget Hari Ini lewat HP, Cek Nominal dan Keamanannya

23 September 2026
KIP Kuliah 2026 Desil Berapa? Ini Cara Cek DTSEN dan Syaratnya

KIP Kuliah 2026 Desil Berapa? Ini Cara Cek DTSEN dan Syaratnya

23 September 2026

EDITOR'S PICK

Cara Mengusulkan Diri Menjadi Penerima Bansos lewat Jalur Resmi Pemerintah

Cara Mengusulkan Diri Menjadi Penerima Bansos lewat Jalur Resmi Pemerintah

18 September 2026
Rekomendasi 12 Aplikasi Penghasil Saldo DANA Terbaik 2026

Rekomendasi 12 Aplikasi Penghasil Saldo DANA Terbaik 2026

31 Agustus 2026
Telat Bayar BPJS Kesehatan 2026, Apakah Langsung Kena Denda? Ini Aturannya

Telat Bayar BPJS Kesehatan 2026, Apakah Langsung Kena Denda? Ini Aturannya

4 September 2026
Panduan Mudah Cek Bansos Kemensos 2026 Pakai NIK KTP

Panduan Mudah Cek Bansos Kemensos 2026 Pakai NIK KTP

28 Agustus 2026
  • Bansos
  • E-wallet
  • Pendidikan
  • BPJS Kesehatan
Call us: +1 234 JEG THEME

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Homepages
    • Home Page 1

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Go to mobile version